Lima Fakta Daulah Syiah Yang Selalu Membantu Golongan Kafir

syiah bule

SESUNGGUHNYA sejarah telah menyatakan, bahwa daulah Syiah sejak dahulu tidak pernah mengusik dan memerangi golongan kuffar. Diantaranya:

1. Daulah Syiah Al-Bawihiyyah tidak memerangi daulah Bizantium Nasrani, tetapi malah memerangi daulah Abbasiyah Sunni.

2. Daulah Syiah Al-‘Abidiyah (Daulah Fatimiyyah) tidak memerangi pasukan salib Kristian di Andalusia Utara, melainkan membantu mereka dalam memerangi Daulah Abdurrohman An-Nashir Sunni di Andalusia Selatan.

3. Daulah Syiah Al-‘Abidiyah di Mesir tidak memerangi pasukan salib Kristian ketika terjadi peperangan di Syam, maupun Palestina. Melainkan membantu mereka dalam memerangi pasukan Daulah As-Salajiqoh Sunni.

4. Daulah Syiah As-Sofwiyyah tidak memerangi Perancis, Inggeris, dan Rusia, melainkan memerangi Daulah Turki Utsmani.

5. Daulah Syiah Iran tidak memerangi Rusia, tetapi malah menangkap dan memerangi pejuang Afghanistan. Dan tidak memerangi Amerika maupun Israel, melainkan memerangi Iraq. [sumber: menjawab & membongkar syiah]

Bilakah Nikah Mut’ah Diharamkan?


  
 PADA awal kemunculan Islam, nikah mut’ah memang dihalalkan, sebagaimana yang tercantum dalam banyak hadits diantaranya Hadits Abdullah bin Mas’ud berkata : “Kami berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedangkan kami tidak membawa istri istri kami, maka kami berkata bolehkan kami berkebiri? Namun Rasulallah melarangnya, tapi kemudian beliau memberikan kami keringanan untuk menikahi wanita dengan mahar pakaian sampai batas waktu tertentu,” (Bukhari 5075, muslim 1404).
Hadits Jabir bin Salamah : “Dari Jabir bin Abdillah dan Salamah bin ‘Akwa berkata: Pernah kami dalam sebuah peperangan, lalu datang kepada kami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan berkata :Telah diizinkan bagi kalian nikah mut’ah, maka sekarang mut’ahlah,” (Bukhari 5117).
Namun hukum ini telah dimansukh dengan larangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menikah mut’ah sebagaimana beberapa hadits di atas. Akan tetapi para ulama berselisih pendapat kapan diharamkannya nikah mut’ah tersebut dengan perselisihan yang tajam, namun yang lebih rajah—wallahu a’lam—bahwa nikah mut’ah diharamkan pada saat fathu makkah tahun 8 Hijriyah. Ini adalah tahqiq Imam Ibnul Qoyyim dalam zadul Ma’ad 3/495, Al-Hafidl Ibnu Hajar dalam fathul bari 9/170, Syaikh Al-Albani dalam irwaul Ghalil 6/314.

Syubhat dan Jawabannya

Orang-orang yang berusaha untuk meracuni umat Islam dengan nikah ut’ah, mereka membawa beberapa syubhat untuk menjadi tameng dalam mempertahankan tindakan keji mereka, tetapi tameng itu terlalu rapuh. Seandainya bukan karena ini telah mengotori fikiran sebagian pemuda ummat islam maka kita tidak usah bersusah payah untuk membantahnya.
Syubhat tersebut adalah Firman Allah Ta’ala, mereka menafsirkannya dengan: Maka apabila kalian menikahi mut’ah diantara mereka (para wanita) maka berikanlah mahar mereka. (An-Nisa:24).
Juga karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jelas pernah membolehkan nikah mut’ah, padahal beliau tidak mungkin berbicara dengan dasar hawa nafsu akan tetapi berbicara dengan wahyu, dan oleh karena ayat ini adalah satu-satunya ayat yang berhubungan dengan nikah mut’ah maka hal ini menunjukkan akan halalnya nikah mut’ah. (Lihat Al-Mut’ah fil Islam oleh Al-Amili hal 9).
Memang sebagian ulama’ manafsirkan istamta’tum dengan nikah mut’ah, akan tetapi tafsir yang benar dari ayat ini apabila kalian telah menikahi wanita lalu kalian berjima’ dengan mereka maka berikanlah maharnya sebagaimana sebuah kewajiban atas kalian.
Berkata Imam Ath Thabari setelah memaparkan dua tafsir ayat tersebut: “Tafsir yang paling benar dari ayat tersebut adalah kalau kalian menikahi wanita lalu kalian berjima’ dengan mereka maka berikanlah maharnya, karena telah datang dalil dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam akan haramnya nikah mut’ah,” (Tafsir Ath-Thabati 8/175).

Berkata Imam Al-Qurthubi : “Tidak boleh ayat ini digunakan untuk menghalalkan nikah mut’ah karena Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam telah mengharamkannya,” (tafsir Al-Qurthubi 5/132).
Dan kalau toh kita menerima bahwa ma’na dari ayat tersebut adalah nikah mut’ah maka hal itu berlaku di awal Islam sebelum siharamkan. (Al-Qurthubi 5/133, Ibnu Katsir 1/474).
Jadi jelaslah sudah, bahwa semua hadits yang menunjukkan halalnya nikah mut’ah telah di mansukh. Hal ini sangat jelas sekali dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Wahai sekalian manusia , sesungguhnya dahulu saya telah mengizinkan kalian mut’ah dengan wanita. Sekarang Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat.”

Berkata imam Bukhari (5117) setelah meriwayatkan hadits Jabir dan Salamah: “Ali telah menjelaskan dari Rasulullah bahwa hadits tersebut dimansukh.”
Sebagian para sahabat masih melakukan nikah mut’ah sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai umar melarangnya, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat, di antaranya:
“Dari jabir bin Abdullah berkata:Dahulu kita nikah mut’ah dengan mahar segenggam kurma atau tepung pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam juga Abu Bakar sampai umar melarangnya,” (Muslim 1023). Itu sebabnya, kaum Syiah sangat membenci Umar.
Sedangkan ucapan seorang tokoh Syi’ah kontermporer bahwa “Tidak semua orang mampu untuk menikah untuk selamanya terutama para pemuda karena berbagai sebab, padahal mereka sedang mengalami masa puber dalam hal seksualnya, maka banyaknya godaan pada saat ini sangat memungkinkan mereka untuk terjerumus ke dalam perbuatan zina, oleh karena itu nikah mut’ah adalah solusi agar terhindar dari perbuatan keji itu,” (lihat Al-Mut’ah fil Islam oleh husan Yusuf Al-Amili hal 12-14), adalah salah dari pangkal ujungnya.

Coba lihat hal ini:

Pertama: bahwa mut’ah telah jelas keharamannya, dan sesuatu yang haram tidak pernah dijadikan oleh Allah sebagai obat dan solusi.
Kedua : ucapan ini cuma melihat solusi dari sisi laki-laki yang sedang menggejolak nafsunya dan tidak memalingkan pandangannya sedikitpun kepada wanita yang dijadikannya sebagai tempat pelampiasan nafsu syahwatnya, lalu apa bedanya antara mut’ah ini dengan pelacuran komersil?
Ketiga : Islam telah memberikan solusi tanpa efek samping pada siapapun yaitu pernikahan yang bersifat abadi dan kalau belum mampu maka dengan puasa yang bisa menahan nafsunya, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,
“Wahai para pemuda, barang siapa yang mampu menikah maka hendaklah menikah, karena itu lebih bisa menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, dan barangsiapa yang tidak mampu maka hendaklah dia berpuasa karena itu bisa menjadi tameng baginya,” (Bukhari 5066,Muslim 1400).
Wallahu a’lam. [sumber: Bukti Kesesatan Syiah]

Bilakah Istilah Sunni Muncul?

ahlussunnah

KENAPA sih harus ada Sunni-Syiah? Bukankah Islam cuma satu? Apa itu Sunni? Apa itu Syiah? Kenapa harus menyebut diri Sunni? Segudang tanya tersebut kini ramai diutarakan pasca bentrok aliran Syiah dengan umat muslim di Indonesia mengemuka belakangan ini.

Ketua MUI, KH Kholil Ridwan pernah menekankan bahwa permasalahan Sunni Syiah sudah berlangsung ribuan tahun semenjak zaman Sayyidina Ali menjadi khalifah, bahkan lebih kental lagi saat terbunuhnya Sayyidina Husain, “Sebelum itu gak ada istilah Sunni-Syi’i,” ujarnya.

Dahulu di zaman Rasulullah SAW. kaum muslimin dikenal bersatu. Saat itu, tidak ada golongan ini dan golongan itu.. Semua umat Islam bersatu dibawah pimpinan dan komando Rasulullah SAW. Bila ada masalah atau perbedaan pendapat di antara para sahabat, mereka langsung datang kepada Rasulullah SAW. Itulah yang membuat para sahabat saat itu tidak sampai terpecah belah, baik dalam masalah akidah, maupun dalam urusan duniawi.

Kemudian setelah Rasulullah SAW. wafat, benih-benih perpecahan mulai tampak dan puncaknya terjadi saat Sayyidina Ali menjadi khalifah. Akan tetapi, perlu ditekankan bahwa perpecahan tersebut hanya bersifat politik, sedang akidah mereka tetap satu yaitu akidah Islamiyah, meskipun saat itu benih-benih penyimpangan dalam akidah sudah mulai ditebarkan oleh Abdullah bin Saba’, seorang agen Yahudi yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai pencetus faham Syiah (Rawafid).

Tapi setelah para sahabat wafat, benih-benih perpecahan dalam akidah tersebut mulai membesar, sehingga timbullah faham-faham yang bermacam-macam yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW.

Saat itu muslimin terpecah dalam dua bagian, satu dikenal sebagai golongan-golongan ahli bid’ah, atau kelompok-kelompok sempalan dalam Islam, seperti Mu’tazilah, Syiah (Rawafid), Khowarij dan lain-lain. Sedang golongan lainnya adalah golongan terbesar, yaitu golongan orang-orang yang tetap berpegang teguh kepada apa-apa yang dijalankan oleh Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya.

Golongan terakhir inilah yang kemudian menamakan golongannya dan akidahnya Ahlus Sunnah Waljamaah. Jadi golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah golongan yang mengikuti sunnah-sunnah nabi dan jamaatus shohabah.
Definisi ini disimpulkan dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang golongan yang selamat dari kesesatan di dunia dan selamat dari neraka di akherat.

قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى

Para shahabat bertanya, “Siapakah mereka wahai rasulullah?”. Beliau bersabda, “Orang yang mengikuti ajaranku dan shahabatku dalam beragama” (HR Tirmidzi no 2641 dari Abdullah bin ‘Amr, dinilai hasan oleh al Albani).

Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah adalah akidah Islamiyah yang dibawa oleh Rasulullah dan golongan Ahlus Sunnah Waljamaah adalah umat Islam. Lebih jelasnya, Islam adalah Ahlus Sunnah Waljamaah dan Ahlus Sunnah Waljamaah itulah Islam. Sedang golongan-golongan ahli bid’ah, seperti Mu’tazilah, Syiah(Rawafid) dan lain-lain, adalah golongan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW yang berarti menyimpang dari ajaran Islam.

Perlu diketahui pula bahwa istilah ahlus sunnah juga mengandung dua makna, baik yang bermakna luas maupun sempit. Mengenai makna luas dari ahlus sunnah, penulis buku al Wajiz fi ‘Aqidah al Salaf al Shalih Ahlis Sunnah wal Jamaah pada halaman 34 mengatakan:

“..Makna yang lebih luas untuk istilah ahlus sunnah wal jamaah adalah mencakup semua orang yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim selain Rafidhah (baca:syiah). Terkadang pula istilah ahlis sunnah digunakan untuk sebagian ahli bid’ah karena mereka bersesuaian dengan ahli sunnah yang murni dalam beberapa permasalahan akidah dan berlawanan dengan akidah aliran-aliran sesat.

Akan tetapi penggunaan istilah ahli sunnah dengan pengertian ini lebih jarang dipergunakan oleh para ulama ahli sunnah karena hanya terbatas pada beberapa permasalahan akidah dan berlawanan dengan beberapa aliran sesat tertentu. Misalnya adalah penggunaan istilah ahli sunnah sebagai lawan dari rafidhah (baca:syiah) terkait masalah khilafah dan sikap terhadap para shahabat Nabi dan perkara akidah lainnya”.

Sedangkan pengertian sempit untuk istilah ahli sunnah orang-orang yang berpegang teguh dengan ajaran Nabi dan para shahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dan meniti jalan mereka baik dalam permasalahan akidah, perkataan dan perbuatan. Mereka adalah orang-orang yang komitmen untuk mengikuti Nabi dan menjauhi bid’ah. Mengikuti jalan mereka dalam beragama adalah hidayah sedangkan menyelisihi mereka adalah kesesatan.

Dengan demikian akidah Ahlus Sunnah Waljamaah itu sudah ada sebelum Allah melahirkan generasi-generasi soleh seperti Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hambali. Begitu pula sebelum timbulnya ahli bid’ah atau sebelum timbulnya kelompok-kelompok sempalan, seperti aliran sesat Syiah. (Pz/Islampos

Bolehkah Wanita Berjual-beli Setelah Azan Jum’at?

perempuan_jual beli_jumat_islampos

Oleh: Ustadz Anshari Taslim

Sebagaimana diketahui ada larangan berjual beli ketika azan Jum’at dikumandangkan sampai selesai shalat dalam firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

(Qs. Al-Jumu’ah : 9)

Akan tetapi mayoritas ulama kalau tidak bisa dikatakan semua ulama madzhab sepakat bahwa larangan tersebut hanya berlaku pada mereka yang terkena kewajiban shalat Jum’at. Sementara mereka yang tidak kena kewajiban shalat Jum’at dan dibolehkan shalat Zuhur di rumah maka tidak terkena larangan tersebut.

Dalam kitab Al-Mausu’ah AL-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah jilid 9 hal. 225-226 disebutkan,

“Larangan yang mengakibatkan hukum haram atau makruh ini terikat dengan beberapa syarat:

1. Mereka yang terlibat jual beli adalah yang wajib melaksanakan shalat Jum’at. Artinya, jual beli tidak diharamkan bagi orang wanita, anak kecil. Bahkan madzhab Hanafi menegaskan bahwa larangan ini tidak berlaku bagi yang tidak wajib melaksanakan shalat Jum’at. Meski demikian Ibnu Abi Musa –dari kalangan Hanabilah – telah mengatakan ada dua riwayat tentang orang yang tidak kena kewajiban Jum’at. Tapi berdasarkan pendapat yang benar di kalangan mereka (madzhab Hanbali) bahwa pengharaman itu berlaku khusus untuk mereka yang terkena kewajiban melaksanakan shalat Jum’at. Itu karena Allah Ta’ala hanya melarang jual beli dengan perintahnya untuk bersegera menghadiri. Sehingga mereka yang tidak diperintahkan untuk menghadiri tidak terkena larangan tersebut. Sebab, larangan jual beli mempunyai sebab yaitu adanya kesibukan yang melupakan orang dari Jum’at dan ini tidak terdapat pada diri mereka yang tidak wajib itu.

2. Orang yang sibuk dalam urusan jual beli itu adalah orang yang tahu akan larangan tersebut sebagaimana ditegaskan dalam oleh Syafi’iyyah.

3. Tidak adanya keadaan darurat untuk melakukan jual beli seperti orang yang terpaksa harus melakukannya demi makan, atau membeli kain kafan mayat yang dikhawatirkan kondisinya berubah kalau diperlambat. Kalau ada keadaan darurat maka tidak ada keharaman (bertransaksi) meski dia harus ketinggalan Jum’at sebagaimana yang dinashkan oleh Al-Jamal dari kalangan ulama Syafi’iyyah.

4. Jual beli yang terlarang itu dilakukan setelah dikumandangkannya azan khutbah –sebagaimana ungkapan jumhur- atau bertepatan dengannya –sebagaimana ungkapan ulama Malikiyyah pula. Akan tetapi madzhab Hanafi tidak mengemukakan syarat ini kecuali bahwa itu dilakukan setelah azan tergelincirnya matahari.

Penegasan para ulama:

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata dalam kitab Al-Umm jilid 1 hal. 224 (cetakan Darul Ma’rifah tahun 1990):

وَإِذَا تَبَايَعَ مَنْ لَا جُمُعَةَ عَلَيْهِ فِي الْوَقْتِ الْمَنْهِيِّ فِيهِ عَنْ الْبَيْعِ لَمْ أَكْرَهْ الْبَيْعَ؛ لِأَنَّهُ لَا جُمُعَةَ عَلَيْهِمَا، وَإِنَّمَا الْمَنْهِيُّ عَنْ الْبَيْعِ الْمَأْمُورُ بِإِتْيَانِ الْجُمُعَةِ

“Apabila orang yang tidak punya kewajiban shalat Jum’at melakukan transaksi jual beli pada waktu terlarang maka aku tidak membencinya, karena tidak ada kewajiban Jum’at atas diri mereka berdua. Larangan jual beli itu hanyalah disertakan dengan perintah untuk mendatangi Jum’at.”

Ibnu Qudamah mengatakan dalam kitab Al-Mughni :

وَتَحْرِيمُ الْبَيْعِ، وَوُجُوبُ السَّعْيِ، يَخْتَصُّ بِالْمُخَاطَبِينَ بِالْجُمُعَةِ، فَأَمَّا غَيْرُهُمْ مِنْ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ وَالْمُسَافِرِينَ، فَلَا يَثْبُتُ فِي حَقِّهِ ذَلِكَ. وَذَكَرَ ابْنُ أَبِي مُوسَى فِي غَيْرِ الْمُخَاطَبِينَ رِوَايَتَيْنِ. وَالصَّحِيحُ مَا ذَكَرْنَا ; فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إنَّمَا نَهَى عَنْ الْبَيْعِ مَنْ أَمَرَهُ بِالسَّعْيِ، فَغَيْرُ الْمُخَاطَبِ بِالسَّعْيِ لَا يَتَنَاوَلُهُ النَّهْيُ، وَلِأَنَّ تَحْرِيمَ الْبَيْعِ مُعَلَّلٌ بِمَا يَحْصُلُ بِهِ مِنْ الِاشْتِغَالِ عَنْ الْجُمُعَةِ، وَهَذَا مَعْدُومٌ فِي حَقِّهِمْ.

فَإِنْ كَانَ الْمُسَافِرُ فِي غَيْرِ الْمِصْرِ، أَوْ كَانَ إنْسَانًا مُقِيمًا بِقَرْيَةٍ لَا جُمُعَةَ عَلَى أَهْلِهَا، لَمْ يَحْرُمْ الْبَيْعُ قَوْلًا وَاحِدًا، وَلَمْ يُكْرَهْ.

“Pengharaman jual beli dan wajibnya berangkat (menuju shalat) hanya dikhususkan kepada mereka yang terkena kewajiban Jum’at. Sedangkan yang tidak seperti wanita, anak-anak dan musafir maka tidak ada kewajiban itu atas diri mereka. Ibnu Abi Musa menyebutkan adanya dua riwayat tentang orang yang tidak terkena kewajiban Jum’at. Tapi yang benar adalah seperti yang kami sebutkan, karena Allah Ta’ala hanya melarang jual beli disertai perintah untuk menuju shalat, maka mereka yang tidak diperintahkan untuk menuju shalat tidak terkena larangan tersebut. Juga karena larangan jual beli itu disebabkan adanya kesibukan yang melalaikan dari Jum’at dan itu tidak terjadi pada mereka (yang tidak wajib shalat Jum’at –penerj).

Kalau ada seorang musafir yang kebetulan berada di luar pemukiman (padang pasir, lautan dan sebagainya –penerj) atau orang yang mukim di sebuah perkampungan yang tidak diwajibkan shalat Jum’at kepada penduduknya maka itu tidak diharamkan berdasarkan semua pendapat dan tidak pula dimakruhkan.”

Al-Qurthubi mengatakan dalam tafsirnya,

ومن لا يجب عليه حضور الجمعة فلا ينهى عن البيع والشراء.

“Siapa yang tidak berkewajiban menghadiri Jum’at maka tidak dilarang melakukan jual beli.”

Demikianlah pendapat para ulama mengenai jual beli yang dilakukan oleh mereka yang tidak terkena kewajiban Jum’at seperti wanita, anak-anak atau orang kafir, atau musafir yang tidak boleh melaksanakan shalat Jum’at karena ketiadaan masjid, misalnya ketika mereka di atas kapal. Mereka semua sah dan halal melakukan jual beli.

