YANG MASIH PANAS...

Polis Engkar Titah Khas Yang DiPertua Agong

KOTA DAMANSARA: Engkar Titah Khas Yang DiPertuan Agong, pasukan polis meneruskan intimidasi terhadap aktivis Bersih apabila bertindak mengepung Dewan MBPJ, Seksyen 7, di sini malam tadi.


Tindakan itu kurang 12 jam selepas Tuanku Mizan Zainal Abidin membenarkan himpunan aman Bersih dilakukan di stadium pada 9 Julai ini.

Pasukan polis dari IPD Petaling Jaya, diketuai ASP Marzukhi Mokhtar mengepung dewan berkenaan sejak jam 7 malam untuk menghentikan taklimat Himpunan Bersih 2.0 dan Bengkel Hak berhimpun.

Program itu anjuran Pakatan Rakyat Subang dan peguam hak asasi Lawyers For Liberty (LFL), yang turut dihadiri pimpinan Pakatan Rakyat peringkat cabang dan bahagian, serta kira-kira 50 peserta.

Sekurang-kurangnya 50 anggota polis dengan dua trak black maria dan dua pacuan empat roda Pasukan Gerak Am dikerah melakukan serbuan.

Polis secara kasar menghalang Adun Kota Damansara, Dr Nasir Hashim yang tiba kira-kira jam 9.40 malam untuk masuk ke dalam dewan tersebut dan menggunakan haknya sebagai wakil rakyat kawasan itu.

Beliau dan Ahli Parlimen Subang, Sivarasa Rasiah kemudian terpaksa menyambung taklimat tersebut di kawasan luar dewan berkenaan, namun diancam ASP Marzuki yang mengumumkan taklimat itu sebagai himpunan haram.

Selepas melakukan perbincangan, pihak berkuasa itu kemudian mengarahkan orang ramai bersurai sejurus Dr Nasir dan Sivarasa memberi taklimat kepada peserta selama beberapa minit.

Bagaimana pun tidak ada tangkapan dilakukan.

Menurut Sivarasa, beliau kecewa dengan tindakan polis yang jelas melanggar Titah Yang Di Pertuan Agong supaya semua pihak melakukan rundingan dalam isu himpunan Bersih.

“Saya merasa kecewa kerana PDRM masih terima arahan politik dari Umno-BN untuk gagalkan himpunan 9 Julai walaupun Agong benarkan himpunan itu diadakan di dalam stadium.

Sementara Dr Nasir pula berkata, beliau kesal kerana kehadiran dua wakil rakyat di kawasan itu seakan tidak dipedulikan pihak berkuasa walaupun mereka mempunyai hak menggunakan dewan berkenaan.

Pelajaran Penting: Mengenal Sebab Kesesatan Aqidah Tasybih; Dari Tulisan Imam Ibn al-Jauzi (Waspadai Ajaran Wahhabi, Sebarkan!!)

al-Hâfizh Ibn al-Jauzi menuliskan bahwa sebab kerancuan sebagian orang yang mengaku bermadzhab Hanbali dalam akidah mereka hingga mereka dicap sebagai golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya (ahl al-tasybîh) adalah karena beberapa hal berikut;


Pertama: Mereka selalu menamakan setiap teks yang dinisbatkan kepada Allâh sebagai sifat-sifatnya (Akhbâr al-Shifât). Padahal tidak semua teks yang dinisbatkan kepada Allâh merupakan sifat-sifat-Nya. Bisa jadi penisbatan tersebut hanya penisbatan mudlâf dan mudlâf ilaih. Dan tidak semua nisbat idlafâh semacam ini bermakna sifat. Seperti dalam firman Allâh tentang nabi Adam: “Wa Nafakhtu Fîhi Min Rûhî…”. QS. Shad: 72. Ayat ini maknannya bukan berari Allâh memiliki sifat ruh yang kemudian sebagian ruh tersebut ditiupkan kepada nabi Adam. Tapi makna ayat yang dimaksud adalah idlâfah tasyrîf; artinya ruh tersebut adalah ruh yang dimuliakan oleh Allâh. Dengan demikian jelas salah bila setiap ayat dalam bentuk mudlaf dan mudlaf ilaih dianggap sebagai pengertian sifat.

Ke dua: Mereka selalu berkata bahwa teks-teks al-Qur’ân atau hadits tersebut adalah bagian dari teks-teks mutasyâbihât yang tidak diketahui maknanya kecuali oleh Allâh. Kemudian mereka berkata; Kewajiban kita hanya memaknai dan memberlakukan teks-teks tersebut sesuai zhahirnya. Pernyataan mereka ini adalah pernyataan yang sangat aneh. Mereka mengatakan bahwa teks-teks tersebut tidak diketahui oleh siapapun kecuali oleh Allâh, namun pada saat yang sama mereka memaknai teks-teks tersebut dengan makna zhahirnya. Padahal lafazh “yad” dalam bahasa Arab makna zhahirnya adalah “tangan”, yang berupa jari-jemari, daging, tulang darah dan lainnya. Kemudian lafazh “’ain” makna zhahirnya tidak lain adalah mata. Juga lafazh “istawa” makna zhahirnya adalah duduk dan bertempat. Atau lafazh “yanzil” yang makna zhahirnya adalah turun dalam arti berpindah tempat dari atas ke bawah. Apakah makna-makna zhahir semacam ini sesuai begi keagungan Allâh?! Bila tidak, lantas mengapa dikatakan bahwa kita harus memberlakukannya sesuai makna zhahirnya?!

