Mai Baca ! Meluruskan Kesalahpahaman Tentang Qadla Dan Qadar Allah Bahagian 1(Sebarkan Sangat Penting, Jangan Lewatkan )

Definisi Qadla Dan Qadar



man kepada Qadla dan Qadar adalah termasuk pokok-pokok iman yang enam (Ushûl al-Îmân as-Sittah) yang wajib kita percayai sepenuhnya. Belakangan ini telah timbul beberapa orang atau beberapa kelompok yang mengingkari Qadla dan Qadar dan berusaha mengaburkannya, baik melalui tulisan-tulisan, maupun di bangku-bangku kuliah. Tentang kewajiban iman kepada Qadla dan Qadar, dalam sebuah hadits shahih Rasulullah bersabda:



الإيْمَانُ أنْ تُؤْمِنَ باِللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرّهِ (رواه مسلم)

“Iman ialah engkau percaya kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari akhir, dan engkau percaya kepada Qadar Allah, yang baik maupun yang buruk”. (HR. Muslim).



Al-Qadlâ maknanya al-Khalq, artinya penciptaan, dan al-Qadar maknanya at-Tadbîr, artinya ketentuan. Secara istilah al-Qadar artinya ketentuan Allah atas segala sesuatu sesuai dengan pengetahuan (al-‘Ilm) dan kehendak-Nya (al-Masyî-ah) yang Azali (tidak bermula), di mana sesuatu tersebut kemudian terjadi pada waktu yang telah ditentukan dan dikehendaki oleh-Nya terhadap kejadiannya.



Penggunaan kata “al-Qadar” terbagi kepada dua bagian:



Pertama; Kata al-Qadar bisa bermaksud bagi sifat “Taqdîr” Allah, yaitu sifat menentukannya Allah terhadap segala sesuatu yang ia kehendakinya. al-Qadar dalam pengertian sifat “Taqdîr” Allah ini tidak boleh kita sifati dengan keburukan dan kejelekan, karena sifat menentukan Allah terhadap segala sesuatu bukan suatu keburukan atau kejelekan, tetapi sifat menentukannya Allah terhadap segala sesuatu yang Ia kehendakinya adalah sifat yang baik dan sempurna, sebagaimana sifat-sifat Allah lainnya. Sifat-sifat Allah tersebut tidak boleh dikatakan buruk, kurang, atau sifat-sifat jelek lainnya.



Kedua; Kata al-Qadar dapat bermaksud bagi segala sesuatu yang terjadi pada makhluk, atau disebut dengan al-Maqdûr. Al-Qadar dalam pengertian al-Maqdûr ini ialah mencakup segala apapun yang terjadi pada seluruh makhluk ini; dari keburukan dan kebaikan, kesalehan dan kejahatan, keimanan dan kekufuran, ketaatan dan kemaksiatan, dan lain-lain. Dalam makna yang kedua inilah yang dimaksud oleh hadits Jibril di atas, “Wa Tu-mina Bi al-Qadar; Khayrih Wa Syarrih”. Al-Qadar dalam hadits ini adalah dalam pengertian al-Maqdûr.



Pemisahan makna antara sifat Taqdîr Allah dengan al-Maqdûr adalah sebuah keharusan. Hal ini karena sesuatu yang disifati dengan baik dan buruk, atau baik dan jahat, adalah hanya sesuatu yang ada pada makhluk saja. Artinya, siapa yang melakukan kebaikan maka perbuatannya tersebut disebut “baik”, dan siapa yang melakukan keburukan maka perbuatannya tersebut disebut “buruk”, dengan demikian penyebutan kata “baik” dan ”buruk” seperti ini hanya berlaku pada makhluk saja. Adapun sifat Taqdîr Allah, yaitu sifat menentukan Allah terhadap segala sesuatu yang Ia kehendakinya, maka sifat-Nya ini tidak boleh dikatakan buruk. Sifat Taqdîr Allah ini, sebagaimana sifat-sifat-Nya yang lain, adalah sifat yang baik dan sempurna, tidak boleh dikatakan buruk atau jahat. Dengan demikian, bila seorang hamba melakukan keburukan, maka itu adalah perbuatan dan sifat yang buruk dari hamba itu sendiri. Adapun Taqdîr Allah terhadap keburukan yang terjadi pada hamba itu bukan berarti bahwa Allah menyukai dan memerintahkan hamba itu kepada keburukan tersebut. Demikian pula, ketika kita katakan; Allah yang menciptakan kejahatan, bukan berarti bahwa Allah itu jahat. Inilah yang dimaksud bahwa kehendak Allah meliputi segala perbuatan hamba, terhadap yang baik maupun yang buruk.



Segala perbuatan yang terjadi pada alam ini, baik kekufuran dan keimanan, ketaatan dan kemaksiatan, dan berbagai hal lainnya, semunya terjadi dengan kehendak dan dengan penciptaan Allah. Hal ini menunjukan akan kesempurnaan Allah, serta menunjukan akan keluasan dan ketercakupan kekuasaan dan kehendak-Nya atas segala sesuatu. Karena apa bila pada makhluk ini ada sesuatu yang terjadi yang tidak dikehendaki kejadiannya oleh Allah, maka berarti hal itu menafikan sifat ketuhanan-Nya, karena dengan demikian berarti kehendak Allah dikalahkan.oleh kehendak makhluk-Nya. Tentu, ini adalah sesuatu yang mustahil terjadi. Karena itu dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:



مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ (رواه أبو داود)

“Apa yang dikehendaki oleh Allah -akan kejadiannya- pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehandaki oleh-Nya maka tidak akan pernah terjadi”. (HR. Abu Dawud).



Dengan demikian segala apapun yang dikehendaki oleh Allah terhadap kejadiannya maka semua itu pasti terjadi. Karena bila ada sesuatu yang terjadi di luar kehendak-Nya, maka hal itu menunjukkan akan kelemahan, padahal sifat lemah itu mustahil bagi Allah. Bukankah Allah maha kuasa?! Maka di antara bukti kekuasaannya adalah bahwa segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti terlaksana. Oleh karena itu, dari sudut pandang syara’ dan akal, terjadinya segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah akan kejadiannya adalah perkara yang wajib adanya. Dalam hal ini Allah berfirman:



وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى أمْرِه (يوسف: 21)

“Allah maha mengalahkan (menang) di atas segala urusann-Nya”. (Artinya, segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti akan terjadi, tidak ada siapapun yang menghalangi-Nya”. (QS. Yusuf: 21).



Allah menghendaki orang-orang mukmin dengan ikhtiar mereka untuk beriman kepada-Nya, maka mereka menjadi orang-orang yang beriman. Dan Allah menghendaki orang-orang kafir dengan ikhtiar mereka untuk kufur kepada-Nya, maka mereka semua menjadi orang-orang yang kafir. Seandainya Allah berkehendak semua makhluk-Nya beriman kepada-Nya, maka mereka semua pasti beriman kepada-Nya. Allah berfirman:



وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لأَمَنَ مَن فِي اْلأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا (يونس: 99)

“Dan seandainya Tuhanmu (Wahai Muhammad) berkehendak, niscaya seluruh yang ada di bumi ini akan beriman”. (QS. Yunus: 99).



Tetapi Allah tidak menghendaki semuanya beriman kepada-Nya. Namun demikian Allah memerintah mereka semua untuk beriman kepada-Nya. Maka di sini harus dipahami, bahwa “kehendak Allah” dan “perintah Allah” adalah dua hal berbeda. Tidak segala sesuatu yang dikehendaki oleh Allah adalah sesuatu yang diperintah oleh-Nya, dan tidak segala sesuatu yang diperintah oleh Allah adalah sesuatu yang dikehendaki oleh-Nya.



Perkataan sebagian orang “Segala sesuatu adalah atas perintah Allah”, atau “Banyak sekali perbuatan kita yang tidak dikehendaki oleh Allah (ia bermaksud kemaksiatan-kemaksiatan)”, adalah perkataan yang salah, karena Allah tidak memerintahkan kepada perbuatan-perbuatan maksiat atau kekufuran. Benar, kejadian kemasiatan atau kekufuran tersebut adalah dengan kehendak Allah, tetapi Allah tidak memerintah kepadanya. Dengan demikian perkataan yang benar ialah; “Segala sesuatu yang terjadi di alam ini adalah dengan kehendak Allah, dengan Taqdir-Nya dan dengan Ilmu-Nya. Kebaikan terjadi dengan kehendak Allah, dengan Taqdir-Nya, dengan Ilmu-Nya, serta kebaikan ini juga dengan perintah-Nya, Mahabbah-Nya, dan dengan keridlaan-Nya. Sementara keburukan terjadi dengan kehendak Allah, dengan Taqdir-Nya, dan dengan Ilmu-Nya, tapi tidak dengan perintah-Nya, tidak dengan Mahabbah-Nya, dan tidak dengan keridlaan-Nya”. Artinya keburukan, kejahatan, atau kemaksiatan tidak disukai dan tidak diridlai oleh Allah. Dengan kata lain, segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah, akan tetapi tidak semuanya dengan perintah Allah.



Di antara bukti yang menunjukan bahwa perintah Allah berbeda dengan kehendak-Nya adalah apa yang terjadi dengan Nabi Ibrahim. Beliau diberi wahyu lewat mimpi untuk menyembelih putranya; Nabi Isma’il. Hal ini merupakan perintah dari Allah atas Nabi Ibrahim. Kemudian saat Nabi Ibrahim hendak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah ini, bahkan telah meletakan pisau yang sangat tajam dan menggerak-gerakannya di atas leher Nabi Isma’il, namun Allah tidak berkehendak terjadinya sembelihan terhadap Nabi Isma’il tersebut. Kemudian Allah mengganti Nabi Isma’il dengan seekor domba yang bawa oleh Malaikat Jibril dari surga. Peristiwa ini menunjukan perbedaan yang sangat nyata antara ”perintah Allah” dan ”kehendak-Nya”.



Contoh lainnya, Allah memerintah kepada seluruh hamba-hamba-Nya untuk beribadah kepada-Nya, akan tetapi Allah berkehendak tidak semua hamba tersebut beribadah kepada-Nya. Karenanya, ada sebagian mereka yang dikehendaki oleh Allah untuk menjadi orang-orang beriman, dan ada sebagian lainnya yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang-orang kafir. Allah berfirman:



وَمَا خَلَقْتُ الْجِنّ وَالإنْسَ إلاّ لِيَعْبُدُوْن (الذاريات: 56)

“Dan tidaklah Aku (Allah) ciptakan manusia dan jin melainkan Aku “perintahkan” mereka untuk menyembah-Ku”. (QS. adz-Dzariyat: 56).



Makna firman Allah “Illâ Li-Ya’budûn” dalam ayat ini artinya “Illâ Li-Âmurahum Bi ‘Ibâdatî”, artinya bahwa Allah menciptakan manusia dan jin tidak lain ialah untuk Dia perintah mereka agar beribadah kepada-Nya. Makna ayat ini bukan “Aku (Allah) ciptakan manusia dan jin melainkan aku berkehendak pada mereka untuk menyembah-Ku”. Karena jika diartikan bahwa Allah berkehendak dari seluruh manusia dan jin untuk beriman atau beribadah kepada-Nya, maka berarti kehendak Allah dikalahkan oleh kehendak orang-orang kafir, karena pada kenyataannya tidak semua hamba beriman dan beribadah kepada Allah, tapi ada di antara mereka yang kafir dan menyembah selain Allah. Tentunya mustahil jika kehendak Allah dikalahkan oleh kehendak makhluk-makhluk-Nya sendiri.



Ketentuan Allah Tidak Berubah



Di atas telah dijelaskan bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah. Apa bila Allah menghendaki sesuatu akan terjadi pada seorang hamba-Nya, maka pasti sesuatu itu akan menimpanya, sekalipun orang tersebut bersedekah, berdoa, bersilaturrahim, dan berbuat baik kepada sanak kerabatnya; kepada ibunya, dan saudara-saudaranya, atau lainnya. Artinya, apa yang telah ditentukan oleh Allah tidak dapat dirubah oleh amalan-amalan kebaikan bentuk apapun.

Adapun hadits Rasulullah yang berbunyi:



لاَ يَرُدُّ القَضَاءَ شَىءٌ إلاّ الدُّعَاءُ (رواه الترمذي)

“Tidak ada sesuatu yang dapat menolak Qadla kecuali doa” (HR. at-Tirmidzi).



yang dimaksud dengan Qadla di dalam hadits ini adalah Qadlâ Mu’allaq. Di sini harus kita ketahui bahwa Qadla terbagi kepada dua bagian: Qadlâ Mubrab dan Qadlâ Mu’allaq.



Pertama: Qadlâ Mubram, ialah ketentuan Allah yang pasti terjadi dan tidak dapat berubah. Ketentuan ini hanya ada pada Ilmu Allah, tidak ada siapapun yang mengetahuinya selain Allah sendiri, seperti ketentuan mati dalam keadaan kufur (asy-Syaqâwah), dan mati dalam keadaan beriman (as-Sa’âdah), ketentuan dalam dua hal ini tidak berubah. Seorang yang telah ditentukan oleh Allah baginya mati dalam keadaan beriman maka itulah yang akan terjadi baginya, tidak akan pernah berubah. Sebaliknya, seorang yang telah ditentukan oleh Allah baginya mati dalam keadaan kufur maka pasti itulah pula yang akan terjadi pada dirinya, tidak ada siapapun, dan tidak ada perbuatan apapun yang dapat merubahnya. Allah berfirman:



يُضِلّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَشَاء (النحل: 93)

“Allah menyesatkan terhadap orang yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki”. (QS. an-Nahl: 93).