Yang jadi persoalan adalah kalau salah satu dari keduanya wajib Jum’at dan satu lagi tidak. Misalnya wanita muslimah dengan lelaki muslim. Maka pendapat yang paling kuat keduanya berdosa, yang wajib Jum’at berdosa karena telah melanggar larangan jual beli, sedangkan yang tidak wajib berdosa karena telah membantu orang lain melakukan dosa, padahal Allah telah berfirman,

وَلاَ تَعَاوَنوْا عَلَى الإِثْمِ والعُدْوَانِ

“Dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan…..”

(Qs. Al-Maidah : 2).

Lalu apakah jual beli yang terlarang ini bila dilakukan oleh yang wajib Jum’at menjadi batal atau hanya berdosa tapi tidak batal? Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini yang mungkin ada baiknya dibahas terpisah dari sini.

Demikian sekilas yang dapat kami paparkan semoga ada manfaatnya terutama sebagai pedoman bagi pedagang muslim yang ingin konsekuen menjalankan ajaran agama dalam bisnisnya.

Semoga Allah mengampuni bila ada kesalahan paparan kami karena yang benar hanya dari Allah dan yang salah adalah kelalaian manusia.

Ulama Mesir Desak Mursi Bunuh Preman Atau Rakyat Yang Akan Melakukannya

wagdy
 SEORANG dai kontroversial Mesir yang juga seorang penulis Rabu kemarin (30/1/2013) mendesak Presiden Muhammad Mursi untuk membunuh “preman” dan “penjahat” yang membuat rusuh negara atau rakyat yang akan melakukannya sendiri.

“Saya mengatakan ini secara publik dan saya menyerukan pembunuhan penjahat, saya katakan penjahat, preman, pencuri, mereka yang membuat rusuh negara ini dan mereka yang membunuh orang tak bersalah,” kata ulama yang dianggap kontroversial Wagdy Ghoneim dalam sebuah rekaman video YouTube.

“Kalau polisi atau jaksa tidak akan memulihkan keadilan, kami akan memulihkan keadilan … Insya Allah,” tambahnya.

Dia mengatakan Presiden Mursi harus menggunakan kekuasaannya dan bertindak kepada para “penjahat” yang membakar lembaga negara dan menimbulkan kerugian pada banyak orang.

Mengkritisi Mursi, Ghoneim mengatakan: “Kebaikan Anda tidak akan bekerja dengan para preman Pak Presiden.”

Ghoneim sendiri dilaporkan dilarang masuk ke beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Inggris yang menganggap cerahmahnya hanya memicu kebencian atau mendorong orang untuk melakukan kekerasan.

Beberapa pernyataan kontroversialnya termasuk melecehkan korban bencana badai Sandy pada Oktober 2012 dan kematian Paus Koptik Shenouda III.

Ghoneim menggambarkan badai Sandy sebagai salah satu dari “tentara Allah” yang dikirim untuk menghukum Amerika Serikat atas tindakannya terhadap umat Muslim.

Pada 18 Maret 2012 ia menyatakan kebahagiannya atas kematian Paus Shenouda III yang ia gambarkan sebagai anti-Muslim.(fq/islampos/alarabiya

Takut Kekuatan Hamas Semakin Besar, Israel Susun Strategi


zionis-israel

MEMBESARNYA kekuatan gerakan Hamas pasca agresi Zionis ke jalur Gaza beberapa waktu lalu merupakan faktor sentral dalam menggerus kekuatan daya tangkap Zionis, pernyataan ini dilansir dari beberapa sumber keamanan Zionis (28/01/2013)

Sumber keamanan Zionis tersebut juga menyatakan bahwa ada strategi yang bisa digunakan sebagai upaya pencegahan membesarnya kekuatan Hamas secara militer.

Strategi yang pertama adalah diadakan operai militer darat untuk menutup rute penyelundupan di jalur Gaza. Strategi yang kedua adalah menyerang rute-rute penyelundupan dari sumberya di Iran dan di sepanjang jalan ke Jalur Gaza atau mewakilkan tugas ini kepada pihak ketiga seperti pasukan keamanan PBB di Libanon sesuai dengan resolusi nomor 1701, atau janji Mesir dan Amerika pasca agresi Zionis ke Jalur Gaza dalam operasi ‘peluru tercurah’ tahun lalu.

Sumber keamanan Israel mengatakan, sampai detik ini tidak jelas apakah ada janji Mesir dan Amerika yang serius untuk mengatasi membesarnya kekuatan gerakan Hamas di masa mendatang. Mereka juga melanjutkan bahwa semua sarana ini sangat penting terkait stabilitas penghentian serangan yang akan terjadi. Hal ini menuntut tersedianya rencana efektif untuk mengatasi pembangunan kekuatan militer Hamas jika orang-orang Mesir dan Amerika gagal mengatasi masalah ini. [ns/islampos/pip

Gadis Saudi "Cabut" Di Malam Pernikahan Karena Dinikahkan Dengan Tokwan 90 Tahun


saudi-train_islampos

SEORANG gadis Saudi berusia 15 tahun dinyatakan melarikan diri setelah dinikahkan oleh orang tuanya dengan seorang laki-laki berusia 90 tahun. Gadis itu melarikan diri tepat di malam pernikahan.

Suaminya yang tak mau disebutkan namanya berang dan menuntut uang balik kepada orang tua si gadis senilai sekitar Rp 200 juta.

Pengantin pria itu, dilaporkan oleh harian Al-Hayat, mengatakan bahwa keluarga gadis itu memang sudah berniat untuk menipunya sejak awal. Padahal, ia sudah memberikan mahar senilai 65 ribu riyals.

“Saya merasa bahwa ada konspirasi oleh ibunya terhadap saya,” kata laki-laki tersebut. “Saya akan pergi ke pengadilan besok dan menuntut agar orang tuanya memberikan uang saya kembali.”

Para aktivis di Arab Saudi sendiri telah meminta pihak berwenang untuk campur tangan untuk memastikan bahwa si gadis yang sekarang kemungkinan berada di Jizan, sebuah kota selatan dekat perbatasan dengan Yaman, tidak dikembalikan kepada orang itu.

“Pemerintah harus campur tangan segera untuk menyelamatkan gadis ini dari bencana,” kata Suhaila Zain al-Abdin, ketua Perhimpunan Nasional Hak Asasi Manusia Saudi.

Abdullah Bin Saleh Al-Hadeithi, anggota Dewan Syura atau badan legislatif Arab Saudi, mengatakan bahwa Departemen Kehakiman telah mengisyaratkan akan merancang peraturan batas usia pernikahan. Ali Abdul Rahman al-Roumi, seorang peneliti universitas, melaporkan bahwa tahun lalu bahwa lebih dari 5.000 anak perempuan di bawah usia 14 tahun dinikahkan di Arab Saudi. [sa/islampos/the age]

Turki Telah Menghantar 5000 Pemuda Yaman Ke Suriah

yaman

SURAT kabar Asy-Syari’ dalam laporan khususnya telah mengungkap tentang pemindahan lebih dari 5000 pemuda Yaman untuk bergabung dengan para pejuang Islam di Suriah.

Sebagaimana dinukil dari televisi Suriah, pemerintah Turki dikatakan telah memindahkan lebih dari 5000 pemuda Yaman untuk melakukan melakukan perlawanan terhadap pasukan Suriah. Mereka terlebih dahulu datang ke Turki, setelah itu diberangkatkan ke Suriah.

Menurut laporan jaringan televisi Suriah pada Senin (28/1), surat kabar Asy-Syari’ cetakan Yaman yang mengungkap berita ini.

Banyak pendapat kuat dan pasti, yang menunjukkan terus berlanjutnya perang di Suriah.

Apa yang diungkapkan oleh surat kabar Asy-Syari’ ini merupakan dalil terbaru atas peran pemerintah Turki dalam membantu pejuang dalam perang yang terjadi di Suriah.

Asy-Syari’ menulis bahwa pesawat-pesawat Turki tanpa awak, melakukan penerbangan ke Yaman, empat kali dalam sepekan kemudian kembali ke Turki dengan dipenuhi para pemuda Yaman. [sm/islampos/sha]

BERSEMBANG DENGAN USTAZ FANATIK PAS..(BLOGGER KETUA URUSAN ULAMA HULU LANGAT)

KAMI MEMBELA ULAMAK DEOBAND......
 
  1. kami di fahamkan hanya 2 buah negara yang tak sambut maulidur rasul (bagi cuti) iaitu Arab Saudi dan israel.Yang mengikut jejak langkah mereka ialah Deoband (mentor jemaah tabligh) yang menganggap ia sebagai BID'AH sesat.buktinya link ini:

    http://www.memri.org/report/en/print5808.htm

    http://darulifta-deoband.org/showuserview.do?function=answerView&all=en&id=20428

    sebaliknya di seluruh dunia negara islam menyambut maulidur rasul secara besar-besarkan dan meriah.buktinya link ini:

    http://www.youtube.com/watch?v=CCYxZx_5XAE

    http://www.islamdag.info/video/1127
    ReplyDelete
     
  1. tuan masalah di india dan pakistan tidak menyambut maulidur rasul bukan lah kerana mengikut israel tapi di sebabkan tempat.kadang hukum mengikut zaman dan waqi`.tuan tidak pernah ke negara mereka sebab tu tuan terus membuat penilaian yang negatif,kalau tuan berada di sana tuan akan setuju dgn fatwa deoband jika tuan benar2 paham masalah fiqh waqi`.jgn tuan terlalu membenci ulamak deoband dgn sebab mendengar berita2 fitnah,sedangkan tuan tidak pernah bersama mereka.tok guru pun berguru dgn mereka,kenapa tok guru tidak pernah mencerca mereka,sedangkan tuan yang tidak setanding ilmunya dengan tok guru sgt mencerca mereka...siapa tuan hamba.dgn izin allah selagi aku hidup,aku kan pertahankan ulamak deoband...kerana mereka adalah ulamak mu`tabar..semoga allah memberi hidayah kepada kita dan melindungi daripada sombong dengan ilmu yang sedikit yg diberikan kpd kita..
 
  1. tuan asyik mengulang ayat "fitnah'..kalau ia fitnah mana pencerahannya..????
    setiap fitnah mesti ada counterback(jawapan pencerahan).boleh tuan lampirkan jawapan balas tersebut.???

    ok lah kalau tuan kata sambutan maulidur rasul di India dan pakistan di cemari dengan perbuatan bid'ah lalu atas sebab tersebut pihak deobandi keluar fatwa hukum bid'ah...baik!!!

    soalan kami; adakah pihak deobandi sebelum fatwa tersebut dikeluarkan,mereka juga pernah menyambut maulidur rasul secara besar-besarkan berlandaskan syariat (tiada perbuatan bid'ah)????????

    kalau ada ,...nyatakan bila ia bermula(tahun) dan bila kali terakhir ia disambut???
    kalau ada rakaman video lagi bagus...
    Delete
     

  2.  