Ke tiga: Mereka selalu menetapkan sifat-sifat bagi Allâh dengan sekehendak mereka sendiri. Setiap teks yang ada kaitannya dengan Allâh seringkali diklaim oleh mereka sebagai sifat-sifat-Nya. Padahal sifat-sifat bagi Allâh tidak boleh ditetapkan kecuali dengan adanya dalil-dalil yang pasti atas hal tersebut.

Ke empat: Mereka tidak membeda-bedakan dalam menetapkan sifat bagi Allâh antara hadits yang mashur dengan hadits yang tidak shahih. Hadits yang mashur contohnya hadîts al-nuzûl; “Yanzil Rabbunâ Ilâ al-Samâ’ al-Dunyâ…”. Contoh hadits yang tidak shahih seperti hadits yang mengatakan: “Raitu Rabbî Fî Ahsan al-Shûrah…”. Mereka memandang bahwa kedua hadits tersebut merupakan hadits-hadist tentang sifat Allâh. Dan kerananya mereka kemudian menetapkan dengan landasan dua hadits tersebut adanya sifat “turun” dan “bentuk” bagi Allâh.

Ke lima: Mereka tidak membeda-bedakan antara hadits marfû’ yang bersambung hingga Rasulullah dan hadits mauqûf yang hanya bersambung sampai kepada para sahabat, bahkan juga membedakannya dengan hadits maqthû’ yang hanya bersambung hingga tabi’in saja. Baik hadits marfû’, hadits mauqûf atau hadits maqthû’ oleh mereka dapat dijadikan dalil dalam menetapkan sifat-sifat bagi Allâh.

Ke enam: Yang aneh dari mereka, beberapa teks al-Qur’ân atau hadits yang terkait dengan masalah ini dipahami dengan takwil, namun dalam teks-teks lain mereka memaknainya dengan makna-makna zhahir. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki keteguhan keyakinan. Seperti sebuah hadits yang berbunyi: “Wa Man Atânî Yamsyî, Ataituh Harwalah…”, mereka memaknai hadits ini dengan mentakwilnya. Maksud kandungan hadits ini, menurut mereka sebagai perumpamaan atau pendekatan kenikmatan kenikmatan dan karunia yang dianugerahkan oleh Allâh kepada hamba-hamba-Nya. Lantas di mana konsistensi mereka dalam memegang makna zhahir teks?! Padahal jelas secara zhahir makna hadits tersebut: “Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari keci…”.

Ke tujuh: Mereka seringkali memberlakukan makna-makna indrawi dalam memahami teks-teks tersebut. Ini ditandai dengan adalanya lafazh-lafazh yang sering kali mereka tambahkan terhadap teks-teks tersebut. Seperti seringkali mereka berkata: “Yanzil Bi Dzâtih…” (Allah turun dengan Dzat-Nya), “Yanzil Wa Yatahawwal…” (Allah turun dan bergerak), “Istawâ Bi Ma’nâ al-Haqîqah…” (Allah benar-benar bertempat/bersemayam) dan tambahan lafazh lainnya. Lalu untuk mengecoh orang-orang awam mereka berkata: “Lâ Kamâ Na’qil…” (Tidak seperti yang kita pikirkan). Terkadang mereka juga berkata: “Lahû Yad Lâ Ka al-Aidî…” (Allah memilki tangan tapai tidak seperti semua tangan), “Lahû ‘Ain Lâ Kasâ’ir al-A’yun…” (Allah punya mata tapi tidak seperti setiap mata), “Lahû Qadam Lâ Kasâ’ir al-Aqdâm…” (Allah memiliki kaki tapi tidak seperti setiap kaki). Yang tersisa bagi mereka adalah untuk mengatakan: “Huwa Insân Lâ Kasâ’ir al-Nâs…” (Allah adalah manusia tatapi tidak seperti seluruh manusia). Adakah tauhid dalam keyakinan orang-orang semacam ini?? (Penjelasan lebih luas lihat Ibn al-Jauzi, Daf’u Syubah at-Tasybih Bi Akaff at-Tanzih, h. 11-12).



Catatan:

Ibn al-Jauzi adalah al-Imam al-Hafizh Abdurrahman ibn Abi al-Hasan al-Jauzi (w 597 H), Imam Ahlussunnah terkemuka, ahli hadits, ahli tafsir, dan seorang teolog (ahli ushul) terdepan. Beliau bermadzhab Hanbali, dan apa yang beliau tuliskan dalam karya beliau di atas adalah keyakinan para ulama madzhab Hanbli terkemuka. Adapaun orang-orang Wahabi bahwa mereka mengaku bermadzhab Hanbali adalah BOHONG BESAR....baik di dalam aqidah maupun fiqih kaum Wahabi ini bukan di atas madzhab Hanbali; madzhab mereka adalah madzhab WAHABI..!!!