Kedua: Qadlâ Mu’allaq, yaitu ketentuan Allah yang berada pada lambaran-lembaran para Malaikat, yang telah mereka kutip dari al-Lauh al-Mahfuzh, seperti si fulan apa bila ia berdoa maka ia akan berumur seratus tahun, atau akan mendapat rizki yang luas, atau akan mendapatkan kesehatan, dan seterusnya. Namun, misalkan si fulan ini tidak mau berdoa, atau tidak mau bersillaturrahim, maka umurnya hanya enam puluh tahun, ia tidak akan mendapatkan rizki yang luas, dan tidak akan mendapatkan kesehatan. Inilah yang dimaksud dengan Qadlâ Mu’allaq atau Qadar Mu’allaq, yaitu ketentuan-ketentuan Allah yang berada pada lebaran-lembaran para Malaikat.



Dari uraian ini dapat dipahami bahwa doa tidak dapat merubah ketentuan (Taqdîr) Allah yang Azali yang merupakan sifat-Nya, karena mustahil sifat Allah bergantung kepada perbuatan-perbuatan atau doa-doa hamba-Nya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu, tidak ada suatu apapun yang tersembunyi dari-Nya, dan Allah maha mengetahui perbuatan manakah yang akan dipilih oleh si fulan dan apa yang akan terjadi padanya sesuai yang telah tertulis di al-Lauh al-Mahfuzh.



Namun demikian doa adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Allah atas para hamba-Nya. Dalam al-Qur’an Allah berfirman:



وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ (البقرة: 186)

“Dan jika hamba-hamba-ku bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat (bukan dalam pengertian jarak), Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memohon terkabulkan doa kepada-Ku dan beriman kepada-Ku, semoga mereka mendapatkan petunjuk” (QS. al-Baqarah: 186).



Artinya bahwa seorang yang berdoa tidak akan sia-sia belaka. Ia pasti akan mendapatkan salah satu dari tiga kebaikan; dosa-dosanya yang diampuni, permintaannya yang dikabulkan, atau mendapatkan kebaikan yang disimpan baginya untuk di kemudian hari kelak. Semua dari tiga kebaikan ini adalah merupakan kebaikan yang sangat berharga baginya. Dengan demikian maka tidak mutlak bahwa setiap doa yang dipintakan oleh para hamba pasti dikabulkan oleh Allah. Akan tetapi ada yang dikabulkan dan ada pula yang tidak dikabulkan. Yang pasti, bahwa setiap doa yang dipintakan oleh seorang hamba kepada Allah adalah sebagai kebaikan bagi dirinya sendiri, artinya bukan sebuah kesia-siaan belaka. Dalam keadaan apapun, seorang yang berdoa paling tidak akan mendapatkan salah satu dari kebaikan yang telah kita sebutkan di atas. (Lebih luas lihat al-Adzkâr an-Nawawiyyah, hlm. 353)



(Masalah): Aqidah Ahlussunnah menetapkan bahwa Allah yang menciptakan kebaikan dan keburukan. Namun demikian ada beberapa faham yang berusaha mengaburkan kebenaran ini dengan mengutip beberapa ayat yang sering disalahpahami oleh mereka, di antaranya, mereka mengutip firman Allah:



بِيَدِكَ الْخَيْرُ (ءال عمران: 26)

“Dengan kekuasaan-Mu segala kebaikan”. (QS. Ali ‘Imran: 26).



Mereka berkata: “Dalam ayat ini Allah hanya menyebutkan kata ”al-Khayr” (kebaikan) saja, tidak menyebutkan asy-Syarr (keburukan). Dengan demikian maka Allah hanya menciptakan kebaikan saja, adapun keburukan bukan ciptaan-Nya”.



(Jawab): Kata ”asy-Syarr” (keburukan) tidak disandingkan dengan kata al-Khayr (kabaikan) dalam ayat di atas bukan berarti bahwa Allah bukan pencipta keburukan. Ungkapan semacam ini dalam istilah Ilmu Bayan (salah satu cabang Ilmu Balaghah) dinamakan dengan al-Iktifâ’; yaitu meninggalkan penyebutan suatu kata karena telah diketahui padanan katanya. Contoh semacam ini di dalam al-Qur’an firman Allah:



وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ (النحل: 81)

“Dia (Allah) menjadikan bagi kalian pakaian-pakaian yang memelihara kalian dari dari panas”. (QS. an-Nahl: 81).

Yang dimaksud ayat ini adalah pakaian yang memelihara kalian dari panas, dan juga dari dingin. Artinya, tidak khusus memelihara dari panas saja. Demikian pula dengan pemahaman firman Allah: ”Bi-Yadika al-Khayr” (QS. Ali ‘Imran: 26) di atas bukan berarti Allah khusus menciptakan kebaikan saja, tapi yang yang dimaksud adalah menciptakan segala kebaikan dan juga segala keburukan.

Kemudian dari pada itu, dalam ayat lain dalam al-Qur’an Allah berfirman:



وَخَلَقَ كُلّ شَىء (الفرقان: 2)

”Dan Dia Allah yang telah menciptakan segala sesuatu”. (QS. al-Furqan: 2).



Kata “Syai’”, yang secara hafiyah bermakna “sesuatu” dalam ayat ini mencakup segala suatu apapun selain Allah. Mencakup segala benda dan semua sifat benda, termasuk segala perbuatan manusia, juga termasuk segala kebaikan dan segala keburukan. Artinya, segala apapun selain Allah adalah ciptaan Allah. Dalam ayat lain firman Allah:



قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكِ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ (ءال عمران: 26)

“Katakanlah (Wahai Muhammad), Ya Allah yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki”. (QS. Ali ‘Imran: 26).



Dari makna firman Allah di atas: “Engkau (Ya Allah) berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki”, kita dapat pahami bahwa Allah adalah Pencipta kebaikan dan keburukan. Allah yang memberikan kerajaan kepada raja-raja kafir seperti Fir’aun, dan Allah pula yang memberikan kerajaan kepada raja-raja mukmin seperti Dzul Qarnain.

Adapun firman Allah:



مَّآأَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللهِ وَمَآأَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ (النساء: 79)



ayat ini bukan berarti bahwa kebaikan ciptaan Allah, sementara keburukan sebagai ciptaan manusia. Pemaknaan seperti ini adalah pemaknaan yang rusak dan merupakan kekufuran. Makna yang benar ialah, sebagaimana telah ditafsirkan oleh para ulama, bahwa kata “Hasanah” dalam ayat di atas artinya nikmat, sedangkan kata “Sayyi-ah” artinya musibah atau bala (bencana). Dengan demikian makna ayat di atas ialah: “Segala apapun dari nikmat yang kamu peroleh adalah berasal dari Allah, dan segala apapun dari musibah dan bencana yang menimpamu adalah balasan dari kesalahanmu”. Artinya, amalan buruk yang dilakukan oleh seorang manusia akan dibalas oleh Allah dengan musibah dan bala.



Allah Pencipta Segala Sebab Dan Akibat



Dalam hukum kausalitas ini ada sesuatu yang dinamakan “sebab” dan ada yang dinamakan “akibat”. Misalnya, obat sebagai sebab bagi akibat sembuh, api sebagai sebab bagi akibat kebakaran, makan sebagai sebab bagi akibat kenyang, dan lain-lain. Aqidah Ahlussunnah menetapkan bahwa sebab-sebab dan akibat-akibat tersebut tidak berlaku dengan sendirinya. Artinya, setiap sebab sama sekali tidak menciptakan akibatnya masing-masing. Tapi keduanya, baik sebab maupun akibat, adalah ciptaan Allah dan dengan ketentuan Allah. Dengan demikian, obat dapat menyembuhkan sakit karena kehendak Allah, api dapat membakar karena kehendak Allah, dan demikian seterusnya. Segala akibat jika tidak dikehendaki oleh Allah akan kejadiannya maka itu semua tidak akan pernah terjadi.

Dalam sebuah hadits Shahih, Rasulullah bersabda:



إنّ اللهَ خَلَقَ الدّوَاءَ وَخَلَقَ الدّاءَ فَإذَا أصِيْبَ دَوَاء الدّاء بَرِأ بإذْنِ اللهِ (رواه ابن حبان)

“Sesungguhnya Allah yang menciptakan segala obat dan yang menciptakan segala penyakit. Apa bila obat mengenai penyakit maka sembuhlah ia dengan izin Allah”. (HR. Ibn Hibban).



Sabda Rasulullah dalam hadits ini: “… maka sembuhlah ia dengan izin Allah” adalah bukti bahwa obat tidak dapat memberikan kesembuhan dengan sendirinya. Fenomena ini nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita melihat banyak orang dengan berbagai macam penyakit, ketika berobat mereka mempergunakan obat yang sama, padahal jelas penyakit mereka bermacam-macam, dan ternyata sebagian orang tersebut ada yang sembuh, namun sebagian lainnya tidak sembuh. Tentunya apa bila obat bisa memberikan kesembuhan dengan sendirinya maka pastilah setiap orang yang mempergunakan obat tersebut akan sembuh, namun kenyataan tidak demikian. Inilah yang dimaksud sabda Rasulullah: “… maka akan sembuh dengan izin Allah”.

Dengan demikian dapat kita pahami bahwa adanya obat adalah dengan kehendak Allah, demikian pula adanya kesembuhan sebagai akibat dari obat tersebut juga dengan kehendak dan ketentuan Allah, obat tidak dengan sendirinya menciptakan kesembuhan. Demikian pula dengan sebab-sebab lainnya, semua itu tidak menciptakan akibatnya masing-masing. Kesimpulannya, kita wajib berkeyakinan bahwa sebab tidak menciptakan akibat, akan tetapi Allah yang menciptakan segala sebab dan segala akibat.



Firqah-Firqah Dalam Masalah Qadla Dan Qadar



Dalam masalah Qadla dan Qadar umat Islam terpecah menjadi tiga golongan. Kelompok pertama disebut dengan golongan Jabriyyah, kedua disebut dengan golongan Qadariyyah, dan ketiga adalah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Golongan pertama dan golongan ke dua adalah golongan sesat, dan hanya golongan ke tiga yang selamat. Kelompok pertama, yaitu golongan Jabriyyah, berkeyakinan bahwa para hamba itu dipaksa (Majbûr) dalam segala perbuatannya, mereka berkeyakinan bahwa seorang hamba sama sekali tidak memiliki usaha atau ikhtiar (al-Kasab) dalam perbuatannya tersebut. Bagi kaum Jabriyyah, manusia laksana sehelai bulu atau kapas yang terbang ditiup angin, ia mengarah ke manapun angin tersebut membawanya. Keyakinan sesat kaum Jabriyyah ini bertentangan dengan firman Allah:



وَمَاتَشَآءُونَ إِلآَّ أَن يَشَآءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (التكوير: 29)

“Dan kalian tidaklah berkehendak kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. at-Takwir: 29).



Ayat ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa manusia diberi kehendak (al-Masyî-ah) oleh Allah, hanya saja kehendak hamba tersebut dibawah kehendak Allah. Pemahaman ayat ini berbeda dengan keyakinan kaum Jabriyyah yang sama sekali menafikan Masyi’ah dari hamba. Bahkan dalam ayat lain secara tegas dinyatakan bahwa manusia memiliki usaha dan ikhtiar (al-Kasb), yaitu dalam firman Allah:



لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ (البقرة: 286)

“Bagi setiap jiwa -balasan kebaikan- dari segala apa yang telah ia usahakan – dari amal baik-, dan atas setiap jiwa -balasan keburukan- dari segala apa yang ia usahakan -dari amal buruk-”. (QS. al-Baqarah: 286).



Kebalikan dari golongan Jabriyyah adalah golongan Qadariyyah. Kaum ini memiliki keyakinan bahwa manusia memiliki sifat Qadar (menentukan) dalam melakukan segala amal perbuatannya tanpa adanya kehendak dari Allah terhadap perbuatan-perbuatan tersebut. Mereka mengatakan bahwa Allah tidak menciptakan perbuatan-perbuatan manusia, tetapi manusia sendiri yang menciptakan perbuatan-perbuatannya tersebut. Terhadap golongan Qadariyyah yang berkeyakinan seperti ini kita tidak boleh ragu sedikitpun untuk mengkafirkannya, mereka bukan orang-orang Islam. Karenanya, para ulama kita sepakat mengkafirkan kaum Qadariyyah yang berkeyakinan semacam ini. Kaum Qadariyyah yang berkeyakinan seperti itu telah menyekutukan Allah dengan makhluk-makhluk-Nya, karena mereka menetapkan adanya pencipta kepada selain Allah, di samping itu mereka juga telah menjadikan Allah lemah (‘Âjiz), karena dalam keyakinan mereka Allah tidak menciptakan segala perbuatan hamba-hamba-Nya. Padahal di dalam al-Qur’an Allah berfirman:



قُلِ اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ (الرعد: 16)

“Katakan (Wahai Muhammad), Allah adalah yang menciptakan segala sesuatu”. (QS. ar-Ra’ad: 16).



Mustahil Allah tidak kuasa atau lemah untuk menciptakan segala perbuatan hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Allah yang menciptakan segala benda, dari mulai benda paling kecil bentuknya, yaitu adz-Dzarrah, hingga benda yang paling besar, yaitu arsy, termasuk tubuh manusia yang notabene sebagai benda juga ciptaan Allah. Artinya, bila Allah sebagai Pencipta segala benda tersebut, maka demikian pula Allah sebagai Pencipta bagi segala sifat dan segala perbuatan dari benda-benda tersebut. Sangat tidak logis jika dikatakan adanya suatu benda yang diciptakan oleh Allah, tapi kemudian benda itu sendiri yang menciptakan sifat-sifat dan segala perbuatannya. Karena itu Imam al-Bukhari telah menuliskan satu kitab berjudul “Khalq Af’âl al-‘Ibâd”, berisi penjelasan bahwa segala perbuatan manusia adalah ciptaan Allah, bukan ciptaan manusia itu sendiri.