  1. sebenarnya aku tak ulang pun ayat "fitnah",tapi sebelum aku nak bagi pencerahan tu,aku nak tanya adakah tuan penah selidik latar belakang blogger anti JT yang tuan taqlid sekarang,penahkah tuan berguru dengan ulama deoband,pernahkah tuan duduk di dalam majlis mereka,pernahkah tuan bergaul dengan mereka..kalau mereka ni sesat,tuan kena akui tok guru nik aziz yang tuan sanjungi itu pun sesat,sbb tok guru pun lepasan deoband...mungkin tuan akan kata "anta suka ulang ayat tok guru".soalannya kenapa tok guru ambil ilmu dari orang sesat?????em masalah sebelum ulamak deoband bagi fatwa sambut maulid bidah sesat adakah mereka menyambutnya? jawapannya tidak mereka tidak pernah sama sekali menyambutnya,so adakah mereka sesat? jawapanya? tidak!adakah mereka berdosa ? jawapannya ? tidak!jadi apabila seseorang tidak melaksanakan sesuatu yang tidak berdosa maka mereka tidak boleh di cerca atau mengklaim dgn mana bangsa yang tidak melaksanakannya.aku rasa maulud nabi ni tok guru nik aziz pun tak buat sambutan seperti di tempat lain.kesimpulannya jangan gara-gara tidak menyambut maulid kita kata depa sesat...bro berlapang dadalah dalam masalah maulid kalau tidak jangan namakan blog tuan "ketua urusanulamak"ianya boleh menjatuhkan imej ulama..jgn marah nasihat je....


 
  1. [sebenarnya aku tak ulang pun ayat "fitnah",tapi sebelum aku nak bagi pencerahan tu,aku nak tanya adakah tuan penah selidik latar belakang blogger anti JT yang tuan taqlid sekarang,penahkah tuan berguru dengan ulama deoband,pernahkah tuan duduk di dalam majlis mereka,pernahkah tuan bergaul dengan mereka..kalau mereka ni sesat,tuan kena akui tok guru nik aziz yang tuan sanjungi itu pun sesat,sbb tok guru pun lepasan deoband...mungkin tuan akan kata "anta suka ulang ayat tok guru".soalannya kenapa tok guru ambil ilmu dari orang sesat????]

    soalan anda telah kami jawab dalam posting ini:

    http://urusanulama-hl.blogspot.com/2012/04/nak-faham-tabligh-mesti-keluar-40-hari.html

    [ em masalah sebelum ulamak deoband bagi fatwa sambut maulid bidah sesat adakah mereka menyambutnya? jawapannya tidak mereka tidak pernah sama sekali menyambutnya,so adakah mereka sesat? jawapanya? tidak!adakah mereka berdosa ? jawapannya ? tidak!jadi apabila seseorang tidak melaksanakan sesuatu yang tidak berdosa maka mereka tidak boleh di cerca atau mengklaim dgn mana bangsa yang tidak melaksanakannya.aku rasa maulud nabi ni tok guru nik aziz pun buat sambutan seperti di tempat lain.kesimpulannya jangan gara-gara tidak menyambut maulid kita kata depa sesat...bro berlapang dadalah dalam masalah maulid kalau tidak jangan namakan blog tuan "ketua urusanulamak"ianya boleh menjatuhkan imej ulama]


    kesian anda kerana baca posting kami tak abis(belum khatam)@sekerat-sekerat.Ulama ASWJ dahulu hukum sesat 4 tokoh deoband bukan sebab tak sambut maulid nabi da........tu la lain kali baca sampai habis!!

    kami bawa isu maulid ini untuk membuktikan deobandi berfahaman Wahabi.itu saje.Sebelum ini anda tuduh ia fitnah belaka,sekarang jelas dari jawapan anda sendiri .ini bermakna KAMI TIDAK BUAT FITNAH@BARELWI JUGA TIDAK FITNAH.



(kesian anda kerana baca posting kami tak abis(belum khatam)@sekerat-sekerat.Ulama ASWJ dahulu hukum sesat 4 tokoh deoband bukan sebab tak sambut maulid nabi da........tu la lain kali baca sampai habis!!
kami bawa isu maulid ini untuk membuktikan deobandi berfahaman Wahabi.itu saje.Sebelum ini anda tuduh ia fitnah belaka,sekarang jelas dari jawapan anda sendiri .ini bermakna KAMI TIDAK BUAT FITNAH@BARELWI JUGA TIDAK FITNAH.)

___________________________________________________________________________

AL-BINORY JAWAB TADI.......

kenape kene kesian kat aku pulak sbb tak baca atau baca sekerat2 posting tuan? bukan dapat pahale pun klu khatam.tak sambut maulud bermakna dia wahabi wau! hebat ketua ulamak ni,cube bagi dalil dari quran boleh x? klu xboleh bagi dalil hadis,xdapat yang sahih pun dhaif pun jadi la (  nanti tuan mesti kata hadis dhaif xboleh dijadikan hujjah daa..)xpa tuan bagi je...nak tanya satu lagi apa itu berelwi ? siapa pengasasnya dan darimana wajudnya ? dan apa aqidahnya...aku tunggu tau,jangan tulis dalam ruang komen ni,tulis dalam ruang catatan blog,senang sikit nak baca,aku tak cabar,sebab tuan ketua ulamak,rsanya aku tak layak mencabar tuan.jgn suh aku rujuk blog fulan tu fulan ni,atau kata aku baca tak abis,aku nak yang baru punya dari tulisan tuan,bukan copy paste,sebab tuan ketua ulamak apa barang copy paste....
AKU TUNGGU JAWAPANNYA....

Akibat Menonton Film Lucah


Scream of anger

Dari Mu’awiyah ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya jika engkau mengikuti aib-aib orang lain, maka aib-aib tersebut akan merusak mereka, atau engkau yang akan merusak mereka,” (THR. Ibn Hibban).

BARAT selalu mencari cara untuk menemukan kesenangan dunia. Mulai dari ujung kaki, sampai ujung kepala. Apalagi urusan bawah perut. Semuanya dibolehkan. Tentu tidak demikian dengan Islam.

Tatkala Barat menyalurkan syahwat mereka pada perkara-perkara yang haram maka jadilah mereka kehilangan rasa kepuasan dengan cara-cara yang halal dan yang sesuai dengan fitroh dan harkat kemanusiaan. Sehingga timbullah kelainan-kelainan seksual, seperti homo seksual, hubungan seks dengan cara kasar, bahkan dengan menyakiti pasangannya agar timbul kepuasan. Bahkan sebagian mereka hanya bisa puas jika berjima. dengan hewan peliharaannya.

Yang sangat menyedihkah—setelah tersebarnya video, para bola, dan internet—maka banyak kaum muslimin yang menonton tayangan-tayangan film porno. Dan tidak diragukan lagi bahwasanya larisnya praktek oral seks di kalangan kaum muslimin juga setelah larisnya tayangan-tayangan tersebut. Dari sinilah sangat jelas hikmah dari firman Allah

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,” (QS An-Nuur : 30-31).

Diantara akibat buruk dari menyaksikan tayangan-tayangan seperti ini adalah:

- Hilangnya rasa malu karena terlalu sering menyaksikan aurot para pezina

- Hilangnya rasa cemburu dari hati kedua pasangan, bagaimana tidak?, sementara sang istri membiarkan sang suami berledzat-ledzat menonton aurot para wanita pezina pelaku film-film porno tersebut. Demikian juga sang suami membiarkan sang istri berledzat-ledzat melihat aurot para lelaki barat pezina dalam tayangan film-film porno tersebut.

- Hilangnya rasa kepuasan terhadap pasangannya. Masing-masing berangan-angan pasangannya bisa seperti tokoh yang ia saksikan dalam tayangan-tayangan film porno tersebut. Dan diantara sebab timbul banyaknya perceraian adalah akibat menyaksikan tayangan-tayangan film porno. Sungguh Allah telah memberikan kepuasan kepada sang lelaki dengan istri yang halal, akan tetapi tatkala ia menyaksikan film-film porno maka dicabutlah rasa kepuasan tersebut, bahkan ia berangan-angan untuk bisa berzina dengan wanita barat pezina yang dia lihat dalam tayangan porno tersebut agar bisa berfantasi dengannya. Wal’iyaadzu billah.

- Hilangnya rasa kepuasan dengan cara berhubungan seksual yang sesuai dengan fitroh manusia. Betapa banyak lelaki yang sangat ingin mempraktekkan anal seks (berjimak lewat dubur) setelah menonton tayangan-tayangan seperti ini. Betapa banyak para wanita yang ingin digerayangi lebih dari seorang lelaki setelah menyaksikan tayangan-tayangan tersebut.

Adapun secara fatamorgana, film porno juga memberikan dampak sebagai berikut:

1. Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak akan pernah terpuaskan. Pornografi hanya akan membuat ‘penontonnya’ minta tambah, tambah, dan tambah lagi.
Dengan mudah, pornografi memperbudak orang akan nafsunya dan membuka pintu terhadap segala jenis kejahatan seperti kemarahan, penyiksaaan, kekerasan, kepahitan, kebohongan, iri hati, pemaksaan, dan keegoisan.

2. Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadar mereka. Gambar berbau seks akan melekat pada otak mereka, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.

3. Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasnya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya.
Ini akan membuat orang-orang tertentu terganggu secara mental dan tertantang untuk mencoba. Dengan demikian, makin banyaklah perilaku seks menyimpang di masyarakat.

4. Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri dibanding orang lain. Masturbasi/onani adalah contohnya. Ini adalah tindakan pemenuhan nafsu pribadi yang bisa membuat seseorang sulit menerima dan membari cinta yang sebenarnya pada orang lain. Pornografi biasanya membuat orang kecanduan masturbasi/onani.

5. Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya.

6. Dengan sering melihat situs porno atau membeli film/majalah porno, orang-orang tersebut mendukung perkembangan industri pornografi yang biasanya dikelola oleh “kejahatan terorganisir” yang mencari dana dengan cara haram.

7. Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya.
Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat. Orang yang terlibat pornografi akan menyalahkan kekasihnya pada tindakan-tindakan seksual yang mereka lakukan. Padahal masalah itu terdapat pada pribadinya sendiri, dan pasangannya adalah si ‘korban’. Pada pasangan yang telah menikah, ini akan memicu ketidakpuasan seksual dan praktik seksual yang menyimpang sehingga mengarah ke arah ketidakharmonisan keluarga, bahkan perceraian.

8. Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.

9. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual.
Imajinasi adalah salah satu efek pornografi yang sangat kuat. Nilai dan kemurnian seksual sesungguhnya menjadi rusak.

10. Melihat pornografi akan membuat seseorang menjadi sering berbohong.
Orang yang terikat pornografi akan menyimpan kebiasaannya ini sebagai rahasia, sehingga dengan berbohong ia dapat menyembunyikan rasa malunya dan menghindari kritik dari lingkungannya. Kemanapun ia pergi, ia akan cenderung memakai ‘topeng’.

11. Pornografi akan membawa seseorang pada konsekuensi spiritual yang serius.
Tekanan dan kebingungan akan memenuhi hidupnya. Pornografi membawa kekuatan jahat yang akan mengontrol dan mendominasi pemirsanya. Sekali saja seseorang melihat pornografi, itu akan membawanya semakin dalam. Nilai moral yang benar makin lama makn pudar, sehingga timbul standar ganda yang membingungkan.

12. Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri.
Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :

a. Kebebasan seksual = kebahagiaan

b. Penyimpangan seksual = normal

c. Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual = hal yang benar dan wajar

d. Setiap hari masturbasi = sehat

e. Pornografi = tidak menyakiti siapapun

f. Bintang porno = orang paling bahagia di dunia

g. dll.

[moomo

Siapa Harut & Marut?

babylon

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa Barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, Tiadalah baginya Keuntungan di akhirat, dan Amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 102)

KISAH dan penyebutan nama Harut Marut dalam Al-Quran, hanya disebutkan satu kali, yaitu dalam surat al-Baqarah ayat 102. Bahkan, penyebutan kisahnya pun sangat pendek, tidak panjang juga tidak detail.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Dan perbedaan ini erat kaitan dengan penafsiran maksud dari kata ‘malakain’ (dua malaikat).

Pendapat pertama, Harut dan Marut adalah dua nama kabilah jin yang mengajarkan sihir. Dengan demikian kata Harut dan Marut merupakan badal dari kata ‘asy-syayâthîn’ (setan-setan). Pendapat ini adalah dinisbahkan oleh Ibnu Katsir kepada pendapatnya Ibnu Hazm, hanya saja Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan pendapat ini adalah pendapat yang sangat aneh dan asing.

Lalu jika Harut dan Marut merupakan badal dari kata ‘asy-syayâthîn’, lalu siapakah yang dimaksud dengan ‘malakain’ dalam ayat tersebut? Menurut pendapat ini, kata ‘malakain’ dimaksudkan adalah Jibril dan Mikail. Hal ini mengingat orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Allah telah menurunkan Jibril dan Mikail untuk mengajarkan sihir, lalu Allah menolak anggapan tersebut, dengan mengatakan: “Sulaiman tidak kufur (tidak mengajarkan sihir), juga demikian dengan Jibril dan Mikail. Akan tetapi yang kufur itu adalah setan-setan, di mana merekalah yang mengajarkan sihir kepada manusia di daerah Babil, yaitu melalui Harut dan Marut”.

Demikian penggambaran Imam al-Qurthubi dalam al-Jâmi’ li Ahkâmil Qur’an-nya, ketika menggambarkan penafsiran pendapat pertama. Hanya saja, pendapat ini, sebagaimana dikatakan Ibnu Katsir adalah pendapat yang sangat aneh dan asing (aghrab jiddan).

Pendapat kedua mengatakan, Harut dan Marut adalah manusia jahat yang mengajarkan sihir di daerah Babil, dan Babil adalah sebuah daerah di Irak atau di Kufah. Pendapat ini diutarakan oleh Imam Ibnu Jarir at-Thabari dalam tafsirnya Jâmiul Bayân fi Ta’wîl Al-Quran, ketika menjelaskan beberapa pendapat seputar maksud Harut dan Marut. Namun demikian, di akhir pemaparan Imam at-Thabari melemahkan pendapat ini.

Jika yang dimaksudkan dengan Harut dan Marut adalah manusia biasa, lalu siapa yang dimaksud dengan ‘malakain’?

Sebagaimana pendapat pertama, pendapat ini mengatakan bahwa ‘malakain’ maksudnya adalah Jibril dan Mikail. Ini untuk menolak anggapan orang Yahudi saat itu yang mengatakan bahwa Nabi Sulaiman bin Daud bukan seorang Nabi akan tetapi seorang tukang sihir, yang mana sihirnya itu diajarkan melalui Jibril dan Mikail. Allah kemudian membantah anggapan demikian dengan mengatakan bahwa Jibril dan Mikail tidak mengajarkan sihir sedikitpun, sehingga dengan demikian Nabi Sulaiman terbebas dari tuduhan tersebut. Kelebihan yang dimiliki Nabi Sulaiman, bukanlah hasil dari sihir akan tetapi mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi-Nya.

Pendapat ketiga, mengatakan Harut dan Marut adalah orang shaleh dan sangat baik yang tinggal di Babil. Karena kesalehannya, orang-orang memuliakan dan menganggapnya seperti malaikat. Dengan demikian, kata ‘malakain’ dalam ayat di atas merupakan bentuk isti’arah atau majaz dari dua sosok manusia saleh yang bernama Harut dan Marut. Karenanya, kata Harut dan Marut merupakan badal dari kata ‘malakain’ hanya dalam pengertian majaz bukan pengertian sebenarnya sebagai malaikat.

Harut dan Marut, menurut pendapat ini, dapat mengetahui sihir dan bahkan keduanya yang meletakkan dasar-dasar ilmu sihir di negeri Babil, Irak. Keduanya orang baik dan tidak kufur dengan sihirnya itu, hanya saja orang-orang setelahnya yang menggunakan ilmu sihir tersebut untuk hal-hal tidak baik sehingga mereka menjadi kufur. Demikian pemaparan Thahir bin Asyur dalam at-Tahrir wat Tanwir-nya, ketika menjelaskan ayat 102 dari surat al-Baqarah.

Harut dan Marut, lanjut Ibnu Asyur, adalah dua nama suku Kaldan. Kata Harut merupakan nama Arab dari bahasa Kaldan, Hârûkâ, yang merupakan nama bulan sebagai symbol perempuan bagi suku Kandan. Sedangkan Marut merupakan nama Arab dari kata Mârûdâkh, yang merupakan nama bintang bagi suku Kaldan, sebagai simbol laki-laki.

Baik Hârûkâ maupun Mârûdâkh keduanya merupakan di antara bintang yang disucikan dan disembah oleh suku Kandan. Dan penyandaran kedua nama ini kepada nama bintang, adalah karena keyakinan mereka bahwa setiap orang saleh ketika sudah meninggal dunia, ia akan naik ke langit dan berubah dalam bentuk bintang atau benda langit lainnya. Dengan demikian, Harut dan Marut adalah dua orang saleh yang namanya kemudian diabadikan sebagai nama bintang sembahan suku Kaldan. Demikian pemaparan Ibnu Asyur dalam tafsirnya.

Sebagian ulama membacanya bukan ‘malakain’, akan tetapi ‘malikain’ (dengan membaca kasrah huruf lam-nya yang berarti dua raja). Di antara ulama yang membaca dengan ‘malikain’ ini, dinisbahkan oleh Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya, kepada pendapatnya ibnu Abbas, Ibn Abza, ad-Dhahhâk dan al-Hasan al-Bashri. Dan yang dimaksud dengan dua raja ini adalah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Hanya saja, bacaan ini adalah bacaan yang syadzdzah (ganjil), dan dilemahkan oleh Ibnul Araby.

Pendapat keempat, Harut dan Marut adalah malaikat yang diturunkan oleh Allah sebagai ujian dan cobaan bagi manusia saat itu. Keduanya mengajarkan sihir, dengan maksud agar orang-orang dapat membedakan mana sihir dan mana mukjizat. Hal ini penting mengingat sihir di daerah Babil saat itu sudah sangat membudaya dan membesar, sehingga mereka tidak dapat lagi membedakan antara mukjizat dan sihir. Mereka menganggap para nabi yang diutus bukan sebagai nabi akan tetapi tukang sihir. Allah lalu menurunkan dua malaikat, Harut dan Marut sebagai ujian bagi manusia saat itu. Mereka yang beriman akan tetap kokoh dengan keimanannya, dan mereka yang tidak beriman akan teperdaya dengan sihir tersebut.

Pendapat ini mengatakan, bahwa kata Harut dan Marut merupakan badal dari kata ‘malakain’, yang berarti dua malaikat dalam pengertian sebenarnya. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, pendapat ini merupakan pendapat Jumhur ulama salaf, termasuk juga pendapat sebagian besar mufassirin, baik yang dahulu maupun yang belakangan.

Lalu jika ditanyakan, kalau seandainya Harut dan Marut itu adalah malaikat, bagaimana mungkin dia mengajarkan sihir yang jelas-jelas sangat dilarang?

Imam at-Thabari menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan: “Sesungguhnya Allahlah yang telah menurunkan kebaikan dan kejahatan semuanya. Dan Allah juga menjelaskan akibat dari semua itu kepada hamba-hamba-Nya. Allah kemudian mewahyukan kepada para utusan-Nya untuk mengajarkan kepada makhluk-Nya mana yang halal dan mana yang haram bagi mereka. Hal ini seperti zina, mencuri dan seluruh perbuatan maksiat lainnya yang diperkenalkan kepada manusia serta melarang manusia melakukannya. Dan Sihir juga termasuk salah satu dari makna dimaksud, yang disampaikan dan dilarang untuk menggunakannya”.

Imam at-Thabari kemudian menukil pendapat yang mengatakan: “Mereka juga berpendapat: “Mengetahui ilmu sihir itu tidak berdosa, sebagaimana tidak berdosanya seseorang yang mengetahui cara membuat minuman keras, memahat patung. Letak dosa itu manakala ia mengamalkannya dan mempraktikkannya”. Demikian di antara pemaparan Imam at-Thabari mengokohkan pendapat keempat ini.