Awas salah; beda antara Ibn al-Jauzi dengan Ibn Qayyim al-Jauziyyah. Adapun ibn Qayyim al-Jauziyyah ini adalah Muhammad ibn Abi Bakr az-Zar’i (w 751 H) murid dari Ibn Taimiyah yang dalam keyakinannya persis sama dengan Ibn Taimiyah sendiri; dua-duanya orang sesat dan menyesatkan.

Ingat-ingat neeeh...!!! Keduanya jauh berbeda; yang pertama (Ibn al-Jauzi) Imam Ahlussunnah terkemuka, sementara yang kedua (Ibn Qayyim al-Jauziyyah) adalah murid Ibn Taimiyah; yang dalam keyakinannya persis sama dengan kayakinan tasybih Ibn Taimiyah.

sekali lagi... Awas salah!! Ibn Qayyim; murid Ibn Taimiyah ini di antara keyakinannya yang juga persis keyakinan gurunya; 1. Orang yang tawassul dengan Nabi atau orang-orang saleh adalah orang musyrik, 2. Perjalanan untuk ziarah ke makam Rasulullah adalah perjanan maksiat, 3. Berkeyakinan Allah duduk di atas arsy, 4. Berkeyakinan bahwa neraka akan punah dan siksaan terhadap orang-orang kafir di dalamnya akan habis, dan berbagai lainnya. Bukan isapan jempol, ini semua ada datanya, bahkan dia tuliskan dalam karya-karyanya sendiri...

Ingat... Aqidah Rasulullah, para sahabatnya, dan aqidah mayoritas umat Islam, kaum Ahlussunnah wal Jama'ah adalah ALLAH ADA TANPA TEMPAT DAN TANPA ARAH.

Sumber : AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT

Orang Politik dan Kehidupan Seksual

ISNIN, 4 Julai 2011

Oleh: ZULKIFLI SALLEH

Selepas Dominique Strauss-Kahn, Pengarah Urusan Tabung Kewangan Antarabangsa (IMF) ketika itu, ditangkap di New York City atas tuduhan cuba merogol pembantu hotel Sofitel pada 14 Mei lalu, majalah Time muncul dengan kulit depan, "Sex. Lies. Arrogance. What Makes Powerful Men Act Like Pigs." Di dalamnya terkandung makalah yang ditulis oleh Nancy Gibbs bahawa kejadian itu mencetuskan debat yang hangat tentang seks, undang-undang, kuasa, dan hak istimewa. Dalam tulisan itu Nancy turut menyentuh skandal seks bekas Gabenor California, Arnold Schwarzenegger yang mempunyai anak hasil hubungan sulitnya dengan bekas staf pembantu rumahnya. Meskipun kedua-dua kes itu berbeza, kedua-duanya membuktikan penyalahgunaan kuasa dan pengkhianatan kepercayaan. Beliau juga menyatakan situasi Strauss-Kahn lebih serius jika dibandingkan dengan Perdana Menteri Italy, Silvio Berlusconi, yang menghadapi perbicaraan rasuah, penipuan cukai, dan paling relevan, mengadakan hubungan seks dengan pelacur bawah umur dan kemudian menggunakan jawatannya untuk menutup kecurangan itu.


Melihat seorang demi seorang ahli politik terlibat dalam skandal seks atau mengadakan hubungan sulit dengan wanita lain, termasuk yang terbaharu, Senator John Edwards, bekas calon Naib Presiden Parti Demokratik tahun 2004, Nancy Gibbs menulis: Memasuki politik dan anda memasuki rumah kaca; tidak ada rahsia dan tidak ada tempat untuk bersembunyi. Beliau merujuk Pscychological Science yang mendapati semakin tinggi lelaki atau wanita meningkat dalam hierarki perniagaan, maka besar kemungkinan mereka memikirkan atau melakukan zina. Nancy turut memetik hujah pengarang kajian itu bahawa "dengan kuasa, muncul kedua-duanya, iaitu peluang dan keyakinan dan dengan keyakinan, muncul perasaan hak kelayakan seksual. "Apabila lelaki mempunyai lebih banyak peluang, mereka cenderung bertindak berdasarkan peluang itu," kata ahli psikologi, Mark Held yang dipetik oleh Nancy.


Kehidupan seks dalam kalangan tokoh politik di mana-mana sahaja menjadi pengetahuan umum dan sering didedahkan. Tidak kurang yang mengakui penglibatan mereka itu lalu terpaksa meletakkan jawatan. Ahli perniagaan atau tokoh perniagaan juga terlibat dalam skandal seks, tetapi yang sering dibicarakan oleh media dan sasaran pendapat awam adalah yang melibatkan ahli politik.