Dengan demikian menjadi sangat jelas bagi kita kesesatan dan kekufuran kaum Qadariyyah, karena mereka menetapkan adanya pencipta kepada selain Allah. Mereka telah menjadikan Allah setara dengan makhluk-makhluk-Nya sendiri; sama-sama menciptakan. Mereka tidak hanya menetapkan adanya satu sekutu bagi Allah tapi mereka menetapkan banyak sekutu bagi-Nya, karena dalam keyakinan mereka bahwa setiap manusia adalah pencipta bagi segala perbuatannya masing-masing, sebagimana Allah adalah Pencipta bagi tubuh-tubuh semua manusia tersebut. Na’ûdzu Billâh.

Golongan ke tiga, yaitu Ahlussunnah Wal Jama’ah, adalah golongan yang selamat. Keyakinan golongan ini adalah keyakinan yang telah dipegang teguh oleh mayoritas umat Islam dari masa ke masa, antar genarasi ke genarasi. Dan inilah keyakinan yang telah diwariskan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Mereka menetapkan bahwa tidak ada pencipta selain Allah. Hanya Allah yang menciptakan semua makhluk, dari mulai dzat atau benda yang paling kecil hingga benda yang paling besar, dan Allah pula yang menciptakan segala sifat dan segala perbuatan dari benda-benda tersebut.


Perbuatan manusia terbagi kepada dua bagian; Pertama, Af’âl Ikhtiyâriyyah, yaitu segala perbuatan yang terjadi dengan inisiatif, usaha, kesadaran, dan dengan ikhtiar dari manusia itu sendiri, seperti makan, minum, berjalan, dan lain-lain. Kedua; Af’âl Idlthirâriyyah, yaitu segala perbuatan manusia yang terjadi di luar usaha, dan di luar ikhtiar manusia itu sendiri, seperti detak jantung, aliran darah dalam tubuh, dan lain sebagainya. Dalam keyakinan Ahlussunnah; seluruh perbuatan manusia, baik Af’âl Ikhtiyâriyyah, maupun Af’âl Idlthirâriyyah adalah ciptaan Allah.

Oleh. AQIDAH AHLUSSUNNAH

Di Bulan Ramadhan Apa Salahnya Jika Kita Solat Sunnat Taraweh 20 Rakaat , Janganla Berkira Sangat Dengan Tuhan...

Dari Abu Hurairah r.a berkata: “Adalah Rasulullah SAW menggalakkan qiyamullail (solah malam) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan secara wajib, baginda bersabda: “Sesiapa yang solah malam di bulan Ramadhan kerana beriman dan mengharapkan pahala daripada Allah, maka diampuni baginya dosa yang telah lalu.”

Dalam hadith disebut sembahyang malam dan bukannya sembahyang Tarawih. Rasulullah saw telah mempercepatkan sembahyang malamnya (tahajjud) sebanyak lapan rakaat bagi memenuhi malam pada bulan Ramadhan. Pada malam-malam Ramadhan, Rasulullah saw sembahyang Tahajjud sebanyak 8 rakaat selepas Isyak hinggalah hampir waktu Subuh, barulah Baginda berhenti untuk bersahur.
Sayyidina Umar bimbang umat tidak mampu melakukan sembahyang malam yang lama seperti Rasulullah, maka dilakukan Sembahyang Tarawih sebanyak 20 rakaat (yang lebih pendek masanya) bagi memenuhi malam-malam Ramadhan. Saiyidina Umar berkata: “Amalan ini satu perbuatan bid’ah yang baik”. Namun sebenarnya ia bukanlah bidaah kerana mengikut Kitab Akidah yang besar iaitu Kitab Nibras, “Bidaah itu ialah tiap-tiap sesuatu perkara agama yang lahir selepas zaman sahabat nabi yang tiada dalil syarak”. Selain itu kita juga adalah Ahli Sunnah Wal Jamaah, sunnah dari Nabi dan Jamaah itu dari para sahabat Nabi.

Sembahyang Tarawih yang telah dipilih dan diamalkan oleh jumhur ulama’ dari kalangan mazhab Syafi’i, Hanafi dan Hanbali ialah dua puluh rakaat berdasarkan amalan sahabat-sahabat Nabi dalam zaman Saiyidina Umar r.a. Dari Al-Sa’ib bin Yazid r.a, katanya: “Mereka (sahabat-sahabat Nabi) biasanya mengerjakan sembahyang tarawih dalam bulan Ramadhan – pada zaman Saiyidina Umar bin al-Khattab, sebanyak dua puluh rakaat.

Sembahyang Tarawih bermaksud rehat, kalau 8 rakaat yang laju bagaimana hendak berehat

"Maksud Tarawih dari bahasa ialah berasal dari perkataan tarwihah yang bermaksud satu kali istirehat. Solat Tarawih pada istilah ialah solat sunat dengan rasa senang dan kelapangan hati selepas solat fardhu Isyak. Biasanya duduk berehat setelah mengerjakan empat rakaat solat sunat Tarawih, sebelum disambung semula.
Hukum Solat Tarawih ialah sunat muakkad (sunat yang sangat dituntut) bagi orang-orang Islam lelaki dan perempuan. Oleh kerana itu keadaannya menjadi penyempurna bagi ibadat puasa yang wajib dan memang banyak pahalanya. Mereka yang mengerjakan ibadat puasa tetapi tidak mengerjakan Solat Tarawih pada malamnya, seolah-olah menjadi tawar dan hambar; berjaya tetapi tidak cemerlang. Sesungguhnya sangatlah ruginya mereka yang berpuasa Ramadhan tetapi tidak melengkapkannya dengan solat Sunat Tarawih.


“Sesiapa yang mendirikan solat (Tarawih) pada malam hari di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ikhlas, maka Allah mengampunkan segala dosanya yang telah lalu.” (Hadist riwayat Bukhari)

Sejarah Solat Tarawih ialah bermulanya di Masjid Nabawi, ketika mana malam pertama Ramadhan Nabi Muhammad saw mengerjakan Solat Tarawih dan diikuti oleh sahabatnya yang berada di masjid tersebut. Malam kedua Nabi Muhammad saw mengerjakan lagi Solat Tarawih dan diikuti lebih ramai lagi para sahabatnya. Pada malam ketiga lebih ramai lagi para sahabatnya menunggu Nabi Muhammad saw untuk mengerjakan Solat Tarawih, tetapi Nabi Muhammad saw tidak hadir pada malam tersebut. Pada keesokkan harinya, para sahabat bertanya kepada Rasulullah akan hal tersebut. Rasulullah menjawab kuatir Solat Tarawih tersebut diwajibkan. Peristiwa ini berdasarkan Hadis yang diriwayatkan oleh Saidatina Aisyah ra bermaksud :

"Pada suatu malam Nabi Muhammad s.a.w. solat dimasjid, maka para sahabat mengikuti solatnya. Pada malam berikutnya, Baginda s.a.w. solat lagi dimasjid dan para sahabat yang mengikutinya bertambah ramai. Lalu mereka berhimpun pada malam ketiga atau keempat, tetapi Nabi Muhammad s.a.w. tidak keluar kemasjid untuk solat bersama mereka. Pada sebelah paginya Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya aku melihat apa yang kamu kerjakan dan tidak ada sesuatu apa pun yang mencegah aku untuk keluar mengerjakan solat bersama kamu semua kecuali aku khuatir kalau- kalau kamu menganggap solat itu diwajibkan atas kamu." (Riwayat Muslim)

Rakaat Solat Tarawih

Ulamak dari empat mazhab bersepakat bahawa Solat Tarawih mempunyai 20 rakaat tidak termasuk dengan witir. Hujah ini berdasarkan kepada :
1. Pada zaman Umar ibnu al-Khattab r.a. umat Islam mengerjakan Solat Tarawih dalam bulan Ramadhan sebanyak 20 rakaat.
2. Hadith riwayat Imam Malik dalam kitab Al-Muwatta' . Yazid bin Rauman berkata: "Pada zaman Umar ibnu al-Khattab r.a. orang ramai mengerjakan Solat Tarawih sebanyak 23 rakaat. ( 20 rakaat Tarawih dan 3 Rakaat Witir)
Pendapat dari ulamak muktabar Tentang Rakaat solat Sunat Tarawih ialah :
1. Syeikh Al-Dardir dalam kitabnya Aqrabul Masalik'ala Mazhab Al-Imam Malik mengatakan bahawa : "Bahawa Solat Tarawih itu 20 rakaat dilaksanakan selepas solat Isyak dan salam setiap dua rakaat selain witir.Solat Tarawih itu sunat dikerjakan dirumah jika masjid telah penuh dengan jamaah yang mendirikan Solat Tarawih. akan tetapi jika masjid kosong daripada Solat Tarawih maka yang lebih utama adalah masjid dengan berjama'ah."
2. Imam Syafii dan Imam Abu Hanifah berpendapat bahawa : “Solat Tarawih itu berjumlah 20 rakaat berdasarkan ijma para sahabat pada zaman Khalifah Umar al-Khattab. Imam Ibnu Abdil Bar menerangkan: "Sungguh benar adanya daripada Ubai bin Kaab bahawa beliau Solat Tarawih dengan 20 rakaat bersama umat Islam tanpa ada perselisihan pendapat daripada para sahabat."
3. Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayah al-Mujtahid berkata: "Imam Malik dalam satu riwayat mengatakan Imam Abu Hanifah, Imam al-Syafii dan Imam Ahmad memilih 20 rakaat selain witir."
4. Imam Nawawi menerangkan: "Mazhab kami menetapkan bahawa Solat Tarawih berjumlah 20 rakaat dengan sepuluh salam selain witir. Ini terdiri daripada lima tarwihat (istirahat) dan satu Tarawih terdiri daripada empat rakaat dengan terdiri dua salam."
Jelas daripada semua pendapat ulamak di atas mengatakan bahawa Solat Tarawih mengandungi 20 rakaat. Hal ini tidak menjadi masalah kalau ada orang yang tidak mampu mengerjakan 20 hanya mengerjakan 8 rakaat. Dalam hal ini juga tidak perlu dipertikaikan dan tidak perlu berbalah atas alasan Rasulullah tidak melaksanakan Solat Tarawih sebanyak 20 rakaat di masjid. Ini semua hanya masalah furuk sahaja dan tiada dalil yang mengaharamkan atau mewajibkan perbuatan tersebut. Bergantung kepada kemampuan semua orang, jika mampu laksanakan 20 rakaat, maka lakukanlah 20 rakaat, kalau tidak mampu cukup hanya dengan 8 rakaat sahaja.
Solat Tarawih: 8 atau 20 rakaat?

“seringkali berlaku perbalahan dan pertelingkahan dalam melaksanakan ibadah-ibadah sunat dalam bulan Ramadhan terutamanya mengenai bilangan rakaat solat sunat Tarawih. Di samping itu, terdapat pula masyarakat Islam yang begitu beria-ia dan berduyun-duyun ke masjid dan surau untuk mengerjakan solat sunat Tarawih, pada masa yang sama mereka meninggalkan solat fardhu seperti Maghrib dan Subuh. Mengapa perkara begini boleh berlaku, adakah masyarakat kita masih tidak boleh membezakan mana yang lebih utama antara sunat dan fardhu?

Perbalahan dalam perkara-perkara khilaf seperti bilangan rakaat solat tarawih telah menyebabkan ada yang bermasam muka dan tidak bertegur sapa. Tidakkah mereka terfikir bahawa bermasam muka dan tidak bertegur sapa itu adalah haram, sedangkan puncanya datang daripada persoalan sunat yang menjadi khilaf di antara ulama?. Syeikh Dr. Fadl Hassan ‘Abbas telah menyatakan bahawa lebih elok ditutup pintu masjid agar tidak ditunaikan solat sunat tarawih sekiranya perbalahan tentangnya menyebabkan perpecahan berlaku di antara umat Islam! Manakah yang lebih penting, solat sunat atau persaudaraan Islam?

Ada pula masyarakat Islam yang memang seronok melihat perbalahan dan pergeseran berlaku di kalangan jemaah di masjid dan di surau. Lalu mereka sentiasa membawa serta membesar-besarkan isu ini dan mengapi-apikannya. Sedangkan mereka sendiri hanya menunaikan dua rakaat solat tarawih sahaja, lantas terus ke kedai kopi untuk berbual dan membuang masa. Sebagai umat Islam, kita hendaklah menghindarkan diri daripada perbalahan yang tidak berfaedah, sebaliknya hendaklah kita menumpukan sepenuh perhatian kepada ibadah yang patut dilakukan pada bulan Ramadhan yang mulia ini.

Solat Tarawih ialah solat sunat muakkad. Sekiranya seseorang itu meninggalkan solat Tarawih, dia tidak berdosa, akan tetapi seseorang itu akan mendapat dosa sekiranya mewujudkan perbalahan tentang bilangan rakaatnya sehingga menimbulkan pergeseran di antara umat Islam di masjid. Solat Tarawih bermula sebaik sahaja seorang itu selesai daripada mengerjakan solat fardhu ‘Isya (seeloknya selepas mengerjakan solat sunat Ba‘diyah ‘Isya’ kerana solat tersebut juga adalah sunat muakkad). Waktu untuk menunaikan solat Tarawih berkekalan sehingga terbit fajar. Ia dikerjakan dengan dua-dua rakaat. Jika dikerjakan solat Tarawih itu empat rakaat dengan satu salam, maka tidak sah solatnya, kerana menyalahi yang disyariatkan. (lihat kitab Al-Majmuk).

Persoalan mengenai jumlah raka’at solat Tarawih, sebenarnya ia merupakan perkara lama yang telah pun dibincangkan oleh ulama-ulama mu’tabar, tetapi malangnya ia sentiasa diungkit-ungkit dan ditimbulkan kekecohan oleh pihak-pihak yang masih tidak berpuas hati. Bilangan rakaat solat Tarawih adalah perkara yang termasuk di dalam perbezaan pendapat Ulama. Seseorang Muslim tidak boleh bersikap bersikap keras dalam perkara yang ada perbezaan pendapat di kalangan ulama.