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menguatkan pendapat tersebut dengan mengatakan bahwa Harut dan Marut merupakan dua malaikat yang diturunkan menjelaskan bahaya sihir sebagai ujian dan fitnah bagi manusia. Dan bagi Allah, lanjut al-Qurthubi, sangat berhak untuk menguji hamba-Nya menurut kehendak-Nya, sebagaimana Dia telah menguji dengan sangat Thalut. Karena itu, kedua malaikat itu berkata: “kami adalah fitnah maksudnya ujian dari Allah, kami mengabarkan bahwa sihir itu adalah perbuatan kufur. Jika kamu mengikuti nasihat kami, niscaya akan selamat, dan jika kamu tidak mengikuti kami, niscaya kamu celaka dan binasa”.

Dalam kesempatan lain, Imam al-Qurthubi mengatakan bahwa Harut dan Marut itu diturunkan untuk mengajarkan kepada manusia larangan melakukan sihir. Keduanya mengatakan: “Janganlah kalian melakukan ini, jangan melakukan itu”, dan seterusnya.

Syaikh Thanthawi, rahimahullah, Syaikhul Azhar sebelumnya, dalam tafsirnya at-Tafsîr al-Wasîth menuturkan: “Jumhur mufassirin berpendapat bahwa kedua malaikat itu adalah dalam pengertian sebenarnya malaikat. Keduanya diturunkan oleh Allah untuk mengajarkan sihir kepada manusia sebagai ujian dan cobaan. Hal ini untuk menolak anggapan tukang sihir saat itu yang mengatakan bahwa para nabi itu dusta, juga mereka memengaruhi dan mengajak orang-orang saat itu untuk menyembah selain Allah. Kemudian Allah mengutus dua malaikat yang bernama Harut dan Marut.

Hanya saja, keduanya tidak mengajarkan sihir kepada siapa pun kecuali keduanya menasihati dengan mengatakan bahwa apa yang diajarkannya itu adalah bentuk sihir yang tujuannya sebagai ujian, untuk memisahkan mana yang mengikuti kemaksiatan sehingga ia sesat dibuatnya, dan mana yang meninggalkan kemaksiatan sehingga ia berada dalam petunjuk dan cahaya dari Allah. Di samping itu juga untuk menampakkan perbedaan yang nyata antara mukjizat dengan sihir”.

Kemudian perlu disampaikan juga, riwayat-riwayat yang berkaitan dengan kisah Harut dan Marut ini sangat banyak. Riwayat-riwayat dimaksud datang bukan dari Rasulullah saw, akan tetapi dari para tabi’in, seperti Mujahid, Hasan Bashri, Qatadah dan lainnya. Tidak ada riwayat yang sahih yang langsung menyambung kepada Rasulullah saw.

Ada satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya yang bersambung kepada Rasulullah saw, hanya saja riwayatnya lemah, karena di dalamnya ada rawi bernama Musa bin Jubair, yang oleh para ulama hadis seperti Imam al-Haitsami dalam Majmauz Zawâid dinilai sebagai rawi daif. Terlebih, menurut para ulama, riwayat-riwayat seputar kisah Harut dan Marut yang banyak disebutkan dalam kitab-kitab tafsir seperti dalam Tafsir at-Thabari adalah berita-berita Israiliyyat yang tertolak.

Mengakhiri pembicaraan Harut Marut ini, ada perkataan Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menafsirkan surat al-Baqarah ayat 102 di atas. Ibnu Katsir mengatakan: “Kisah Harut dan Marut banyak diriwayatkan kisahnya dari sekelompok tabi’in seperti Mujahid, as-Suddy, al-Hasan al-Bashri, Qatadah, Abul ‘Âliyyah, az-Zuhry, ar-Rabi’ bin Anas, Muqatil, Ibnu Hayyan dan yang lainnya. Demikian juga, kisahnya banyak diceritakan oleh para mufassir, baik yang terdahulu ataupun yang belakangan. Kesimpulannya, semua kisah secara teperincinya merupakan kisah-kisah Bani Israil, karena tidak ada satu pun hadis Marfu’ yang sahih yang bersambung sanadnya kepada Rasulullah saw yang menceritakan akan hal itu. Sedangkan Al-Quran menceritakan kisahnya secara global, tanpa penjelasan yang panjang. Karena itu, kami mengimani apa yang ada dalam Al-Quran menurut kehendak Allah, dan hanya Allah yang lebih mengetahui hakikat sebenarnya. [sumber: penerbitzaman/disarikan dari Ust. Aep Saepulloh D., MA]

"Singa Betina" Tentera wanita Assad

 




Pemimpin rejim Syiah Nushairiyah Bashar Assad, telah merekrut brigade wanita untuk menjaga pos-pos pemeriksaan dan melakukan operasi ketenteraan, sebagai usaha untuk membebaskan tentera lelaki untuk memerangi Mujahidin, menurut laporan Independent UK pada Selasa (22/1/2013).

Dengan memakai pakaian seragam tentera lengkap dengan senjata Kalashnikov, tentera wanita itu yang digelar "Singa Betina Pertahanan Nasional" adalah sebahagian dari pasukan paramiliter. Mereka dilaporkan telah dikerahkan di Homs.
Abu Rami, jurucakap Suruhanjaya Umum Revolusi Syria di Homs, mengaku pertama kali melihat para tentera wanita itu sekitar minggu lalu di persekitaran Tadmour di pinggiran kawasan Alawiyah, sebelum aktivis lainnya merakam gerakan mereka. Video, yang dirakam secara sembunyi, menunjukkan sekitar enam tentera wanita Nushairiyah menjaga sebuah persimpangan besar.

"Saya sangat terkejut, ini pertama kalinya kami melihat ini," katanya. "Saya rasa ini adalah alasan untuk membuat FSA membunuh para wanita dan kemudian menunjukkannya kepada dunia sebagai propaganda (bahawa mujahidin membunuh wanita), tetapi siapa saja yang bersenjata adalah target yang sah."

Abu Rami juga mengatakan bahawa para tentera wanita rejim itu juga kelihatan di kawasan Wadi al-Dahab, di mana sekitar 500 tentera dilaporkan sedang melakukan latihan ketenteraan di sebuah pangkalan.

Walid al-Faris, seorang aktivis di Homs, menggambarkan bahawa kumpulan tentera baru ini adalah militia Syiah Shabiha juga dengan nama yang berbeza.

Assad memerlukan dorongan psikologi sehingga memerlukan pasukan tambahan bagi menghadapi para Mujahidin.

"Assad perlu orang-orang untuk menjadi tentera di titik ini," kata Emile Hokayem, seorang pakar Syria di Institut Antarabangsa dalam Kajian Perancangan.
 
Diterjemah oleh Detik Islam dari sumber arrahmah

Mut'ah bagi anak dara dapat bonus 150 US Dolar

 



 
Kadar kahwin kontrak (nikah Mut'ah) khas Syiah Iran yang dikeluarkan aansar.com ini sungguh mengejutkan. Wanita boleh disewa untuk dinikahi beberapa jam (short time) hingga beberapa hari (long time) dengan kadar hingga 300 dolar. Khusus kahwin kontrak dengan gadis yang masih perawan dapat bonus 150 dolar. Pelacuran yang dihalalkan atas nama agama?
Astan Quds Al-Ridhawy mengumumkan permintaan untuk para gadis yang berumur antara 12 hingga 35 tahun untuk pekerjaan Mut'ah. Astan Quds Al-Ridhawy adalah yayasan yang mengurus wakaf dan urusan agama serta beberapa syarikat perniagaan besar di dalam dan di luar kawasan Khurasan.

Pengumuman ini dikeluarkan seiring peningkatan jumlah permintaan terhadap servis Mut'ah dari para pelancong yang datang ke Bandar Masyhad, demi mewujudkan iklim spiritual yang selesa bagi para pelancong (tentu saja bagi kalangan lelaki dari mereka) serta untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pelaksanaan ritual ini.

Berikut ini terjemahan lengkap dokumen pengumuman kadar nikah Mut'ah tersebut:

Bismillahirrahmanirrahim
Nikah itu adalah sunnahku

Yayasan astan Quds Ridhawy (Negeri Masyhad, Bandar Al-Ridha) mengumumkan tentang maksudnya untuk mendirikan sebuah markas tempat melangsungkan akad nikah untuk masa pendek (short time) berhampiran kubur Imam Al-Ridha alaihissalam, demi meningkatkan iklim spiritual dalam masyarakat dan demi mewujudkan iklim rohani dan ketenangan bagi kawan-kawan penziarah yang melawat kawasan makam Imam sementara mereka jauh dari keluarga mereka.

Untuk itu, maka pihak Yayasan meminta kepada seluruh wanita mukminah yang masih perawan, yang usianya belum melebihi 12 hingga 35 tahun, pihak Yayasan mengajak mereka untuk memberikan bantuan dan terlibat dalam projek ini.

Masa kontrak bagi wanita yang mahu terlibat dalam pekerjaan ini adalah 2 tahun, dan yang menjadi kewajipan bagi wanita yang terikat kontrak dengan Yayasan al-Ridhawy adalah melakukan Nikah Mut'ah selama 25 hari setiap bulan selama masa kontrak kerja.

Dan masa kontrak akan dikira dari bahagian masa kerja, dan masa kerja untuk setiap akad (Mut'ah) bermula antara 5 jam hingga 10 hari dengan setiap lelaki.

Nilai bayaran yang ditetapkan untuk setiap akad Mut'ah adalah berikut:

a. Mut'ah 5 jam: 50.000 Tuman (50 Dolar)
b. Mut'ah 1 hari: 75.000 Tuman (75 Dolar)
c. Mut'ah 2 hari: 100,000 Tuman (100 Dolar)
d. Mut'ah 3 hari: 150.000 Tuman (150 Dolar)
e. Mut'ah 4 s / d 10 hari: 300.000 Tuman (300 Dolar)
f. Khusus bagi para wanita perawan yang baru pertama kali melakukan nikah Mut'ah akan mendapatkan bonus 150.000 Tuman sebagai pengganti penghilangan keperawanannya.

Bagi umat Islam yang istiqamah menjauhi segala bentuk perzinaan, tentunya lebih tertarik membaca istigfar 300,000 kali daripada ganjaran 300,000 Tuman demi kahwin ekspres ini. Muslimah solehah pun lebih tertarik melantunkan ta'awudz 150.000 kali daripada kehilangan keperawanan di bilik Mut'ah untuk bercinta satu malam short time.