Pernah suatu ketika dahulu, iaitu pada tahun 1960-an, bekas Presiden Soekarno dikatakan terkenal dengan cerita seks peribadinya, dan pernah dikatakan bahawa semasa melawat Moscow, hubungan seksnya dengan wanita di sana dirakamkan secara sulit. Oleh sebab ketika itu, era Perang Dingin antara blok Kesatuan Soviet dengan blok Amerika Syarikat, Moscow dikatakan cuba menggunakan rakaman itu untuk mengugut Soekarno supaya tunduk pada komunis, kalau tidak, mereka mengedarkan rakaman itu untuk ditonton oleh rakyat Indonesia. Namun, Soekarno yang memang terkenal dengan kepintarannya dilaporkan berkata, "Siarkan. Biar rakyat saya menonton sendiri bagaimana hebatnya Presiden mereka." Setakat mana benarnya cerita itu tidak dapat dipastikan, tetapi berlegar menjadi pengetahuan umum di negara kita.


Setelah seorang demi seorang tokoh terkenal didapati terlibat dalam kelakuan seksual yang tidak menyenangkan, iaitu ketika itu Anggota Perwakilan Amerika Syarikat, Anthony Weiner, dan sebelum itu, Arnold Schwarzenegger, Tiger Woods, John Edwards, dan banyak lagi, dan tidak lama dahulu Presiden Bill Clinton nyaris-nyaris didakwa, maka soalannya sepatutnya bukan: Mengapa mereka melakukannya? Sebaliknya, tegas Beth Green, "Why Are We Addicted to Sex?" soalan mereka sepatutnya: Mengapa kita terlibat dalam kelakuan seks yang menyakitkan, tidak memuaskan, berisiko dan mengaibkan, dan bagaimana kita dan orang orang lain mencapai kesejahteraan dan kebersatuan yang akan menyebabkan kelakuan itu usang?


Beth Green mempunyai alasan kukuh mengapa beliau mengubah "mereka" kepada "kita" berhubung dengan kehidupan seks: "Sebagai kaunselor selama 30 tahun, saya sangat lazim dengan kehidupan seks lelaki dan wanita, dan lazimnya kita gemar mengakui, kelakuan yang kita libatkan itu dianggap "tidak menyenangkan." Banyak lelaki yang berkahwin mempunyai hubungan seks dengan wanita yang bukannya isteri mereka, dan banyak wanita mengadakan seks dengan lelaki ini, dan selalunya dengan pengetahuan sepenuhnya tentang taraf perkahwinan lelaki itu. Wanita yang berkahwin melakukan perkara yang sama.


"Siapakah orang yang melakukan kelakukan seperti ini? Adalah kita. Justeru, mengapa kita terkejut apabila mendapati 'pemimpin' kita melakukan perkara yang sama?" Setelah membincangkan keperluan dan kehendak seks manusia, dan seseorang itu tidak perlu "menyibuk" dengan kelakuan seksual orang lain, Beth Green, menamatkan penulisannya dengan amanat, "elok berhenti bertindak terkejut, dan elok tukar terkejut menjadi tindakan."


Semestinya, pada masa sekarang, jelas bahawa orang dalam bidang politik mempunyai hubungan seks di luar konvensional dan kadangkala nilai bagaikan orang alim yang ditunjukkan kepada para pengundi, pemerhatian James Love dalam "The Sex Lives of Political Figures." Mana-mana kisah cinta politik, kisah bersahaja, seks yang dibayar, seks berisiko atau aneh, main cinta, seks gender yang sama, dan kahwin banyak akan menjadi panjang, dan secara relatifnya, tidak ada kena mengena dengan parti atau ideologi parti. Diungkapkan semula dalam bahasa harian kita, "tidak boleh kata mengata, bab perempuan, sama-sama naik."

"Semestinya," tambah beliau, "juga jelas bahawa tokoh politik berdusta tentang kehidupan seks mereka. Pendustaan ini diberitahu untuk semua jenis alasan, sesetengahnya layan sendiri, sesetengahnya di luar pertimbangan kepada pihak ketiga yang hidup juga diasak oleh sikap berterus terang, dan sesetengah berdusta bahawa semata-mata cuba mewujudkan beberapa sempadan kepada 'hak untuk mengetahui' orang awam." Walau bagaimanapun, James Love mengakui bahawa tiada bukti bahawa para pemimpin yang bagus mempunyai kehidupan seks monogami atau membosankan, tidak juga yang seseorang itu boleh menegaskan sebaliknya. Beliau turut mengingatkan bahawa kedua-duanya, iaitu tidak realistik dan bodoh untuk mendesak ahli politik "memberitahu kebenaran" tentang kehidupan seks mereka. Orang berdusta tentang seks, dan selalunya tindakan ini positif, bukannya negatif.


"Adakah anda benar-benar mahu tahu segala-galanya tentang kehidupan seks ibu bapa anda, anak-anak anda, guru sekolah mereka, pengurus Safeway tempatan, atau kawan satu kereta anda? tanya beliau, "mengapa anda mahu tahu segala-galanya tentang kehidupan seks anggota Kongres, hakim atau gabenor? Love mencadangkan dan menasihati bahawa hasil terbaik mungkin memberitahu ahli politik supaya menyimpan kehidupan seks untuk diri mereka. "Jangan jadikan perkahwinan bahagia anda helaian tengah kempen anda. Jangan-jangan sekali sukarela diwawancara oleh tentang kegemaran sexting anda. Jangan minta perhatian yang berlebih-lebihan terhadap kehidupan seks anda, atau kekurangan kehidupan seks." Untuk ahli politik kita, di sini nasihat berguna daripada beliau, "Jangan muncul di kaca televisyen untuk mengutuk skandal seks kotor orang lain," atau dengan kata lain, "jangan menyibuk jaga tepi kain orang." Akan tetapi, Love menasihati, "yang paling penting, jangan berasa berkewajipan untuk memberitahu kebenaran tentang kehidupan seks anda," - maksudnya,"pandai makan, pandai simpan."