Mengikut Syeikh Dr. Abdul Malik al-Sa’di, tidak terdapat dalil yang benar-benar pasti tentang bilangan rakaat solat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah saw kerana terdapat pelbagai riwayat tentang bilangan rakaatnya. (Lihat buku al-Bid’ah fi al-Mafhum al-Islamiy al-Daqiq, halaman 119). Oleh itu, semakin banyak Ibadah yang dilakukan pada malam-malam Ramadhan, maka semakin banyaklah pahala yang akan diperolehi.

Terdapat segelintir umat Islam bersikap keras dengan menyatakan bahawa solat Tarawih hanya 8 rakaat, dan sesiapa yang melakukan lebih daripada 8 rakaat merupakan suatu perkara bid’ah. Hujahnya ialah hadis daripada Abu Salamah bin Abdul Rahman yang bertanyakan Sayyidatuna Aisyah r.a : “Bagaimanakah solat Nabi s.a.w. di dalam bulan ramadhan?” Maka jawab Sayyidatuna Aisyah: “Nabi tidak melebihkannya di dalam Ramadhan dan di luar Ramadhan melebihi 11 rakaat …(11 rakaat ialah setelah dicampur 3 rakaat Witir)” (Hadis Riwayat Imam Bukhari).

Kalau diteliti hadis ini, ia hanya menunjukkan kebiasaan Nabi s.a.w. menunaikan solat malam di dalam bulan Ramadhan dan selainnya dengan 11 rakaat. Namun begitu, dalil-dalil yang jelas menunjukkan bahawasanya solat malam ini termasuklah solat tarawih tidak terikat dengan bilangan tertentu, sepertimana hadith yang diriwayatkan daripada Ibnu ‘Umar, seseorang bertanya kepada Nabi s.a.w. tentang solat malam, Maka jawab baginda : “Solat malam itu dua rakaat, dua rakaat, jika seseorang kamu bimbangkan masuknya waktu subuh maka dia solatlah satu rakaat sebagai solat witir.” (Hadith riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Justeru apabila dilihat pendapat para ulama yang mu’tabar, akan didapati bahawa bilangan rakaat solat Tarawih tidak terikat dengan bilangan tertentu. Menurut Jumhur ulama’ pula iaitu yang terdiri daripada ulama’ aliran mazhab Syafie, Hanafi, yang rajih di sisi Imam Ahmad, al-Thauri, Daud dan sebagainya, mereka menyatakan bahawa bilangan solat Tarawih ialah 20 rakaat berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan selainnya yang bermaksud: “Bahawasanya mereka (sahabat-sahabat) nabi, mendirikan solat (Tarawih) dalam bulan Ramadhan pada zaman Umar bin al-Khattab dengan 20 rakaat.” (Telah mensahihkannya al-Hafiz al-’Iraqi dan al-Subki).

Di samping itu, terdapat riwayat daripada para ulama’ salaf yang menunaikan solat sunat Tarawih lebih daripada 20 rakaat. Terdapat di kalangan mereka yang menunaikan sebanyak 46 rakaat, 41 rakaat, 39 rakaat, 36 rakaat, 34 rakaat dan 24 rakaat. Ada pula yang menunaikan 16 rakaat dan 13 rakaat. (Rujuk buku al-Bid’ah fi al-Mafhum al-Islamiy al-Daqiq, halaman 120).

Menurut Syeikh Muhammad bin Soleh al-’Uthaimin dalam kitabnya (Fatawa Syeikh Ibn ‘Uthaimin – 1/407), beliau berkata: “Dan perkara ini (bilangan rakaat Tarawih) adalah luas. Maka tidak diingkari ke atas siapa yang solat dengan 11 rakaat atau 23 rakaat….”, Katanya lagi: “Tidak sewajarnya bagi kita untuk berlebih-lebihan dan melampau-lampau. Sebahagian manusia ada yang melampau-lampau dalam bentuk (kononnya) beriltizam dengan Sunnah (Nabi) dalam bab bilangan (solat Tarawih), mereka mengatakan : “Tidak boleh ada tambahan atas bilangan (solat tarawih) yang datang dari sunnah. Mereka juga mengingkari dengan keengkaran yang keras terhadap sesiapa yang melakukan penambahan dalam perkara ini, mereka mengatakan perkara tersebut adalah dosa dan derhaka. Perbuatan ini tidak syak lagi kesalahannya. Bagaimana boleh jadi dosa dan derhaka, (kerana) telah ditanya kepada Nabi s.a.w. tentang solat malam, kemudian Nabi mengatakan : “Dua rakaat, dua rakaat”, dan baginda tidak menghadkan bilangan rakaatnya…. Maka apabila Nabi s.a.w. menerangkan kaifiat (cara solat) tanpa menghadkan bilangan (rakaat), telah diketahui bahawasanya dalam perkara ini adanya keluasan….”

Syeikhul Islam Ibn Taimiyyah pula berkata : “Dan solat tarawih itu bahawasanya solatnya sepertimana mazhab Abu Hanifah, al-Syafi’e, dan Ahmad dengan 20 rakaat, ataupun sepertimana mazhab Malik dengan 37 rakaat, atau 13 rakaat, atau dengan 11 rakaat, sesungguhnya (semua ini) baik, sepertimana yang telah dinaskan oleh Imam Ahmad dengan ketiadaan at-Tauqif. Maka boleh dilakukan dengan banyak rakaat dan sedikit berdasarkan panjang atau pendeknya qiam.”

Ibn Qudamah pula menyatakan : “Dan yang terpilih di sisi Abu Abdillah (iaitu Imam Ahmad) r.a. (solat malam) 20 rakaat, dan inilah pendapat at-Thauri, Abu Hanifah, as-Syafi’e, dan berkata pula Malik : “36 rakaat.” (Lihat kitab al-Mughni – 1/457). Imam al-Nawawi pula menyatakan: “Solat tarawih itu merupakan sunnah dengan ijmak para ulama. Mazhab kami (berpendapat) bahawasanya (bilangannya) 20 rakaat dengan 10 kali salam, boleh dilakukan sendirian dan berjemaah.” (Lihat kitab al-Majmu’ – 4/31).

al-Suyuti pula berkata : “Hadith-hadith yang sahih dan hasan dalam perkara qiyam Ramadhan dan galakan melakukannya tidak mengkhususkan bilangan (rakaat). Ia juga tidak juga thabit bahawasanya Nabi s.a.w. solat tarawih dengan 20 rakaat. Adapun solat malam ini, solat yang tidak disebutkan bilangannya. Baginda menghentikan (solat berjemaah) pada malam yang keempat kerana bimbang difardhukan ke atas umat, maka perkara ini akan menyusahkan mereka…..” (Lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah – 27/142-145) .

Jelasnya, bilangan rakaat solat Sunat Tarawih termasuk dalam perkara khilafiah yang tidak sepatutnya diperbalahkan. Sebaliknya setiap umat Islam hendaklah menumpukan perhatian untuk mewujudkan kualiti dalam Ibadah yang dilakukan serta mengikhlaskan diri kepada Allah swt. Rebutlah peluang, bonus dan ganjaran besar yang disediakan oleh Allah pada bulan Ramadhan ini. Jauhilah pertelingkahan dan pergaduhan dalam perkara-perkara furu’ kerana ia hanya akan merugikan umat Islam.

Macam-Macam La Nie..Sebelum Kawin Buat Pemeriksaan Jantina ?

Perlu ke tindakan sedemikian. Siapa yang berhak membuat pemeriksaan? Para wali ke? Mungkin memalukan tetapi itulah jalan yang perlu diambil untuk menyiasat mereka yang bakal berkahwin benar jantina mereka. Bahkan zaman pelbagai penyakit ini, perlu juga dibuat pemeriksaan… yelah!
Mana tahu kot2 pasangan membawa penyakit berjangkit. Setengah tempat mensyaratkan pasangan bebas daripada HIV kerana dibimbangi jangkitan penyakit aids. Kalau tak pun… tersalah jantina… sama sejenis?


GOWA - Wa Ode Nurmalasari, warga daerah Gowa, Sulawesi Selatan, menyesal telah menjalani pernikahan dengan Jonathan @ Jonny kerana tanpa disadari telah hidup bersama sesama jenis selama dua tahun.

Ketika ditanya semasa ditahan pihak polis, Jonny mengatakan telah menikah tahun 2009 dan telah membina rumah tangga selama dua tahun. "Hubungan yang saya lakukannya dengan istri saya hanya sekadar menyentuh tubuh bagian atas. Saya tidak pernah berhubungan badan apalagi memakai alat bantu," ungkapnya.

Terbongkarnya identiti Jonny, ketika beliau hendak berkahwin lagi dengan seorang perempuan muda asal Gowa. Awal berkenalan melalui SMS dengan mengaku sebagai seorang pengawal keselamatan swasta.
Ayah perempuan itu, Syamsuddin mengaku, awalnya mereka mempercayai Jonny orang baik-baik dan bersetuju untuk mengahwinkan Jonny dengan putrinya. Tetapi setelah mendengar beberapa maklumat dan timbulnya kecurigaan dari beberapa keluarga terdekat lalu Syamsuddin memutuskan melakukan pemeriksaan.

"Awalnya tidak percaya, lalu ketika dia datang ke rumah dan terus memaksanya dengan memasukkannya ke dalam bilik untuk diperiksa ternyata betul dia perempuan," ucap Syamsuddin.
Isteri Jonny, Wa Ode Nurmalasari menyatakan tidak percaya atas apa yang dialaminya, ternyata beliau berkahwin sesama jenis. Pun begitu, Ia sempat curiga atas tingkah laku suaminya yang tidak pernah mau menunjukkan alat kelaminnya. "Dia merasa kurang senang kalau disentuh dadanya, tetap saya menjalani kehidupan meskipun ada rasa curiga. Dan saya masih lagi tidak percaya kalau suami saya itu ternyata seorang perempuan," ujarnya.

Ketua unit siasatan Polis Gowa, Ipda Hambali mengatakan, Jonny disabitkan kesalahan akta 266 tentang pemalsuan identiti. "Kami menahan beliau kerana melanggar pemalsuan identiti, " tegasnya.

Adakah perlu bakal suami atau isteri dibuat spot-chek alat kelamin mereka. Yelah… zaman pembedahan lelaki menjadi perempuan dan perempuan menjadi lelaki. Dengan bayaran mereka menukar alat kelamin mereka. Orang ramai tertipu dengan aksi mereka sehingga sanggup mengahwini mereka tetapi rupa-rupanya sama sejenis.


Dunia udah nak kiamat. Baru-baru ini seorang lelaki di Kuala Terengganu iaitu Mohd Ashraf Hafiz bin Abdul Aziz telah ditolak . mahkamah permohonannya untuk menukar kad pengenalannya yang mencatatkannya lelaki apabila beliau telah membuat pembedahan jantina. Kalau tengok kepada fizikalnya… dengan berjilbab, Fuhh!!! Memang perempuanlah. Sesuai sangatlah buat bini… tetapi rupanya jantan!.


Berhati-hatilah saudara. Nampak smart, jujur. Slogannya bersih, cekap, amanah. Rupanya kaki rasuah, penipu dan songlap hak rakyat!!!. penasihatnya APCO Yahudi. Macam tu nak buat pemimpin? Bawak banyak2lah mengucap.

Sumber : http://ustsaifulbahri.blogspot.com/

Kalau Kak Ros Rasa Kena Fitnah , Kak Ros Saman Laa Blogger Tu...

Dalam kenyataan pertama sejak isu pembelian cincin berharga lebih RM24 juta muncul tiga minggu lalu, isteri Perdana Menteri, Datin Seri Rosmah Mansor, menyifatkan dakwaan yang mengaitkannya sebagai satu fitnah dan beliau tiada masa mahu melayan perkara itu.


Rosmah berkata, sebagai isteri Perdana Menteri beliau lebih senang memberi tumpuan terhadap perkara lebih berfaedah, terutama dalam hal dan agenda pembangunan rakyat daripada melayan isu tidak relevan.

“Tak ada apa yang saya nak cakap (mengenai pembelian cincin lebih RM24 juta) sebab saya tidak ada masa hendak layan perkara seumpama ini. Ikut sedap dia (blogger) saja hendak cakap (tuduh),” kata beliau dipetik Berita Harian hari ini.

“Ini bukan perkara seronok-seronok, ini adalah fitnah . . . apa yang saya tidak rasa? Semua saya sudah rasa (difitnah).

“Justeru, daripada saya layan perkara seumpama ini lebih baik saya beri perhatian kepada hal rakyat kerana itu lebih penting,” katanya kepada pemberita di Pokok Sena, Kedah, semalam.

IMAN SENJATA UTAMA DAN TAQWA BEKALAN UTAMA

Dari pena Mustafa Masyhur

Iman dan Pertolongan Allah


Sesungguhnya keadaan umat Islam menimbulkan rasa belas dan takut .. kelemahan, perselisihan, penguasaan musuh dan tipu daya mereka terhadap Islam dan Muslimin .... semua faktor-faktor ini mungkin menimbulkan sedikit rasa putus asa atau kecewa di dalam jiwa, tetapi keimanan kepada Allah dan merasa mulia dengan agamanya, jihad pada jalannya serta cinta kepada mati syahid tetap menimbulkan harapan yang besar terhadap pertolongan Allah. Adapun Allah adalah maha suci, maha kuat lagi berkuasa. Dialah penolong bagi hamba-hambanya yang beriman dan penunduk orang orang yang bongkak daripada musuh-musuhNya. Adapun kita di dalam bulan Ramadhan ini yang merupakan bulan kemenangan di mana peperangan Badar adalah sebaik-baik saksi terhadap pertolongan Allah bagi hamba-hambaNya yang beriman walaupun mereka sedikit. Allah berfirman

"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah berserta
dengan orang-orang yang sabar" (al-Baqarah: 249)

dan lagi

"(yang sebenarnya) bukanlah kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang
melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar" (al Anfal: 17)

Benar, sesungguhnya musuh zionis bermegah-megah dan mengiklankan permusuhannya serta niatnya yang keji terhadap orangorang
Palestin bahkan terhadap Muslimin seluruhnya, dan apa yang disembunyikan di sebalik hati-hati mereka adalah lebih besar.Sesungguhnya ia telah merampas satu cebisan yang begitu mulia daripada tanah air Islam kerana padanyalah al Masjidil Aqsa,qiblat yang pertama dan "Haram" yang ketiga. Berita-berita tentang penyambungan terowong di bawah masjidil Aqsa menunjukkan niat mereka untuk mendedahkan kepada kemusnahan. Dia juga berterusan untuk menyahudikan al Quds dan mengeluarkan orang orang
Palestin daripada timur al Quds. Mereka juga menuduh Siria membantu Hizbullah di Lubnan yang mempertahankan bumi Lubnan yang terjajah. Begitulah mereka bertindak seolah-olah merekalah tuan punya tanah dan tuan-tuan yang sebenar merupakan perampas. Kita juga mendapati Amerika dan beberapa negara barat menyokongnya dalam pencerobohannya dan kesombongannya.