Alhamdulillah 'ala al-Islam wa al-Sunnah. Allahumma tsabbit aqdamana 'ala al-Islam was-Sunnah.
Diterjemahkan oleh Detik Islam dari sumber islampos

AS hulur bantuan Assad US 5 Billion


 
Sabtu 26 Januari 2013, laman Wikileaks membocorkan dokumen terbaru yang mendedahkan bahawa Amerika Syarikat memberikan bantuan material kepada presiden Syria, Bashar Al-Asad bernilai lima bilion dollar untuk menghadapi kelompok pembangkang kerana AS takut pada pilihan rakyat ketika perletakan jawatan Al-Asad, iaitu berkuasanya Islam.

Dokumen tersebut mendedahkan kaedah presiden AS, Barack Obama, menghadapi tragedi Syria dengan mengkhianati revolusi Syria iaitu dengan menyokong rejim Bashar secara senyap. Pada masa yang sama dia juga melarang negara-negara teluk membekalkan senjata kepada kumpulan penentang Syria.

Sementara itu, seorang dari pejabat pihak pembangkang Syria memberitahu kepada akhbar Sunday Times bahawa CIA melarang selama 10 bulan lalu terhadap penghantaran senjata berat seperti kereta kebal dan pesawat tempur kepada pihak yang menentang rejim Assad.

Sejarah konspirasi jahat Syria bersama Amerika

 

assad tong sampah
 
Setelah kekalahan Khilafah Uthmaniyah dalam Perang Dunia pertama dan melalui Perjanjian Sykes-Picot antara Perancis dan British pada tahun 1916, Perancis menduduki apa yang kita kenal hari ini sebagai negara Syria. Agar seseorang dapat memahami sejauh mana pengaruh AS di Syria dan untuk memetakan hubungan antara rejim Assad dan AS, kita harus meninjau sejarah moden Syria. Berikut adalah 10 peristiwa dalam susunan kronologi yang bermula dari masa penjajahan Barat atas Syria hingga sekarang, yang menunjukkan penglibatan AS di negara itu.

1. AS dan CIA mengatur rampasan kuasa tentera di Syria sejak tahun 1949
AS melalui kedutaan besarnya di Damsyik dan CIA, memimpin rampasan kuasa tentera pertama yang pernah berlaku di Syria pada tahun 1949 seperti yang disebutkan dalam buku "The Game of Nations" yang ditulis oleh Miles Copeland . Hal ini menandakan awal perjuangan antarabangsa atas Timur Tengah di antara Amerika Syarikat yang merupakan pendatang baru di percaturan politik dunia dan Eropah (Perancis dan British) yang memegang pengaruh di kawasan itu namun keluar dari Perang Dunia II dalam keadaan hancur. Kedutaan Besar AS dan CIA terus menyokong beberapa rampasan kuasa tentera berikutnya di Syria sepanjang tahun 50-an dan 60-an untuk melawan pesaing Eropah mereka. Ini merupakan era ketidakstabilan yang berlangsung lebih dari dua dekad.

2. Penarikan pasukan tentera Syria oleh Hafez dari Perang 1967 adalah untuk melindungi Israel.
Mantan Presiden Syria, Amin al-Hafiz, berkata dalam sebuah wawancara di Al-Jazeera pada tarikh 2 Julai 2001, bahawa Hafez al-Assad, yang kemudian menjadi Menteri Pertahanan telah mengeluarkan arahan tegas untuk menarik tentera Syria dari Dataran Tinggi Golan pada awal Perang 1967. Ini berlaku sebelum tanda-tanda kekalahan atau konfrontasi nyata terhadap tentera Israel yang telah menyebabkan pendudukan lokasi yang strategik itu. Melalui langkah inilah, Assad mendapat kepercayaan dari AS untuk mempertahankan sempadan utara Israel dan dia terus lakukan selama tiga dekad seterusnya.

Hafez_Al-_Assad_11

3. AS menyokong Syria melalui Resolusi PBB 242 pada tahun 1967
Resolusi PBB 242 yang disahkan selepas Perang 1967, yang umumnya dikenali sebagai Perang Enam Hari dengan Israel dan pendudukan Dataran Tinggi Golan yang merupakan geran dari Syria hingga hari ini untuk mendapatkan kembali wilayahnya. AS menyokong perjanjian ini dan hak Syria atas wilayahnya. Hal ini berbeza dengan kedudukan Israel, terlepas dari janji di bibir untuk menolak setiap gagasan menyerahkan wilayah yang strategik secara geografi ini.

4. Memperkuat Hubungan AS-Syria selepas Perang 1973
Selepas perang 1973 dengan Israel, AS seharusnya menghukum Syria dengan hukuman. Sebaliknya, pada tahun 1974, Presiden Nixon secara peribadi melakukan lawatan ke Damsyik untuk mengukuhkan hubungan dengan rejim Assad.

5. AS menerima pendudukan Syria atas Lebanon sejak tahun 1976
Pasukan Syria menyerang Lubnan pada awal perang saudara. AS bertindak diam untuk tidak menentang penjajahan adalah merupakan "lampu hijau" bagi Hafez al-Assad untuk memulakan dan meneruskan pencerobohan ini hingga tahun 2005, ketika sebuah resolusi oleh mandat Perancis mendorong Syria supaya keluar dan sementara AS pula berdiam diri. Sebuah analisa politik menggambarkan peranan AS dengan mengatakan "AS dilihat secara diam bersetuju kesinambungan kuasa Syria di Lebanon."

Hafez_Al-_Assad_36

6. Kerjasama Syria dan AS melalui Perjanjian Tai'f pada tahun 1989
Perjanjian Taif ditandatangani di Arab Saudi antara puak-puak di Lebanon yang berbeza untuk menamatkan perang saudara pada tahun 1989. AS adalah broker kuasa selain Perancis, Arab Saudi, Mesir dan Syria yang membantu membuat perjanjian yang, "menggalakkan sokongan antarabangsa bagi amanah Syria atas Lebanon."

7. Syria bergabung dengan AS dalam kempen untuk menyerang Iraq pada tahun 1991
Syria menyokong AS dalam kempen perang melawan Iraq (Operation Desert Storm) dengan menghantar 14500 tentera dan anggota tenteranya untuk membantu AS dalam serangan di Iraq.

8. AS menjadi orang tengah dalam rundingan antara Syria dan Israel sepanjang tahun 1990-an
Hafez al-Assad bersetuju AS sebagai orang tengah antara Syria dan Israel. Ketua Staf Angkatan Darat Syria, Leftenan Jeneral Hikmat al-Shihabi, mengetuai delegasi ke AS untuk membincangkan rundingan damai tentang masalah tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan TV Russia Today, mantan Menteri Pertahanan Syria dan tokoh utama rejim Assad, Mustafa Tlass menyatakan dengan tegas bahawa al-Shihabi adalah agen CIA untuk Amerika Syarikat.

Hafez_Al_Assad_Clinton_New_09

9. Kerjasama perisikan antara CIA dan Syria untuk menyeksa para tahanan sejak tahun 2001
Kerja sama erat antara CIA dan rejim Syria begitu hangat, bahkan selama Syria disebut sebagai negara bajingan (rogue state), rejim Syria masih menawarkan perkhidmatan untuk melakukan pekerjaan kotor bagi CIA. Rejim menggunakan badan-badan intelijennya yang terkenal dengan sifat jahat untuk mengorek maklumat dari para tahanan dan tawanan perang melalui penyeksaan yang dilakukan untuk CIA. Kes terkenal ialah Maher Arar, seorang warga negara Kanada.

10. AS menyokong rejim Syria selama Revolusi Syria 2011
Sebagaimana yang telah dibincangkan secara terperinci melalui bahagian pertama dari siri ini tentang lembaga rejim Assad, AS telah bertindak secara diam dan menyaksikan pembunuhan warga awam Syria selama 2 tahun yang berlaku setiap hari.

Seperti yang jelas kelihatan, dalam sejarah moden Syria sejak awal AS cuba untuk mengatur agen-agennya berkuasa melalui rampasan kuasa ketenteraan. Walaupun AS terus memberikan retorika penentangan terhadap Syria, negeria itu mencapai puncak hegemoninya ketika agennya, Hafez al-Assad mencapai kuasa pada tahun 1970. Sejak al-Assad, Syria telah menjadi negara kaki tangan rahsia AS untuk melayani kepentingan di wilayah itu dan melindungi sempadan utara Israel. Secara lahiriah Hafez mengaku sebagai pemimpin penentang di wilayah Arab.

Rasulullah pernah disihir

 