Bagi Love, kehidupan seks perkara remeh jika dibandingkan dengan janji yang ahli politik semasa kempen pilihan raya, kemudian selepas menang, melupakan atau tidak mengotakan segala janji berkenaan. Begitu juga jika dibandingkan dengan pendustaan yang lain yang lebih serius, maka beliau meringkaskan, "berasa benar-benar bebas untuk berdusta kehidupan seks anda. Akan tetapi, berasa kurang bebas untuk berdusta tentang sesuatu yang lain yang berkait dengan tugas anda sebagai pegawai yang dipilih."


Satu alasan banyak ahli politik berkelakuan buruk sekarang adalah bahawa kita kurang menghabiskan masa untuk memikirkan apakah yang dimaksudkan dengan berkelakuan baik, tulis kolumnis, David Brooks. Hal ini kurang menjadi masalah pada abad lalu apabila para pemimpin, guru, dan paderi mengadakan debat terperinci apakah yang dimaksudkan mempunyai peribadi yang baik. Brooks memetik Edmund Burke yang menggubah rangkap yang panjang dan terkenal, mentakrikan standard kecemerlangan politik, dan dengan panjang lebar memetik Anthony Trollope yang pada abad ke-19 menulis siri novel popular mengacau apakah yang dimaksudkan kelakuan baik dalam kehidupan politik.


Secara lebih khusus, kehidupan seks, seperti yang didedahkan akhir-akhirnya, kebanyakannya melibatkan ahli politik lelaki, memetik Marlo Thomas, lelaki berkelakuan buruk: Strauss-Kahn, Schwarzenegger, Edwards, Weiner. Dalam kes Weiner, dia bukan sahaja mendustai satu negara tentang salah laku seksualnya dalam talian, tetapi dia juga membohongi bekas kekasihnya, Kirsten Power. Kirsten yang pernah muncul di kaca televisyen untuk mempertahankan Weiner kepada berjuta-juta orang selepas dia mendesak Kirsten bahawa dia tidak foto lucah melalui Twitter.


Mengapa lelaki berkelakuan buruk? Dalam "When it Comes to Scandal, Girls Won't be Boys," Sheryl Gay Stolberg menjelaskan wujud kaitan antara seks dan kuasa, iaitu lelaki yang sangat berkuasa tertarik pada wanita, wanita yang sangat berkuasa menolak lelaki. Penyelidikan menunjukkan jurang gender yang meluas dari segi cara pendekatan wanita dan lelaki menyertai politik. Wanita mempunyai alasan yang berbeza untuk menyertai politik, adalah lebih keberatan untuk melakukannya, dan kerana hanya sebilangan kecil daripada mereka dalam politik, amat sangat sedar penelitian yang mereka lakukan, semuanya kelihatan menuju kepada perbezaan dari cara mereka mengendalikan tugas apabila mereka dipilih. Sheryl memetik Debbie Walsh, Pengarah Center for American Women and Politics di Rutger University bahawa wanita menceburi politik untuk melakukan sesuatu, manakala lelaki menceburi politik untuk menjadi orang penting. "Wanita menceburi politik kerana wujudnya beberapa isu awam yang mereka prilhatin, beberapa perubahan mereka mahu lakukan, beberapa isu yang merupakan keutamaan kepada mereka, manakala lelaki menceburi politik kerana mereka melihat laluan kerjaya mereka."


Sehebat mana dan setinggi mana kedudukan seseorang lelaki, akhirnya tumbang di kaki wanita, demikian pemerhatian Sara Litpon, "Those Manly Men of Yore." Jawapan konvensional adalah apabila masuk bab seks, jenis tertentu manusia, tidak kira bagaimana pintar, tidak dapat berfikir sama sekali; dia sekadar bertindak. "Oleh sebab perseikatan seksualiti ini dengan keperempuanan, lelaki yang gagal mengawal dorongan seksual mereka atau mudah tergoda dengan daya tarikan wanita mendapati sifat kelakian mereka dicabar." Sara membangkitkan kisah Marc Anthony yang diperolok-olokkan bulat-bulat setelah "dilembutkan dan dilemahkan" oleh keinginannya terhadap Cleopatra. Apabila raja dan wira perang Pedro II dari Aragon menghabiskan malam sebelum peperangan bukannnya bersembahyang atau mengadakan mesyuarat tergempar, tetapi berseronok di atas ranjang dengan wanita, baginda dilabelkan keperempuan-perempuanan.