Begitu juga kita melihat perangkap ke atas Muslimin pada berbagai penjuru, dan kelemahan bumi Islam serta tiadanya bantuan terhadap saudara-saudaranya sesama Islam yang terdedah kepada perangkap dan penderitaan ini. Tapi disebalik gambaran yang menyedihkan ini kita mestilah memulakan dengan diri kita untuk menjadi mukmin yang sebenar serta melazimkan diri kita dengan sifat-sifat mukmin, mendokong hak-hak ukhuwwah di antara kita dan memohon pertolongan daripada Allah niscaya Allah akan menolong kita ke atas semua musuh-musuh. Adapun masa depan adalah untuk Islam.

"Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah" (al Anfal: 39).
dan benarlah Allah berfirman:

"Dialah yang mengutuskan RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala
agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci" (as-Saff: 9)

ke atas Muslimin seluruhnya perlulah membetulkantawakal kepada Allah kerana Allahlah sebaik-baik pelindung dan pemberi
pertolongan. Dan hendaklah mereka menjadi seperti mereka yang telah disifatkan oleh Allah dalam firmannya:

"(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, kerana itu takutlah lepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan kurnia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai kurnia yang besar" (Ali Imran: 173-174).

Fenomena Penyembahan Syaitan (berita di Mesir: pent)


Sesungguhnya fenomena ini perlu kita selidik dan analisa maka kita berpendapat sesungguhnya Allah swt memberi amaran pada
kita terhadap tipu daya syaitan dan perangkapnya seperti firman Allah:

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), kerana syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala" (Faathir: 7)

dan firmannya lagi: "Bukankah Aku telah memerintahkan padamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan?

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. dan hendaklah kamu menyembahKu. Inilah jalan yang lurus"
(Yasin: 60 61)

Oleh itu ia menjadi satu kewajiban terhadap Muslimin untuk berpesan-pesan dengan kebenaran dan berpesan-pesan dengan kesabaran serta tolong menolong di dalam perkara kebaikan dan taqwa dan jangan tolong menolong di dalam perkara dosa dan permusuhan. dan firmannya lagi: "Inilah jalanKu yang lurus, maka hendaklah kamu ikuti. Janganlah kamu ikut jalan-jalan (cara
hidup) yang lain, kelak kamu akan bercerai berai dari JalanNya. Inilah yang dipesankan oleh Tuhanmu kepada kamu mudahmudahan
kamu bertaqwa" (al-An`am: 153).

Sepatutnyalah kita mengambil tahu sebab-sebab munculnya fenomena yang buruk ini agar kita dapat melindungi pemuda-pemuda kita daripada tergelincir ke dalamnya. Adapun saya mengira bahawa sebab utama berpuncanya daripada musuh zionis dan barat dan sesungguhnya Camp David telah membantu membawa penyakit ini. Zionism telah membawa kerosakan ini kepada negara kita. Mereka telah membantu kemasukan dadah dan kaset-kaset yang mengandungi penyelewengan serta lucah. Kita juga tidak lupa
bahawa Yahudilah bertanggungjawab disebalik atisme yang lahir di dalam sosialisme dan merekalah yang memerangi selain daripada Yahudi terutamanya Islam. Dan merekalah manusia yang paling kuat permusuhannya terhadap orang-orang mukmin.

Di antara sebab-sebab yang membantu kewujudan fenomena ini kerana tiadanya perasaan kewatanan di kalangan para pemuda dan keadaan kelemahan politik, kemewahan yang tidak syari dan kekosongan masa serta ketiadaan matlamat yang boleh menyibukkan pemuda-pemuda untuk membina masa depannya dan memperbaiki watannya serta banyak mengembara keluar negara lalu terpengaruh dengan fasad ini. Dan di antara faktor yang lain adalah tindakan kerajaan memerangi semangat keugamaan dan
gambaran mereka terhadap setiap Muslim adalah seperti Rahib (meninggalkan dunia) di samping penyempitan ini, dan begitu juga pemenjaraan dan mahkamah tentera dsbnya. Juga kosongnya silibus-silibus pelajaran daripada bekalan spritual dan pendidikan agama serta penambahan media-media yang merosakkan yang membantu menyesatkan dan membentangkan budaya-budaya asing
untuk menjadi contoh kepada pemuda dan pemudi. Begitu juga galakan beberapa buku puak sekular dan kiri terhadap memerangi agama dan tujuan mereka untuk mengasingkan agama dari negara. Semua ini menggalakkan kepada penyelewengan.

Di samping toleransi dalam memerangi dadah dan kekejian dan meninggalkan masyarakat menjadi mangsa pada media-media kerosakan dan
undang-undang juga tidak menjanjikan balasan yang boleh menghalang perkara tersebut.

Beberapa Tanggungjawab Keluarga dan Kerajaan


Di sana terdapat satu tanggungjawab yang besar ke atas institusi keluarga dan pentarbiahan terhadap anak-anak. Setiap penjaga (ibubapa) adalah bertanggungjawab terhadap penjagaannya serta wajiblah ke atas ayah dan ibu untuk mengambil berat terhadap didikan anak-anak, bukan untuk membantu mereka melakukan kerosakan dengan memberi mereka harta benda, kereta, dan
kurangnya pengawalan terhadap tindak tanduk mereka. Para bapa hendaklah mengetahui bahawa Allah akan mempersoalkan mereka tentang penjagaan. Wajiblah ke atas kerajaan untuk mendidik bangsanya melalui tauladan dan amalan yang serius serta produktif, di samping mengembeling tenaga pemuda ke arah pengeluaran yang produktif dan mendidik mereka berjihad dan menjaga tanah air daripada sebarang pencerobohan. Kami berharap daripada pemuda-pemuda untuk mengambil iktibar daripada fenomena ini. Maka janganlah
mereka mengabaikan urusan agamanya dan hendaklah mencari benteng pertahanan dariapada tergelincir kedalam jurang yang bahaya ini. Hendaklah mereka mempersenjatakan diri dengan senjata iman dan taqwa serta mengambil berat terhadap masa depan yang hakiki agar mereka berjaya di hari akhirat dengan syurga dan nikmatnya serta selamat daripada neraka dan apinya.
Sesungguhnya kami melihat bahawa fenomena penyembahan syaitan adalah satu fenomena sosial dan pendidikan pada peringkat yang pertama sebelum dia menjadi satu jenayah.

Oleh itu mestilah setiap ahli masyarakat dan pendidikan untuk mengkajinya dan meletakkan jalan penyelesaian yang sesuai untuk mengubatinya serta membersihkan masyarakat daripadanya dan kesannya. Media massa terutamnya television hendaklah mengadakan topik-topik perbincangan untuk memperingatkan para pemuda dan ketua-ketua serta tunggak negara kepada faktor faktor yang membawa kepada fenomena tersebut serta cara yang boleh menutup jalan yang membawa para pemuda jatuh ke dalam jurang ini. Metod-metod kekerasan sahaja bukanlah metod yang terbaik untuk penyembuhan
tetapi hendaklah khidamt peranan pasukan keamanan serta kehakiman untuk menumpukan perhatian terhadap siapa yang telah sabit jenayahnya dan memberi balasan yang sepatutnya.

Sister In Syaitan ( SIS ) Mengarut Lagi

Ratna Osman mewakili Sister In Islam berucap tentang hak wanita dalam satu forum yang dianjurkan oleh UMMA Trust dengan kerjasama AUT University.


Fahaman hukum feqah yang menyentuh kaum wanita yang ada sekarang yang didokong oleh para ulama konservatif banyak yang bertentangan dengan konsep keadilan yang ditekan di dalam Quran. Kata Ratna.


Umat Islam perlu mentafsir semula segala pandangan mereka terhadap hak-hak kaum wanita agar sama adil dan bersesuaian dengan keadaan semasa.




Hukum-hukum feqah yang ada tidak semestinya merupakan suruhan Tuhan dari Al-Quran, ia hanyalah tafsiran atau andaian manusia yang tidak semestinya selari dengan kehendak Tuhan. Feqah adalah ayat-ayat manusia, ia bukan firman Tuhan, jesteru itu ia boleh dipinda bersesuaian dengan kehendak semasa. Katanya lagi.


Ada persamaan dengan doktrin Kassim Ahmad dan mereka yang sealiran dengannya yang mencadangkan penilaian semula hadith kerana kata mereka ia merupakan riwayat manusia yang terdiri daripada para sahabat dan juga pengikut para sahabat. Maka tidak ada jaminan akan ketulinannya dan terpelihara daripada pemesongan. Berdasarkan alsan tersebut mereka mengajak umat Islam agar hanya merujuk kepada Al-Quran sahaja sebagai sumber hukum.


Mereka mencari jalan selamat dengan menolak khilaf manusia tanpa menafikan keTuhanan dan juga Kenabian. Jika mereka menolak hadith, mereka sebenarnya menolak periwayat hadith tersebut, dan jika mereka menolak hukum, mereka sebenarnya menolak interpretasi manusia.


Kemajuan teknologi maklumat membuatkan manusia terdedah dengan berbagai ilmu dan pemikiran, berserabut dan bercampur aduk. Oleh kerana banyak yang mereka tahu maka ramai manusia yang merasakan mereka sudah cukup tahu....wallahu'alam.

BN Melaka Tidak Mampu Menjaga Islam Walaupun Selalu Menyalak Mereka Pembela Islam

Thursday, July 28, 2011

Oleh: Putera Santubong

PAKAI TUDUNG DI MAHKOTA HOSPITAL MELAKA SATU KESALAHAN

Mahkota Hospital Melaka TIdak Izin Pekerja Wanita Pakai Tudung
Rupanya, dalam sebuk-sebuk UMNO ke hulu ke hilir menjaja kononnya hak Melayu semakin tergadai, Islam semakin dalam bahaya, DAP semakin ganas menentang Islam, rupanya dalam negeri Melaka sendiri Islam dihinjak-hinjak.

Beza Melaka berbanding negeri lain dalam Persekutuan Tanah Melayu adalah UMNO menguasai 2/3 kerusi di Dewan Undangan Negeri Melaka. Maksudnya, UMNO mampu memerintah Melaka TANPA Barisan Nasional ataupun parti2 lain.

Namun, dalam negeri yang dikuasai sepenuhnya UMNO ini, hospital Mahkota Melaka telah tidak mengizinkan pekerja wanita mereka memakai tudung. Saya sendiri melihat dengan mata kepala saya betapa pekerja2 wanita ini memakai ID yang ada gambar mereka memakai tudung, tapi di depan saya mereka membuka tudung.

Rupanya, ia adalah arahan rasmi dari pentadbiran Hospital Mahkota Melaka dan ia berlaku di bawah pengawasan kerajaan UMNO Melaka.

Kalau di negeri yang mereka kuasai 100% macam ni pun mereka tidak dapat memperjuangkan hak orang Islam yang begitu mudah, apa lagi yang boleh kita harapkan dari UMNO.

Kalau tak salah saya juga, Mahkota Hospital ini juga sebuah Hospital kepunyaan Singapore sahabat akrab Yahudi Israel.

Video Polis BERSIH 2.0 Tak Dapat Tempat Di Hati Rakyat..

KUALA LUMPUR, 27 Julai: Video Bersih 2.0 yang dirakam dan ditayangkan oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) ternyata tidak diminati oleh orang ramai untuk menontonnya atau 'tidak laku', sehingga Menteri Penerangan terpaksa digunakan untuk memberikan publisiti mengenainya.

Sekiranya video itu menarik dan benar-benar menceritakan kejadian sebenar, ia pasti akan menarik perhatian orang ramai menontonnya tanpa dipaksa.

Naib Presiden PAS, Datuk Mahfuz Omar menegaskan, dengan itu, pihak PDRM hanyalah melakukan kerja yang sia-sia dan membazirkan wang rakyat untuk menghasilkan video itu kerana ia tetap tidak diminati oleh orang ramai.

Menurut beliau, nasib video polis itu samalah seperti nasib filem-filem negara yang sememangnya tidak menarik minat orang ramai untuk menontonnya walaupun pembikinannya mengambil masa agak lama dan memakan belanja yang besar.

Katanya, untuk tidak mensia-siakan pembikinan video itu, pihak kerajaan kini terpaksa memaksa stesyen-stesyen TV di tanah air menyiarkannya tetapi usaha tersebut tetap gagal, apabila hanya pihak RTM sahaja yang sudi menayangkannya.

"Keengganan stesen-stesen TV lain khususnya TV swasta untuk menayangkan video polis itu kerana diyakini video itu tidak akan menarik perhatian orang ramai untuk menontonnya, malah kalau disiarkan pasti akan memberikan kesan buruk kepada stesen-stesen TV itu sendiri.