Benarkah Rasulullah pernah disihir. Bukankah Rasulullah itu maksum yang terpelihara daripada kejahatan manusia dan jin?
Soalan
1. Saya mendengar dakwaan sesetengah pihak, mengatakan Nabi Muhammad s.a.w sendiri pernah dishir betulkah ini berlaku? Tidakkah Nabi Muhammad maksum yang terpelihara daripada kejahatan manusia, adakah wujud keterangan dalam al-Quran atau as-Sunnah tentang perkara ini?
2. Apakah hikmah Islam melarang keras pekerjaan atau amalan sihir?
3. Bolehkah saya mengunakan memakai tangkal untuk menghalang kejahatan atau hasad dengki manusia?
Jawapan dari Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din
Jawapan 1
Nabi Muhammad s.a.w memang maksum, seperti Firman Allah yang mafhumnya, “Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diperturunkan kepadamu dari Tuhan kamu dan jika tidak kamu kerjakan apa yang diperintahkan itu, bererti kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah akan memelihara kamu daripada (kejahatan) manusia, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Surah al-Maaidah, 67).
Perkataan maksum jelas disebut daripada makna perkataan ‘ya’tsimuka’ (Memelihara kamu). Dalam tafsir yang muktabar, tidak ada orang yang boleh membunuhnya. Ia juga bermakna Nabi Muhammad maksum, dipelihara sehingga tidak berlaku sesuatu kemaksiatan ke atasnya. Nabi tidak melakukan kesalahan yang mendatangkan dosa.
Adapun makna keselamatan umum, sepeti Nabi disakiti sehingga pernah luka kaki baginda dibaling batu oleh kanak-kanak upahan di Taif atau terluka (mengalami berbagai kesakitan) dalam Perang Uhud, sakit kepala, demam dan sebagainya pernah berlaku ke atas baginda.
Semua ini bukan bermaksud maksum, yang dipelihara Allah S.W.T kerana baginda sebagai manusia biasa yang menerima wahyu, baginda juga berlapar, rasa dahaga, sakit dan sebagainya.
Merujuk kepada dakwaan Nabi disihir, jika diteliti huraian di atas, bermakna sihir memang boleh berlaku. Di sebut dalam hadis sahih, Daripada A’ishah r.anha: “Kata A’ishah, telah disihir Rasulullah s.a.w oleh seorang lelaki daripada Bani Zuraiq dikatakan lelaki itu ialah Labid bin al-A’sam al-Yahudi. Rasulullah s.a.w berasa tidak keruan, perkara yang telah dilakukan, baginda merasa ragu sudah dilakukan atau tidak. Nabi bertanya A’ishah, “Wahai A’ishah, apakah kamu tahu bahawa Allah S.W.T telah melakukan sesuatu ke atas diriku? Nabi menyambung dengan katanya, “ada dua orang laki-laki datang kepada ku ketika aku sedang tidur, maka salah seorang berada disisi kepalaku, seorang lagi berada disisi kakiku, maka seorang daripadanya bertanya kepada kawannya, ‘apakah sebenarnya yang dideritai oleh Muhammad ini? Maka seorang lagi menjawab, dia telah disihirkan orang. Ditanya lagi, siapakah yang telah mensihirnya? Dijawab lagi, sihirkan oleh Labid bin al-A’sam. Ditanya lagi dengan apakah dilakukan sihir itu? Jawabnya, digunakan sikat rambutnya, dengan satu ikhtiar lain (sihir). Ditanya, di manakah diletakkan barang-barang tersebut? Dijawabnya, ditanam dalam sebuah perigi namanya Perigi Darwan. Maka ditanya lagi, dengan apakah kita akan merawatkan Muhammad ini? Maka dibacakan beberapa ayat dari al-Quran. Nabi Muhammad s.a.w sedar dari tidurnya maka diberitahu kepada A’ishah, “Bahawasanya, Allah S.W.T telah menyembuhkan aku dan aku tidak mahu hal ini menjadi fitnah di kalangan manusia dan aku telah sembuh.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).
Hadis sahih ini sekurang-kurangnya memberikan kefahaman kepada kita bahawa musuh-musuh Islam, terutamanya Yahudi, akan melakukan apa sahaja untuk memenuhi kehendak mereka. Ulama bersepakat bahawa berpandukan kepada hadis sahih ini, memang ada percubaan oleh insan yang kenali melakukan sesuatu yang dipanggil sihir.
Nabi s.a.w memerintahkan sahabat, turun ke dalam perigi mencari barang-barang sihir tersebut, dikeluarkan dan Nabi telah sembuh seperti biasa.
Peristiwa ini tidak boleh disamakan dengan manusia di zaman kita yang terkena sihir sehingga hilang pertimbangan kewarasan, menderita kesakitan memanjang dengan menggangu ibadat, malah menganggu daripada melakukan kerja harian, ini semua tidak menganggu Nabi.
Nabi Muhammad cuma terasa ada sesuatu yang tidak kena berlaku dalam dirinya. Tiada siapa yang mengetahui, A’ishah pun tidak mengetahui sehingga Nabi memberitahu tentang dua orang lelaki (malaikat) datang untuk mengubat baginda dengan ayat-ayat al-muawwiyat, ayat pelindung penyakit sihir.
Sekaligus, ia merupakan panduan kepada umatnya untuk melindungi diri daripada penyakit.
Seterusnya, jelas bahawa Nabi sendiripun bila disihirkan orang, baginda sendiri tidak mengetahui, melainkan selepas Jibril a.s memberitahu bahawa baginda telah matbub (disihirkan).
Jika Nabi sendiri tidak mengetahui baginda disihirkan, bagaimana orang yang datang untuk berubat, mengadu kesakitan, tiba-tiba orang yang hendak mengubat tersebut mengatakan ‘kamu telah kena sihir?’ Datang pesakit lain, kita mengatakan pula, ‘kamu telah kena buatan orang.’
Ada yang lebih ke hadapan mengatakan, ‘kamu telah disihir fulan bin si fulan.’
Bagaimana insan biasa boleh mengetahui sihir yang kena kepada orang lain? Bukan kena kepada kepada dirinya, dengan membuat keputusan orang itu kena sihir, inilah masalah yang kita hadapi.
Tidak sepatutnya berlaku sedemikian kerana hanya Allah S.W.T sahaja mengetahuinya dan tidak ada orang yang boleh tahu hal sebenarnya.
Pengubatan disyariatkan, tetapi jangan sampai kita mendakwa orang itu kena sihir atau menuduh serta menuding jari kepada orang yang didakwa melakukan sihir.
Jawapan 2
Pekerjaan dan amalan sihir adalah sesuatu yang pada kebiasaannya mengagungkan makhluk halus sama ada yang bernama iblis, jin, syaitan dan sebagainya. Makhluk ini sememangnya bertugas sepenuh masa menyesatkan anak Adam dan menjauhkan mereka dari rahmat Allah S.W.T.
Mereka telah dilaknati Allah S.W.T, maka mereka berusaha untuk menyesatkan manusia supaya dijauhkan rahmat Allah. Salah satu caranya adalah menggunakan sihir sebagai satu profesion mereka mengajar manusia melakukan kerja jahat tersebut.
Manusia akan mudah terpengaruh apabila seorang manusia mampu melakukan perkara yang ganjil pada pandangan manusia lain. Atau seolah-olahnya ada kelebihan khusus kepada orang tertentu, yang mengetahui penyakit orang lain tanpa diberitahu. Atau mungkin boleh membaca fikiran orang lain.
Hal sedemikian ini ada kemungkinan boleh berlaku dengan bantuan makhluk halus, dapat mengagak atau makhluk halus mengetahui daripada percakapan mereka kepada diri atau kawan-kawan.
Perkara ini merangsang manusia mendampingi dan mendapatkan khidmat ahli sihir untuk menyampaikan sesuatu maksud mereka.
Bila sihir dilakukan, maka berlaku perkara negatif, yang paling besar sekali adalah kerosakan aqidah. Dalam beberapa hadis Rasulullah s.a.w (mafhumnya),”Sesiapa yang mendatangi ahli sihir maka sesungguhnya dia telah mensyirikkan Allah S.W.T.” (Riwayat Imam Muslim).
Hadis lain menyebut (mafhumnya), “Sesiapa yang mendatangi seorang yang mendakwa mengetahui perkara ghaib, lalu mempercayai dakwaan tersebut, sesungguhnya dia telah kufur dengan al-Quranul Karim yang diturunan kepada Nabi Muhammad.”
Dengan amalan sihir juga membuka jalan kepada seseorang mempercayai apa sahaja yang dikatakan ahli sihir kepadanya. Kata-kata seperti, ‘penyakit itu berpunca daripada orang yang terdekat kepadanya’, kadang-kadang menamakan orang tertentu (sama ada ahli keluarga atau kawan karibnya), terus dipercayai tanpa menyiasat dengan terperinci.
Hal ini boleh menimbulkan permusuhan yang berpanjangan sehingga perkara yang tidak sepatutnya berlaku, dilakukan. Lebih buruk apabila, dibalas balik dengan sihir juga.
Dalam al-Quran, Allah S.W.T menyebut (mafhumnya), “Sesungguhnya syaitan-syaitan itu mengkehendaki supaya berlakulah di kalangan kamu, permusuhan dan benci-membenci.”
(Surah ali-Imran, 91).
Jelas bahawa peluang yang terbuka kepada orang yang mendatangi ahli sihir ini, syaitan mengambil kesempatan menimbulkan permusuhan antara dua orang yang berkasih, menimbukkan kebencian yang amat sangat antara anak beranak.
Ilmu sihir merupakan perantaraan yang boleh menimbulkan caca merba dalam masyarakat. Peluang ini digunakan oleh orang yang bukan ahli sihir, tetapi mendakwa boleh melakukan hal-hal sedemikian untuk mendapat keuntungan duniawi sehingga mengenakan bayaran yang tidak tertanggung oleh pesakit.
Oleh kerana itu maka Islam sebagai agama salam sejahtera, menyelamatkan manusia dari hal-hal yang tidak baik, khasnya menjaga aqidah supaya tidak rosak, memelihara harta benda dari pemerasnya dan untuk manusia kembali kepada pertolongan Allah S.W.T.
Islam melarang dengan sekeras-kerasnya menggunakan sihir sebagai medium menyampaikan sesuatu maksud.
Jawapan 3
Di zaman permulaan Islam amalan memakai tangkal digunakan ramai masyarakat jahiliyyah. Raslullah s.a.w telah mengharamkan pengunaan tangkal dan menggantikan dengan pengunaan ayat al-Quran dan doa, khususnya memohon daripada Allah S.W.T menghindari dari sesuatu yang tidak diingini.
Dakam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, juzuk ke 4 halaman 156 disebut hadis yang mafhumnya, “Sesiapa yang menggantung tangkal, maka sesungguhnya dia telah melakukan perkara syirik.”
Hadis ini merupakan hadis umum. Berlaku suatu ketika apabila sahabat-sahabat menerima ayat al-Quran daripada Rasulullah s.a.w, diamalkan untuk menghindari ganguan, menulis ayat tersebut dikertas dan menggantungkan kepada anak-anak mereka yang belum boleh membaca al-Quran.Bila dirujuk kepada Rasulullah, baginda tidak melarangnya.
Ada sebahagian pendapat jika tangkal tersebut diperbuat daripada ayat-ayat al-Quran, maka ia diharuskan.
Pandangan ulama-ulama muktabar yang dipetik daripada Kitab al-Fatawa az-Zahabiyyah (Fatwa-fatwa yang amat berharga) pada halaman 253 bagi soalan seperti dikemukakan ini, dijawab bahawa, “Adapun penulisan ayat-ayat al-Quran dan nama-nama Allah S.W.T untuk dijadikan tangkal, maka ulama-ulama berselisih pendapat di kalangan ulama-ulama salaf ada yang mengharamkannya secara mutlak dan ada sedikit yang mengharuskannya, dengan syarat-syarat khusus. Yang paling sahih, bahawasanya penggunaan tangkal-tangkal sama ada al-Quran atau tidak, dilarang dalam hadis-hadis terdahulu. Tentang keharusan yang Rasulullah berikan kepada beberapa orang sahabat, itu adalah pada permulaan Islam. Apabila iman sudah tertanam dalam diri dan untuk mengelak daripada keburukan-keburukan yang boleh menjejaskan iman, maka, dilarang sama sekali penggunaan tangkal, walaupun menggunakan ayat al-Quran kerana, 1; mencegah daripada keburukan yang lebih besar, 2; menjaga kesucian al-Quran dari terbawa dalam tandas dan 3; membulatkan keyakinan bahawa Allah Taala sahaja yang melindungi manusia daripada segala-galanya.”
Wallahu’alam….
Sumber dari hasnulhadiahmad.com