Kedurjanaan si lelaki diselamatkan oleh kesetiaan sang isteri, seperti Anne Sinclair mempertahankan suaminya, Strauss-Kahn. Apabila suaminya bersiap sedia untuk pilihan raya Presiden Perancis lima tahun, Anne Sinclair memberitahu akhbar di Paris bahawa dia "agak berbangga" dengan reputasi suami sebagai kaki perempuan, chaud lapin (hot rabbitt) panggilan Penggoda Hebat. "Memang penting," kata Anne, "untuk lelaki dalam politik untuk mampu menggoda." Apabila suaminya ditangkap atas tuduhan cuba merogol pembantu hotel itu, Anne mempertahankan suaminya. "Saya tidak percaya, walau sesaat pun tuduhan yang dihadapkan terhadap suami saya. Kemurnian hatinya akan terbukti juga akhirnya."


Sementara Huma Abedin, pembantu yang membingungkan kepada Setiausaha Negara Hillary Clinton seakan-akan dipersendakan angkara suaminya, Anthony Weiner, anggota Kongres yang suka berfoya-foya yang menggodanya. Huma Abedin dikatakan isteri Weiner yang menakjubkan, dan menurut Weiner, "Kami akan mengharungi ini. Saya sangat-sangat mencintai dia dan dia mencintai saya." Dia juga memberitahu bahawa isterinya tahu tentang aktiviti dalam taliannya dengan wanita sebelum mereka berumah tangga lagi, tetapi isterinya tidar sedar bahawa dia berdusta minggu lalu tentang foto eksplisit yang diposkan kepada akaun Twitter dia. Bahkan, ada yang menasihati Huma apa yang perlu dia lakukan pada saat yang amat mencabar itu: kurang perjalanan kerana dia mengandungi, habiskan lebih banyak masa dengan suaminya, suruh suaminya diam, ingat bahawa anda bukan Hillary, tumpukan pada bayi.


Dalam "No Guide to Survive a Political Scandal," Michael D. Shear menegaskan tidak ada lagi masa mewah menggerenyet untuk ahli politik Washington berbanding dengan detik bahawa skandal seks meletup ke dalam pandangan awam. Untuk berjaya mengharungi skandal politik biasanya memerlukan bru pelik stand-by-your-man daripada isteri; pembela yang rela dalam kalangan kepimpinan parti; ketiadaan keterangan fizikal yang menjijikkan; para pengundi yang bersedia melihat dari sudut lain; dan dos yang berat keyakinan diri yang tertinggi. Akan tetapi, tegas Shear yang menulis dalam The New York Times, perkara yang luar biasa tentang skandal seks era moden adalah bahawa sukar untuk mengetahui terlebih dahulu hanya bagaimana untuk mengharunginya. Sebagaimana kempen yang membolehkan ahli politik ke Washington sejak mula-mula lagi, tiada road map tunggal yang boleh menolong ahli politik mengharungi kegilaan media yang pastinya, mengikuti pendedahan dramatik. Akhirnya, bergantung pada keadaan.


Menoleh ke tahun 1791, iaitu ketika berkhidmat sebagai Setiausaha Perbendaharaan Amerika, Alexander Hamilton memulakan hubungan sulit dengan Maria, kemudian hubungan itu didedahkan, maka untuk melindungi dirinya, Hamilton menerbitkan risalah, Kate Zernike menulis bahawa lebih dua abad dan banyak skandal kemudian, Twitter menggantikan risalah sebagai medium detik ini. Tambah beliau, "dan menjadi alat baru untuk ahli politik terlibat dalam salah laku seksual." Dalam "Technology and the Political Sex Scandal," Zernike menulis "jika ahli politik mengakui bahawa mereka tidak boleh lari daripada mabuk dan pesta minum-minum di hadapan orang awam, sesetengahnya hanya menemui saluran keluaran baru untuk dalam talian kelakuan yang teruk. Mereka mungkin memahami bahawa mereka tidak boleh kelihatan meninggalkan majlis dengan pelobi yang berlainan jantina, tetapi menghantar gambar galaj dalam tallian pada tengah malam dianggap benar-benar berbeza."


Apabila Anthony Weiner akhirnya terpaksa meletakkan jawatan, Joel Shatzky membela anggota Kongres itu menjadikan saya sedar bahawa kita hidup pada era yang sensasionalisme yang semakin menjadi-jadi digunakan sebagai pengganti wacana politik serius. Beliau berhujah bahawa jika orang awam Amerika benar-benar percaya kelakuan seks haram boleh membawa kesan negatif terhadap prestasi tokoh terkenal, dan dengan itu, menjangkakan bahawa pihak yang bersalah sepatutnya meletakkan jawatan, apakah yang mungkin terjadi terhadap negara kita seandainya FDR (Franklin D. Roosevelt) dipaksa meletakkan jawatan ketika beliau berkhidmat sebagai pemimpin kita semasa Perang Dunia Kedua atau JFK (John F. Kennedy) ketika Krisis Peluru Berpandu Cuba?