"Kini media-media utama tanah air yang dikuasai kerajaan sudah tidak lagi dipercayai oleh orang ramai. Sekiranya video polis itu juga turut disiarkan, orang ramai pasti akan menjadi lebih tidak mempercayai stesyen-stesyen TV berkenaan. Menyedari hakikat itulah stesen-stesen TV swasta enggan menyiarkannya," katanya ketika dihubungi, hari ini.

Beliau berkata demikian ketika diminta mengulas mengenai seruan Menteri Penerangan, Datuk Seri Dr Rais Yatim supaya rakyat negara ini hanya melihat video Bersih 2.0 yang ditayangkan oleh PDRM berhubung himpunan Bersih 2.0.

Menurut Mahfuz, saranan Rais itu sememangnya menggelikan hati kerana ia jelas membuktikan video tersebut tidak diminati oleh orang ramai untuk menontonnya, sehingga menyebabkan pihak kerajaan terpaksa menggunakan Menteri Penerangan untuk membuat publisiti mengenainya dan membuat seruan seperti itu.

Beliau yang juga Ahli Parlimen Pokok Sena juga yakin pihak RTM sendiri sebenarnya turut tidak berminat untuk menyiarkan video itu, tetapi ia terpaksa disiarkan juga kerana terpaksa setelah dipaksa oleh kerajaan BN yang memerintah negara kita sekarang.

"Rakyat negara kita sekarang sudah semakin cerdik. Rakyat sendiri tahu yang mana video yang bermutu dan yang mana video yang tidak bermutu.

"Rakyat sendiri tahu yang mana video yang benar dan yang patut ditonton dan yang mana video yang tidak benar yang tidak patut ditonton malah kalau ditonton pasti hanya menggelikan hati.

"Oleh itu, pihak kerajaan sendiri dapat mengambil pengajaran dari nasib malang yang dialami oleh video polis itu untuk mengetahui realiti sebenar tentang rakyat di negara kita sekarang yang sudah tidak boleh diputarbelitkan lagi," tegas beliau.

Malah semakin diputarbelit, tegas beliau, rakyat akan menjadi semakin marah dan meluat dengan kerajaan sehingga menyebabkan segala tindakan kerajaan sekarang akan menjadi pertikaian di kalangan rakyat.

"Begitulah nasib kerajaan BN kini setelah sekian lama memerintah dan setelah sekian lama memutarbelit dan menzalimi rakyat dalam pelbagai aspek," ujar beliau. -harakahdaily

Bukan jaminan telus: Azizah

Wednesday, July 27, 2011
SHAH ALAM – Sistem biometrik yang akan diperkenalkan Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) tidak menjamin ketelusan dalam proses pembuangan undi malah ia mungkin akan dimanipulasi warga asing.

Presiden PKR, Datin Seri Wan Azizah berkata, kerajaan perlu menggunakan kaedah dakwat kekal bagi menentukan pilihan raya umum Malaysia, bersih, adil dan saksama walaupun penggunaan tersebut dikatakan jumud.

Malah, Wan Azizah juga kesal dengan pembatalan penggunaan dakwat kekal di saat akhir pada pilihan raya umum lalu (PRU-12) yang dikatakan sudah luput tarikh.

“Biometrik itu siapa tahu, ada warga Bangladesh digunakan untuk membuang undi. Kita tidak tahu. Biometrik itu tidak menjamin bahawa satu orang satu undi ataupun satu rakyat satu undi.

“Ini yang hendak kita tentang, sebab itulah kita bangun mengadakan perhimpunan Bersih 2.0. Allah sudah tentukan sekiranya rakyat bangun dengan keberanian, Insya-Allah kita akan menang,” katanya.

Beliau berkata demikian pada Majlis Pelancaran Logo “SELANGORKU” di Stadium Malawati Shah Alam yang dirasmikan Menteri Besar Selangor, Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim pada malam Ahad.

Terdahulu, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak berkata, kerajaan bersetuju memberi peruntukan kepada SPR bagi melaksanakan sistem biometrik.

Menurutnya, pelaksanaan sistem tersebut bagi menjamin pilihan raya yang adil tanpa timbul lagi isu pengundi hantu sebagaimana didakwa oleh Pakatan Rakyat (PR).

Beliau berkata, langkah tersebut membuktikan kerajaan mahu memastikan sistem yang dilaksanakan dalam pilihan raya di negara ini merupakan yang terbaik.

PAS mahu SPR guna dakwat kekal, bukannya biometric

KUALA LUMPUR, 27 Julai — PAS berpendirian bahawa Suruhanjaya PIlihan Raya (SPR) wajar menggunakan dakwat kekal berbanding sistem biometrik dalam pilihan raya umum akan datang.

Presidennya Datuk Seri Abdul Hadi Awang (gambar) berkata, pihaknya berpendirian bahawa penggunaan sistem biometrik bukan penyelesaian terbaik mengatasi isu pengundi hantu.

“PAS tetap berpendirian untuk mendesak supaya SPR menggunakan dakwat celup jari ketika mengundi bagi membasmi pengundi hantu dan juga pengundi yang mengundi banyak kali dalam setiap pilihan raya,” kata beliau dalam satu kenyataan dikeluarkan menerusi blognya semalam.

“Begitu juga pendaftaran pemilih secara automatik,” kata Ahli Parlimen Marang ini sambil menambah, “kita pelik bagaimana SPR boleh bekerjasama dengan Jabatan Pendaftaran Negara dalam pengendalian biometrik ini, tetapi tidak boleh bekerjasama dalam mengendalikan pendaftaran pemilih secara automatik.”

Kedua-duanya merupakan antara isu yang menjadi tuntutan Bersih 2.0.

PKR juga melahirkan pendirian yang sama Ahad lalu.

Hadi juga menambah, sistem biometrik masih boleh dimanipulasikan oleh pihak yang mengendalikannya terutamanya pegawai yang bertugas di pusat mengundi.

“Cadangan SPR untuk menggunakan kaedah biometrik bagi menyelesaikan isu pengundi hantu dan pengundi bertindan bukan penyelesaian yang sebenar.

“Malah ia juga terdedah kepada manipulasi pihak yang mengendalikannya kerana hanya segelintir yang ada kepakaran dan terlibat dalam mengendalikan sistem ini,” katanya.

Sabtu lalu, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak mengumumkan kerajaan bersetuju memberi peruntukan kepada SPR bagi mengadakan sistem biometrik dalam mengesahkan pengundi yang sah pada pilihan raya.

Beliau berkata, ia adalah salah satu usaha untuk memastikan pilihan raya di negara ini dijalankan secara telus dan adil.

Dalam komennya kepada The Malaysian Insider kelmarin, badan pemantau pilihan raya tempatan Mafrel menegaskan sistem biometrik hanya boleh digunakan jika SPR dapat memberi jaminan berjaya menangani isu pengundi hantu sepenuhnya.

Pengerusinya Syed Ibrahim Syed Noh berkata, jika sistem biometrik masih gagal mengatasi isu pengundi hantu, amat tidak wajar SPR menggunakannya ketika pilihan raya ke-13.

Ketika bercakap pada satu wacana di Shah Alam petang semalam, Timbalan Pengerusi SPR Datuk Wira Wan Ahmad Wan Omar berkata, kajian mengenai sistem biometrik sudah berada di peringkat akhir tetapi SPR tidak dapat memberi jaminan sama ada ia boleh digunakan pada pilihan raya umum ke-13.

Spekulasi menyebut pilihan raya umum akan diadakan dalam waktu terdekat selepas sambutan Aidilfitri awal September ini.Mandat semasa Parlimen hanya berakhir April 2013.

“Kita masih di peringkat kajian dan kita tidak tahu bila pilihan raya akan diadakan kerana kita tak tahu bila Parlimen akan dibubarkan,” katanya.

Mengulas sistem biometrik yang mendapat tentangan Pakatan Rakyat yang tetap mahu dakwat kekal digunakan, Wan Ahmad berkata sistem itu akan menggunakan imbasan ibu jari tangan untuk mengesahkan identiti pengundi.

“Tiada seorang manusia pun yang mempunyai dua biometrik yang sama... apabila aplikasi ini sudah siap, kita dengan rekod biometrik yang terdapat di JPN, kita boleh padankan dengan daftar pemilih kita.

“Kita merasakan sudah sampai masa sistem ini digunakan untuk membersihkan daftar pemilih,” katanya.

Timbalan Pengerusi Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) Datuk Wan Ahmad Wan Omar hari ini kene 'boo'

Timbalan Pengerusi Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) Datuk Wan Ahmad Wan Omar hari ini kene 'boo' dalam debat dengan pengerusi BERSIH 2.0 Datuk Ambiga Sreenevasan. Beliau juga kena 'boo' beberapa kali sehingga terpaksa merayu kepada hadirin supaya memberinya peluang membuat penjelasan dalam debat yang dianjurkan oleh Kumpulan Karangkraf, sebuah pertubuhan media yang menerbitkan Sinar Harian dan beberapa majalah popular yang lain.












Ada 1 penjelasan dari Tok Wan yang MENARIK perhatian aku. Tok Wan menjelaskan bahawa SPR TIDAK MEMPUNYAI KUASA menguatkuasa dan menolak tanggungjawab meminda undang undang pilihan raya kepada Pejabat Peguam Negara. TAPI cuba korang ingat balik peristiwa hitam Negeri Perak. SPR TAK ADA KUASA meminda undang undang, tetapi dalam Hal Perak, SPR MENGATASI undang undang. Kejap ada kuasa kejap xde kuasa? Kalau SPR tiada kuasa, SIAPA ada Kuasa? Contoh paling mudah dilihat, SPR menguatkuasakan melarang pondok panas semasa hari mengundi, dalam hal ni ada pulak kuasa SPR walhal tiada undang2 di digubal di parlimen. Apa guna AKTA PILIHANRAYA? Baru aku tahu AKTA itu hanya tinggal AKTA kerana SPR tiada kuasa menguatkuasakan apa dibawahnya.













Jangan terkejut jika ESOK Utusex Meloya akan keluar tajuk utama SPR MENANG DEBAT DENGAN AMBIGA. Bukan tak pernah jd dengan sorang Pak Menteri tu bila berdebat ngan Anwar. tetibe je keluar paper esoknya kata dia MENANG DEBAT, ANWAR KANTOI. Dari penelitian aku, dah jelas KEBENARAN siapa yang mengawal SPR. Terbukti SPR bukan lagi Suruhanjaya Piliharaya tetapi telah menjadi SENJATA PEMERINTAH RAKUS.



Nak gelak laaaaaaaaaaaaa... kah kah kaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa​aaahh!!! BoooooooooooOOOOOOOOOOOOoooooO​oooOoooo!!!

Read more: http://biaqpila.blogspot.com

Mai Tengok Gambar Pasangan Paling Bahagia... Aku Copy Je Tau....

Tuesday, July 26, 2011

Salam Sejahtera,


Inilah akibatnya kalau rakyat dah cukup marah, dah hilang kesabaran......









Apakah kita boleh rasa bahagia dengan sikap rakyat yang dah menunjukkan rasa benci dan bosan..... Hanya manusia yang tak beriman sahaja yang tak merasakan apa-apa.... derkkkk aja..


Bukan setakat gambar ini sahaja, malah bermacam-macam tohmahan yang rakyat luahkan dalam facebook Najib.... .facebook. .


Sumber : facebook.com /


Komen : Nampaknya URL Facebook untok gambar ni dah didelete... tak ada lagidah... aku dapat pada jam 6.30 pagi, dah banyak lagi gambar yang ko orang boleh tengok kat siasahkini.


Lagi satu gambar 1Malaysia telag dipornokan.... Tak tergamak aku nak siarkan disini.... Nak lihat juga... KLIK kah,kah,kah ...

Dulu Bimbang Dengan Kristian , Lepas Tu Dengan Komunis , La Dengan Wahabi Pulak , Next....?

Majlis Keselamatan Negara (MKN) hari ini menimbulkan kebimbangannya terhadap beberapa tokoh agama di Malaysia, termasuk bekas Mufti Perlis Prof Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin yang dikaitkan dengan fahaman Wahabi dan aktiviti terorisme.

Menurut sumber, dalam taklimat tertutupnya yang antaranya disertai mufti dan wakil majlis agama Islam negeri di Putrajaya hari ini, seramai 40 ulama muda Umno turut dikaitkan sama.

"Kerajaan Arab Saudi didakwa menjadi dalang di sebalik apa yang berlaku. Saudi dikatakan di belakang tokoh-tokoh ini," dakwa sumber itu.

Usaha Malaysiakini menghubungi pihak MKN - majlis bawah Jabatan Perdana Menteri - di Putrajaya untuk mengesahkan dakwaan tersebut setakat ini belum berhasil.

Menurut sumber, dalam taklimat lebih tiga jam bermula 9.30 pagi tadi, tokoh-tokoh yang disebutkan itu dikatakan 'dinaungi' kerajaan Arab Saudi dan beberapa lagi negara teluk seperti Kuwait dan Bahrain.

"Saudi juga dikatakan penyumbang kepada faktor kejatuhan kerajaan (empayar Islam Turki) Uthmaniyah (1299-1923)," dakwa sumber-sumber.

Dr Asri: Hati-hari sokong parti kerajaan

Seorang tokoh agama Selatan Thailand Ismail Lutfi juga dikaitkan dengan jaringan itu, tambah sumber.

Penceramah popular Dr Muhammad Uthman El-Muhammady dikatakan antara tokoh terlibat membuat pembentangan dalam majlis tertutup itu.

Tidak seperti ulama muda Umno, Dr Asri sebelum ini sudah pernah dikaitkan dengan aktiviti “terorisme agama” dalam taklimat anti-keganasan anjuran pihak polis.

Sementara itu, Dr Asri ketika dihubungi Malaysiakini secara sinis berkata tidak terkejut dengan dakwaan itu kerana sekarang ini "orang yang memakai baju kuning pun boleh dianggap komunis".

Bagaimanapun, tambahnya, beliau agak pelik tentang kedudukan ulama muda Umno - antara yang didakwa berhempas pulas mempertahankan kerajaan - juga boleh disenaraikan.

"Jadi, saya minta golongan ulama berhati-hatilah hendak berjasa dengan parti kerajaan," sindirnya yang pernah diurakan-urakan akan menyertai Umno bersama kumpulan itu sebelum ini.

'Tolak juga fahaman tak demokratik'

Dr Asri juga mempersoalkan kewajaran mengaitkannya dengan terorisme sedangkan Ketua Polis Negara Tan Sri Ismail Omar (kiri) sendiri didakwa tidak keberatan memohon bantuan daripadanya dalam sesuatu isu.

"Seminggu sebelum perhimpunan BERSIH2.0, ketua polis negara sendiri telefon saya untuk bantu tenteramkan masyarakat (yang hendak berhimpun). Takkanlah ketua polis negara menghubungi teroris?

"Semalam bekas perdana menteri Tun Abdullah Ahmad Badawi menziarahi rumah saya di sini (Pulau Pinang), takkan sebesar ini jaringan teroris," katanya yang terkenal dengan kelantangan dan sifat sinikal itu.

Mengulas tentang kerajaan Arab Saudi yang dilibatkan sama, Dr Asri menyuarakan kebimbangannya terhadap kemungkinan terjejasnya hubungan diplomatik antara kedua-dua negara yang baik ketika ini.

Berhubung fahaman Wahabi, Dr Asri berkata, beliau berpendirian, aliran itu - merujuk kepada tafsiran menolak kepelbagai pandangan dalam agama - hendaklah ditolak seluruh umat Islam.

"Dalam masa yang sama, (kena) tolak juga fahaman yang tidak demokratik, yang anti hak rakyat, anti hak bersuara dan hak berkumpul rakyat.

"Ulama mesti fikir, fahaman tidak demokratik juga ancaman kepada negara pelbagai kaum seperti Malaysia," kata pensyarah di Universiti Sains Malaysia (USM) itu.

Ramadhan Akan Tiba , Bagaimana Kita Menyambutnya ?

Cara Menyambut Bulan Ramadhan

Segala pujian kepada Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, salawat dan salam buat Junjungan mulia Sayidina Muhammad dan kepada keluarganya.
Saudara-saudari seislam yang dimuliakan,
Andainya seorang teman yang anda kasihi dan segani, menghubungi anda dan menyatakan hasratnya ingin berkunjung ke rumah anda serta singgah untuk beberapa hari, apakah yang akan anda lakukan sempena kedatangannya dan apakah perasaan anda?

Tentunya anda bergembira, menyediakan persediaan bagi menerima kunjungannya dengan mengemas rumah anda dan mengadakan keperluan yang sepatutnya bagi tetamu tersebut. Bukankah begitu yang selayaknya anda dan teman-teman anda akan lakukan ?

Jika demikian…wahai saudara-saudari yang dikasihi Allah… bagaimana pula yang akan datang menjengok anda bukan sahaja dikasihi oleh diri akan sendiri bahkan ianya dikasihi oleh Pencipta anda Allah swt, RasulNya Muhammad saw dan sekelian orang-orang yang beriman !

Tetamu yang akan berkunjung ini membawa bersamanya sepanjang siang dan malamnya kebaikan dan keberkatan dari Allah swt ! Ia adalah bulan Ramadhan yang mulia, bulan berpuasa dan bertilawah al-Quran, bulan tahajjud dan qiyamullail, bulan kesabaran dan ketaqwaan, bulan kerahmatan, keampunan dan kebebasan dari api neraka.

Terdapat padanya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan pemasungan syaitan, penutupan pintu-pintu neraka dan pembukaan pintu-pintu syurga. Kita memohon limpahan kurniaanNya.

Bulan gandaan pahala dan berkat untuk segala ketaatan dan kebaikan yang dilakukan.

Oleh kerana itulah sifatnya tetamu mulia ini, amat wajarlah bagi kita - orang yang mengetahui kehebatannya – menyambutnya dengan cara yang terbaik, bersedia untuknya dengan menyiapkan dan membiasakan diri kita beramal padanya, moga-moga kita mendapat faedah dari kunjungannya dan apabila ianya pulang jiwa raga kita telah bersih dan suci dengan limpahan rahmat Allah. { Sesungguhnya telah berjayalah orang yang menyucikan dirinya (surah as-Syams 9)].

Dek kerana itulah ulama terdahulu menghargai tetamu ini… kerana itu diceritakan bahawa : { “Mereka memohon Allah lanjutkan usia mereka supaya dapat bersama bulan Ramadhan sepanjang enam bulan sebelumnya… apabila ianya berakhir mereka menangis sayu di atas pemergiannya dan berdo’a agar Allah menerima amalan mereka bagi bulan Ramadhan sepanjang berapa bulan selepas itu..} sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Rajab rahimahullah.


Cara Sambutan Ramadhan di pelbagai tempat


Firman Allah swt yang bermaksud : { Jika kamu ikuti (patuh) kepada kebanyakan manusia di muka bumi ini mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah (surah al-An’am 116) }.

FirmanNya yang bermaksud : { Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya (surah Yusuf 103) }

Saudara-saudari yang dikasihi ;

Sekiranya anda memerhatikan keadaan dunia Islam anda akan merasa kehairanan dan ta’jub dengan keadaan mereka di dalam menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini.

· Sebahagiannya menyambutnya dengan pelbagai kegiatan yang menyalahi hukum Allah swt…

· Sebahagiannya menyambutnya dengan berpesta, perhimpunan umum, nyanyian, tarian dan muzik…

· Sebahagiannya menyediakan filem-filem yang menyeronokkan sepanjang malam di bulan Ramadhan… yang dipenuhi dengan adengan yang memenuhi tuntutan nafsu berahi…

· Sebahagiannya menyambutnya dengan menjemput dan mengadakan pertemuan dengan penyanyi-penyanyi dan pelakon-pelakon filem seraya bertanya : “Apakah nyayian dan adengan lakonan yang bakal dipersembahkan ?”…

· Sebahagiannya menyiapkan agenda-agenda peraduan, pertandingan, uji bakat bulan Ramadhan yang menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah…dan lain-lain lagi.

Bukanlah begitu sepatutnya diraikan bulan Ramadhan yang berkat…dengan maksiat, kerja-kerja haram, memerangi kehormatan bulan mulia dan permusuhan dengan Allah yang maha kuasa.

Benarlah sabda Baginda saw yang bermaksud : “Ramai yang berpuasa habuannya hanyalah lapar dan dahaga” (riwayat Ahmad)

· Sebahagiannya menyambutnya dengan mengunjungi pasar-pasar, berasak-asak dengan orangramai bagi membeli pelbagai jenis makanan dan minuman ; seolah-olah bulan tersebut adalah bulan makan-minum, tidur di waktu siang, berjaga di malamnya dengan aneka hiburan dan pelakuan haram sambil mengucapkan kata-kata : “Selamat datang wahai Ramadhan…bulan keberkatan dan pahala..” menggantikan taubat, beramal soleh dan bersyukur kepada Allah dengan hati, lidah dan anggota.

Kepada mereka kita bacakan ungkapan penyair ;

“Wahai orang yang berkhidmat kepada dirinya alangkah deritanya dirimu,
Apakah kamu menuntut keuntungan pada pekerjaan yang merugikan,
Siapkanlah dirimu sempurnakanlah kelebihannya,
Kamu adalah insane kerana jiwa bukan kerana tubuh semata-mata.”


Pedoman Menyambut Ramdhan yang Dianjurkan


Cara yang dianjurkan oleh Islam adalah sebagaimana berikut ; secara ringkasnya :

i- Berdoa’ … semoga Allah melanjutkan usia anda dapat menyambut bulan Ramadhan… sebagaimana yang diamalkan oleh ulama silam, di samping memohon pertolonganNya dapat berpuasa, qiamullail dan beramal soleh padanya,

ii- Membersih diri dan bersuci… iaitu membersihkan diri dan jiwa dengan taubat nasuha dari segala dosa dan maksiat. Taubat ini adalah wajib pada setiap waktu.

Bagi mereka yang masih melakukan dosa kita tanyakan :

- “Jika anda masih dalam kekotoran maksiat, patutkah anda menerima hadiah pemberian Allah ini?”,

- “Bagaimana anda berpuasa lantas berbuka dengan perkara yang diharamkan?”,

- “Wahai mereka yang meninggalkan solat dengan sengaja ! Bagaimanakah puasamu akan diterima Allah sedangkan anda masih lagi meninggalkan rukun Islam kedua yang denganya anda terkeluar dari agama Allah?”,

- “Wahai mereka yang masih memakan hasil riba, rasuah dan haram ! Bagaimanakah kamu sanggup berpuasa, tidak makan yang diharuskan oleh Syara’ tetapi kamu berbuka dengan rezeki yang haram?”,

- “Wahai anak-anak yang menderhakai ibu-bapanya ! Bagaimanakah kamu rasa tenang untuk berpuasa sedangkan Jibri mendo’akan kemusnahanmu lantaran kederhakaanmu itu dan diaminkan oleh Junjungan saw?”,

- “Wahai saudaraku yang dikasihi! Bagaimana kamu harapkan puasamu dimakbulkan sedangkan kamu masih berada di landasan yang tidak diredhaiNya?”.

- “Tidakkah pernah dinyatakan kepadamu sabda Baginda saw : “Sesiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan terus mengerjakannya, Allah tidak akan menghiraukannya - tidak memberikan pahala kepadanya - (walaupun) dia tidak makan dan minum (berpuasa)” (riwayat al-Bukhariy).

Oleh kerana itu bertaubatlah kepada Allah swt dengan bersungguh-sungguh, pintu taubat sentiasa terbuka, taubat bukanlah sekadar meninggalkan perbuatan dosa.. bahkan ianya memerlukan pengembalian seluruh jiwa raga kepada Allah swt.

iii- Penyediaan diri bagi menyambut kedatangan Ramadhan… dengan menunaikan ‘ibadat puasa sunat pada bulan Sya’aban serta amalan kebaikan lain… ianya bulan diangkatkan segala amalan manusia kepada Allah swt … sebagaimana yang diriwayakan oleh Usamah bin Zaid : “Nabi saw berpuasa penuh pada bulan Sya’aban… atau berpuasa sebahagian besar pada bulan tersebut…”,


iv- Antara perkara terpenting ; mempelajari hukum-hakam puasa, mengetahui sunnah Nabi saw serta aturcara pusanya sebelum menghampiri bulan tersebut, mempelajari syarat-syarat puasa, sah batalnya , hukum berpuasa pada hari terakhir bulan Sya’aban (hari syak), perkara yang harus, wajib atau haram bagi seseorang yang berpuasa, apakah adab-adab dan sunat-sunat berpuasa, bagaimana ingin menunaikan I’badah qiyam (solat tarawih dan seumpamanya), hukum-hakam bagi orang uzur, sakit, musafir dan sebagainya pada bulan puasa, berkenaan bayaran zakat fitrah… dan seumpamanya. Begitu juga memahami cara ‘ibadah Nabi saw di bulan yang mulia ini terhadap dirinya, keluarga dan umatnya… puasanya… qiyamnya… kemurahannya…penjagaan pancainderanya… tadarus al-Quran… dan seterusnya.

v- Antara agenda seterusnya menyediakan jadual ibadah untuk bulan yang mulia itu dengan mengadakan program-program yang memenuhi waktu anda yang amat berharga itu bagi diri anda, keluarga, rakan-rakan … dengan membaca al-Quran, tadarus, hafazan… qiyamullail, menyediakan hidangan berbuka puasa untuk mereka, umrah, I’tikaf, bersedaqah, berzikir, membersihkan jiwa dan raga, ketaatan kepada Allah… dan seterusnya.

Saudara-saudariku yang dihormati :

Inilah secebis coretan antara perkara yang amat perlu diamalkan sempena kedatangan bulan Ramadhan yang dipenuhi dengan keberkatan ini… semoga Allah menyelamatkan kita dengan dijuruskan diri-diri kita kepada petunjuk yang benar dan jalan yang diredhaiNya, serta dijauhkan kita dari kesalahan yang menjurus kepada kebinasaan dan kesesatan.

Sebagai penutup bicara marilah sama-sama kita menyelami kata-kata ini :

Wahai mereka yang belum cukup baginya dosa di bulan Rajab,
Sehingga menderhakai Tuhannya di bulan Sya’aban,
Telah datang kepadamu bulan puasa selepas keduanya,
Janganlah jadinya juga bulan kederhakaan,
Bacalah al-Quran dan bertasbihlah padanya, dengan sunguh,
Kerana ia bulan tasbih dan bulan Quran,
Ramai mana yang kamu kenal orang terdahulu yang telah berpuasa,
Antara keluargamu, jiran tetangga dan sahabat handai,
Mereka telah meninggal dunia sedangkan kamu masih hidup,
Alangkah hampirnya masa mereka yang telah pergi dengan yang masih tinggal.

Ya Allah, sampaikan kami ke bulan Ramdhan… bantulah kami di dalam mengerjakan puasa, qiyam dan amalan soleh padanya dan di bulan-bulan yang lain, teguhkanlah pendirian kami di dalam ketaatan kepadaMu sehingga kami menemuiMu. Engkalah yang maha mendengar alagi maha menyahut do’a-do’a kami.


sumber : mufti.islam.gov.my

PDRM Buat Filem BERSIH2.0 Bagaikan Seekor Khinzir Mendakwa Taiknya Suci

Setelah sekian lama tunggu barulah polis menayangkan rakaman mereka tentang himpunan Bersih 2 yang kononya mereka punya tulen dan asli manakala yang pembangkang punya palsu dan telah diubahsuaikan. Adakah munasabah, dalam youtube dan internet ditayangkan pada hari himpunan itu berlaku, sempatkah untuk diubahsuaikan? Bagaimana pula rakaman yang dibuat oleh Media antarabangsa seperti BBC dan Al Jazeera?