Sebagaimana pendustaan, fitnah memfitnah, mungkir janji, dan menuding jari, kehidupan seksual juga menjadi darah daging orang politik. Untuk mengatakan orang politik bersih segala-galanya, sesungguhnya itu suatu pendustaan yang tiada tolok bandingnya. Tambahan pula, sempadan antara bersih dengan kotor, kebaikan dengan keburukan, semakin kabur, sekadar ditafsirkan di manakah seseorang itu berdiri. Jika seseorang mencampakkan ideologi dan fahaman politiknya seketika dan berfikir secara waras dan rasional, jelas bahawa orang politik menjadi hamba pada kehidupan atau kelakuan seksual.

BERSIH mohon mengadap Agong

Joseph Sipalan

Jul 4, 11

Perhimpunan BERSIH 2.0 yang dijadualkan pada 9 Julai ini, bergantung kepada keputusan pertemuan pemimpin gabungan itu dengan Yang di-Pertuan Agong.

Pengerusi BERSIH 2.0, Datuk S Ambiga berkata gabungan itu yang terdiri daripada lebih 60 NGO, akan menghantar permohonan hari ini untuk mengadap Seri Paduka.

"Kami mahu menyampaikan keputusan kami kepada Seri Paduka dan kemudian kami akan mengumumkan (keputusan kami)," kata Ambiga dalam satu sidang akhbar hari ini.

Buat masa ini, katanya, jawatankuasa pemandu BERSIH 2.0 telah mengadakan mesyuarat tergempar malam tadi dan memutuskan ia "mematuhi" titah Seri Paduka yang dikeluarkan malam tadi.

Bagaimanapun, beliau enggan mendedahkan butiran keputusan jawatankuasa tersebut, sehinggalah mereka mengadap Yang di-Pertuan Agong.

Ambiga berkata, gabungan itu menyambut baik titah Seri Paduka dan menyifatkannya sebagai tepat pada masanya dan 'campurtangan' yang perlu ekoran semakin meningkatnya ancaman dari penentang BERSIH 2.0.

Walaupun terus ditekan oleh pemberita, Ambiga mengelak menjelaskan apa yang beliau maksudkan dengan "mematuhi", dan berkali-kali menyatakan adalah lebih adil perkara itu dibincangkan dengan Yang di-Pertuan Agong terlebih dahulu daripada mengulasnya sekarang.

Apabila ditanya sama ada mereka akan membatalkan perhimpunan jika Seri Paduka menasihatkan demikian, dengan ringkas beliau menjawab "ya".

sumber : malaysiakini

KEJAHILAN PEMIMPIN UMNO/APCO SEMAKIN KETARA

Monday, July 4, 2011

SANGGAHAN TERHADAP ZAHID HAMIDI
Gesaan Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi supaya pemimpin PAS solat istikharah berhubung video seks menyerlahkan lagi kejahilannya terhadap hukum feqah dalam Islam.


Demikian Setiausaha Dewan Ulamak PAS Pusat, Dr Khairuddin Aman Razali sebagai respons kepada laporan Utusan Malaysia hari ini yang bertajuk “Nik Aziz digesa solat istikharah”.


Kenyataan itu memetik kata-kata Zahid selaku Naib Presiden UMNO yang berkata: Saya fikir mereka (pemimpin Pas) perlu melakukan solat sunat istikharah untuk memohon hidayah Allah sama ada segala kebenaran di sebalik video seks itu berpihak kepada Anwar atau tidak.


Khairuddin berkata, kenyataan itu menunjukkan UMNO semakin tersepit pada hari ini.


“Tidak cukup dengan kebiadapan Utusan yang menyiarkan karikatur yang menggambarkan persepsi yang negatif terhadap Islam, pada hari ini kita membaca pula kenyataan Naib Presiden UMNO yang menggesa supaya pemimpin PAS melakukan solat istikharah dalam menangani isu seks yang dikaitkan dengan seorang pemimpin pembangkang,” katanya.


Jelasnya, solat istikharah tidak dilaksanakan untuk bertujuan yang bertentangan dengan hukum syarak.


Dalam isu ini, katanya seseorang itu tidak dianggap bersalah melakukan kesalahan zina selagi tidak didatangkan dengan empat orang saksi. Ini, ujarnya adalah peraturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT secara jelas di dalam Al-Quran dan Al-Hadis. Penetapan merupakan kaedah keterangan yang dipegang dalam Islam.


Katanya, selagi tidak didatangkan 4 orang saksi maka seseorang itu tidak bersalah dan tidak melakukan zina.


“Tiada seorang Islam pun yang berhak untuk keluar daripada ketetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala ini,” tegasnya.


Justeru, beliau meminta para alim ulama dalam Umno seharusnya menasihatkan pemimpin mereka supaya berhati-hati sebelum mengeluarkan apa-apa kenyataan yang berkaitan dengan urusan agama sebelum masyarakat turut menjadi haru-biru dek kerana kenyataan tersebut.

Ulasan : Aku ingatkan bila 40 ulama muda masuk umno , puak umno semakin tau tentang agama , tapi sebaliknya lebih jahil dari yang di jangkakan....

Kerajaan Semakin Terdesak Sehingga Menggunakan Mimbar Jumaat Untuk Menghapuskan BERSIH2.0

Keunggulan Islam di Malaysia akan tercemar jika umat Islam tidak bangkit untuk menolak penggunaan masjid bagi mencapai agenda politik parti pemerintah.