Mereka ubahsuai juga ke rakaman mereka sebelum ditayangkan ke seluruh dunia? Yang pastinya semua rakaman polis itu lah sebenarnya yang diubahsuai dan semua kenyataan polis adalah karut umpama cuba menegakan benang yang basah. Rakyat bukan bodoh sekarang ini.

Begitu juga tentang punca kematian Baharuddin yang dikatakan patah tulang rusuk dan gigi. Kenyataan polis adalah meragukan kerana pihak hospital belum lagi mengeluarkan lapuran bedahsiasat tetapi polis dah tahu lebih awal. Nampak sangat pihak hospital telah diarahkan supaya mengeluarkan lapuran kelak sama seperti apa yang di nyatakan oleh polis nanti. Tidak pernah lagi kita dengar ada orang mati disebabkan oleh CPR, namun begitu, jika benar pihak hospital puncanya atau siapapun puncanya menyebabkan Baharudin mati, keluarga beliau harus mengambil tindakan undang-undang terhadap pihak hospital atau siapa saja. Tetapi tidak akan ada orang percaya bahawa beliau mati disebabkan oleh CPR.|

Begitu juga isu gas pemedih mata yang digunakan oleh polis. Polis menafikan jenama yang sama digunakan oleh pihak Zionis terhadap penduduk Palestin, jika bukan dari mana datangnya kelongsong gas itu? Adakah dikirimkan oleh rakyat Palestin melalui pos laju pada hari tersebut? Seluruh dunia sudah melihat keganasan polis melalui rakaman Al Jazeera dan BBC, tiba-tiba polis cuba hendak menafikanya. Lucu dan memalukan. Maruah polis jatuh teruk akibat terlalu mengikut arahan UMNO.

Insaflah wahai polis, kita ada agama, ada Nabi dan ada Allah. Kita akan ditanya nanti, nak jawab macamana? Nak minta maaf kat sapa? Puak-puak UMNO hanya lepas tangan saja nanti. Mereka dah kayaraya, harta dan wang bertimbun tapi polis apa yang ada? Mereka anak beranak seronok sakan, sekejap melancung ke luar negara dan kemana saja. Polis juga menjadi mangsa cacimaki, sumpah seranah dan menjadi musuh rakyat. Bagaimana anak-anak polis ingin berdepan dengan masyarakat akibat perbuatan ayah mereka yang mengikut telunjuk UMNO itu?

Kesihanlah pada anak-anak itu. Mereka melihat apa yang ayah mereka lakukan terhadap rakyat dan mendengar segala tohmahan yang dilemparkan oleh masyarakat terhadap ayah mereka. Dimana mereka nak sorokan muka? Bagaimana pula jika anak-anak polis itu diperlakukan sama seperti yang ayah mereka lakukan terhadap rakyat sekarang ini?

Pastinya mereka akan menyalahkan ayah-ayah mereka kelak. Mengapa kita sanggup melihat anak menjadi mangsa akibat angkara kita yang tidak peduli dan seolah-olah kita tidak punya agama dan tidak takut pada dosa dan neraka?

Apa-apa pun kenyataan atau rakaman yang dibuat oleh polis, majoriti rakyat negara ini tidak akan percaya dan tidak akan terpedaya. Pengalaman yang berlaku dalam negara membuktikan bahawa polis negara kita tidak lagi boleh dipercayai (kecuali polis trafik). Mereka akan lakukan apa saja penipuan, ugutan, merekacipta bukti, fitnah dan pembohongan semata-mata untuk untuk menutup segala keganasan dan kezaliman yang mereka lakukan terhadap rakyat, dan yang paling memalukan ialah mereka melakukan semua itu adalah semata-mata untuk melindungi penyelewengan dan kezaliman pemimpin UMNO untuk terus berkuasa. Sebaliknya segala jenayah, penipuan, rasuah, penyelewengan dan rompakan yang dilakukan oleh pemimpin UMNO ke atas hasil rakyat dan negara di tutup malahan dilindungi pula oleh pihak polis.

Bagaimana pun elok dicadangkan sekiranya ada peruntukan undang-undang yang boleh membawa kes jenayah dan keganasan yang dilakukan oleh polis ini ke Mahkamah Tribunal Jenayah antarabangsa, maka eloklah diseret Menterinya, Ketua dan Timbalan Polisnya, pegawai yang memerintah pada hari himpunan bersih termasuk komander FRU dan Cawangan Khas. Rakyat tidak boleh selama-lamanya membiarkan polis menggunakan kuasa dengan sesuka hati, seolah-olah mereka boleh buat dan bertindak apa saja terhadap rakyat yang menentang UMNO. Bumi Malaysia ini bukan hak UMNO dan bukan hak polis. Kita tidak boleh lagi mengharapkan polis untuk menjaga keamanan negara, keselamatan rakyat kerana sudah banyak bukti menunjukan bahawa polis bekerja atas perintah UMNO dan mengikut undang-undang yang ditentukan oleh UMNO bukanya undang-undang yang termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan. Apa yang pemimpin UMNO kata dan arahkan, itulah undang-undang buat polis, SPR, SPRM, mahkamah, pendakwaraya dan semua agensi kerajaan yang lainya. Siapa bantah, bersiaplah untuk ke penjara atau dibelasah separuh nyawa atau akan di fitnah dengan cara bukti yang direkacipta.

Inilah akibatnya apabila berada di bawah telunjuk UMNO yang merasakan mereka punya kuasa dan boleh buat dan arahkan apa saja. Yahudi/APCO dan Zionis dijadikan idola. Peraturan ala komunis digunakan semula semata-mata kerana kuasa dan harta.Akhirnya rakyat menjadi mangsa. Mudah-mudahan Allah jatuh dan hancurkan UMNO dengan segera supaya rakyat tidak terus menderita.

sumber

Rais Akan Tayangkan Video Tentang BERSIH2.0 versi PRDM di RTM

Rais anak Yatim akan menayangkan tayangan video tentang BERSIH2.0 versi PRDM di RTM dan rangkaian yang sewaktu dengannya secara berterusan.

Ha ha ha ha... Langkah terdesak untuk psycho para penonton RTM dan rangkaian yang sewaktu dengannya agar termakan dengan pembohongan mereka. Ini juga dilihat sebagai langkah memperbodoh mereka yang memang bodoh. Sebab... yang menonton RTM dan rangkaian yang sewaktu dengannya ialah para penyokong parti gerombolan UMporNO.

Orang lain yang menonton RTM dan rangkaian yang sewaktu dengannya, kalau menonton pun.... hanya untuk menghiburkan hati dan ketawa tengok lagak para badut yang buat 'persembahan'. Ini sebagai satu cara melegakan stress. Selepas bergelak ketawa melihat lawak badut-badut tersebut...... pasti legaaaaa!! Stress tiada lagi!!!

Fuuhh.... Banyak badut-badut yang handal berlakon dalam pentas politik di Malaysia. Mereka berpeluang mempamerkan persembahan dan lakonan mereka di RTM dan rangkaian yang sewaktu dengannya kerana mereka daripada production house yang sama iaitu UMporNO@BN Production House. Mereka ini.... pelawak bodoh first class. Sebab tu, Rais anak Yatim, promote giler-giler.... suruh rakyat tonton.

Setelah proses penggambaran selesai, kini.... RTM dan rangkaian yang sewaktu dengannya akan menayangkan drama berulang bertajuk Perhimpunan BERSIH 2.0 versi PRDM. Tayangan akan dibuat berulang-ulang dan berterusan bagi memperdaya golongan yang boleh diperbodohkan untuk mempercayai propaganda mereka.

Oleh itu, siapa yang menganggap dan rasa diri mereka bodoh dan suka diperbodoh-bodohkan, silalah tonton RTM serta rangkaian-rangkaian yang sewaktu dengannya. Kalau termiss tak per.... kerana tayangan ulangan akan menyusul. Selamat menonton!!


[sumber]

TERKINI!! Peguam Perancis William Bourdon Ditahan , Supaya Najib Tak Terkencing Di Riba Kak Ros

Friday, July 22, 2011

Peguam Perancis William Bourdon, yang berada di Pulau Pinang malam tadi untuk bercakap tentang urusniaga kontroversi pembelian kapal selam Scorpene yang didakwa melibatkan sogokan berjuta ringgit kepada pegawai kerajaan Malaysia, ditahan Jabatan Imigresen di Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA).

Menurut Pengarah Suaram, Cynthia Gabriel, pegawai imigresen masuk ke dalam pesawat untuk menahan Bourdon (kiri) sebaik sahaja beliau mendarat di KLIA.

"Beliau kini dibawa ke pusat tahanan imigresen di KLIA," kata Gabriel.

Bourdon mendarat di Pulau Pinang semalam dan berucap mengenai 'Ops Scorpene' di Bayan Baru malam semalam.

Peguam Perancis yang berkhidmat dengan pertubuhan tanpa keuntungan - Sherpa - dan mengkhusus dalam membela hak asasi manusia dan jenayah menentang kemanusiaan.

Bourdon dijangka mendedahkan butiran kontroversial mengenai pembelian kapalselam negara dengan firma gergasi pertahanan Perancis DCNS.

Syarikat itu didakwa membayar komisyen “yang amat tinggi” kepada pegawai kerajaan Malaysia yang terbabit dalam perjanjian yang dimeterai pada 2002 itu.

Bayaran komisyen kepada pegawai kerajaan dianggap satu jenayah mengikut undang-undang Perancis.

Suaram berharap dapat mengumpulkan dana sebanyak RM100,000 daripada majlis berkenaan yang juga dijadualkan di Ipoh dan Kuala Lumpur hari ini dan esok, bagi membiayai kos perundangan dalam kes yang difailkan di Paris yang akan dibicarakan di mahkamah terbuka pada September ini.

Kes berkenaan difailkan tahun lalu oleh Suaram, melalui Bourdon dan pasukannya mengenai dakwaan DCNS membayar RM540 juta sebagai komisyen kepada Perimekar.

Perimekar adalah subsidari KS Ombak Laut Sdn Bhd, yang mana pemegang saham utamnya adalah isteri Abdul Razak Baginda (kanan).

Abdul Razak pula adalah rakan rapat Perdana Menteri Datuk Seri Najib Abdul Razak yang didakwa terbabit dalam pembunuhan penterjemah warga Mongolia Altantuya Shariibuu tetapi kemudiannya dibebaskan.

Polis Lambat Keluarkan Video Kerana Banyak Sangat Kantoi Yang Perlu Di Edit Kah! Kah! Kah! Kah!

22 July 2011

Bersih : Polis Tutup Kezaliman Diri, Kata Mat Sabu

SHAH ALAM 21 JULAI : Timbalan Presiden PAS Mohamad Sabu hari ini menolak penafian polis menindas peserta perhimpunan aman Bersih 2.0 dan menyifatkan rakaman video yang dikemukakan oleh badan itu sebagai cubaan terdesak untuk menutup kezalimannya.


"Perkara ini tidak seharusnya berlaku, sudah tentu polis (akan) menafikan (tindakan) polis. Perkara ini seharusnya dilaksanakan oleh jawatankuasa penyiasat(bebas), kalau tanya Polis memang mereka akan memberi kenyataan macam itu," kata beliau kepada TvSelangor.


Selepas hampir dua minggu, Polis Bukit Aman tampil hari ini untuk menayangkan video yang menurut badan itu menunjukkan polis bertindak mengikut batas undang-undang dalam menyuraikan perhimpunan aman Bersih.


Puluhan ribu orang menyertai perhimpuan itu untuk menuntut pilihanraya bersih dan adil walaupun terpaksa menongkah arus tembakan air berkimia dan gas pemedih mata oleh polis.


Lebih 1,600 orang ditahan manakala Ketua Pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim dan pengawal peribadi beliau, Timbalan Presiden PAS Mohamad Sabu dan ahli parlimen Shah Alam Khalid Samad antara yang cedera.


Seorang meninggal dunia, namun polis hari ini mendakwa kematian Baharuddin Ahmad, 59, adalah akibat sakit jantung dan bukan kerana tindakan polis.


Malah, Pengarah Keselamatan Dalam Negeri dan Ketenteraman Awam Datuk Salleh Mat Rashid menuduh Mohamad Sabu mereka cipta dakwaan bahawa beliau dirempuh oleh sebuah Land Rover yang dipandu anggota polis sebelum dibawa ke hospital.


Salleh sebaliknya mendakwa pemimpin pembangkang itu jatuh daripada motorsikal selepas melanggar penghadang jalan.


Timbalan Presiden PAS itu membidas Salleh dan berkata beliau bersedia membuktikan keterangannya di mahkamah jika perlu.


Beliau berkata penafian polis hari ini adalah cubaan tersasar pihak berkuasa untuk menutup kesalahannya.


"Saya tak mahu buat apa-apa kenyataan (bersabit insiden itu) melainkan di mahkamah," kata beliau.


Mohamad Sabu berkata penafian polis hari ini adalah cubaan tersasar kerajaan untuk menutup kesalahan pihak berkuasa.


"Kita ada SUHAKAM(Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia), kalau kenyataan dari SUHAKAM atau mana-mana badan bebas lain, kita terima. Ini gunakan polis. Sudah tentu mereka berkata begitu," kata beliau.


"Bagaimana dengan mereka yang pecah kepala, nasib yang menimpa YB Khalid Samad(Ahli Parlimen Shah Alam) dan sesiapa sahaja yang tercedera? Siapa yang bertanggungjawab?. Oleh kerana itulah kita perlu laporan daripada SUHAKAM ataupun badan bebas dan bukannya polis," tegasnya.


Mohamad Sabu berkata, kelewatan polis sendiri untuk tampil dengan rakaman video menimbulkan pelbagai kecurigaan.


"Dua minggu baru keluar video siapa boleh terima, jadi penafian polis tidak boleh diterima. Kita perlu badan lain, Polis memang suka berbohong." tambahnya. -tvnews