Penggunaan khutbah Jumaat untuk menfitnah penganjur dan peserta BERSIH 2.0 harus dibidas oleh seluruh umat Islam; tidak kira mereka di Kuala Lumpur dan Putrajaya yang terpaksa mendengar khutbah itu sebelum menunaikan solat Jumaat semalam.

Selama ini, masjid tidak pernah diheret secara langsung dalam sesuatu pertikaian politik yang melibatkan agenda Umno, PAS mahupun PKR.

Campurtangan bingkas pihak Istana juga diharap dapat memastikan tidak ada pihak yang memperalatkan kesucian masjid untuk mencari kemenangan di kotak undi.

Bagaimanapun Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) menukar segala sifir itu semalam apabila mengarahkan semua masjid di ibu negara dan Putrajaya membacakan Khutbah Jumaat bertajuk “Memelihara Nikmat Keamanan.”

Tidak ada masalah dengan tajuk sebegitu namun intipati khutbah itu yang dipertikaikan. Ia disulami dengan tuduhan dan tohmahan bersabit BERSIH 2.0 walaupun perhimpunan itu belum pun berlaku.

Berikut dua petikan daripada Khutbah yang dimaksudkan:

“Mutakhir ini kita dibimbangi oleh gerakan pelampau yang menggelarkan diri mereka sebagai Gabungan Pilihanraya Bersih dan Adil. Golongan ini pada asasnya memperjuangkan kepentingan individu atau fahaman tertentu tanpa mengambil kira sensitiviti dan kepentingan awam. “

Dosa besar

“Dalam usaha mencapai matlamat perjuangan, golongan ini akan melakukan demonstrasi jalanan, perhimpunan haram. Mereka akan berarak ke hulu- hilir, berkumpul untuk bertindak ganas, merosakkan harta awam, melanggar undang-undang negara, malah sanggup mencederakan pasukan keselamatan.”

JAWI melakukan dosa besar dalam membuat tuduhan melulu terhadap BERSIH dalam keghairahan menyokong usaha pemerintah untuk membatalkan perhimpunan itu.

Dakwaan-dakwaan yang dibuat oleh JAWI adalah tanpa bukti dan boleh diibaratkan rekayasa untuk disebarkan menerusi masjid-masjid supaya umat Islam menolak BERSIH.

Apakah JAWI dianugerahkan “kuasa ajaib” untuk meramalkan apa yang akan berlaku pada 9 Julai?

Atau, adakah JAWI sekadar ikut telunjuk Umno dan memomok-momokkan apa yang disebut oleh pemimpin parti itu yang kemudian diulang oleh polis dan media arus perdana?

Bukankah JAWI sepatutnya membuat penilaian sendiri terhadap BERSIH 2.0 secara objektif dan mengambil kira nas-nas Islam sebelum mengeluarkan khutbah mengupas agenda BERSIH secara jujur?

Malangnya, ini tidak dilakukan. Sebaliknya, teks ucapan khutbah Jumaat JAWI mengenai BERSIH 2.0 tidak ubah seperti membaca Utusan Malaysia atau mendengar pengumuman polis menerusi TV3.

Pengkhianat Islam sebenar

Selain membuat tuduhan-tuduhan yang disebut di atas, khutbah Jumaat JAWI semalam juga mendakwa golongan “pelampau” BERSIH meniru tindakan keganasan yang berlaku di negara asing bagi menekan dan mengugut pemerintah dalam memenuhi tuntutan mereka.

“Mimbar ingin menegaskan tindakan golongan “PENGKHIANAT” seperti ini merupakan satu tindakan yang zalim dan haram bagi umat Islam mengikutinya kerana cara ini sebenarnya satu tindakan yang boleh mencampakkan manusia itu di dalam kebinasaan serta mendatangkan keburukan, kegelisahan dan kesusahan kepada masyarakat.”

Untuk maklumat JAWI, beberapa maklumat asas mengenai BERSIH 2.0 adalah seperti berikut:

1. Ia dianjurkan oleh 63 Pertubuhan Bukan Kerajaan (NGO) namun disokong oleh parti-parti politik yang mahukan sebuah Suruhanjaya Pilihan Raya yang berwibawa dan sistem pilihan raya yang adil dan telus.

2. Semua pemimpinnya, termasuk pengerusinya, Datuk Ambiga Sreenevasan dan Zaid Kamaruddin daripada Jemaah Islah Malaysia (JIM) memberi jaminan perhimpunan itu sebuah tuntutan masyarakat sivil yang aman.

3. Lima ribu sukaralewan akan bertugas untuk memastikan perhimpunan berlangsung secara aman dan teratur. Pasukan-pasukan peguam dan doktor juga disediakan untuk menangani sebarang keadaan.

Kerjasama polis

Apa yang diperlukan ialah kerjasama polis untuk memastikan tidak berlaku kesesakan lalu lintas dan sebarang masalah lain yang berbangkit.

Sebaliknya, polis sudah pun mengharamkan gerakan ini, menangkap lebih 100 orang dan “mengecap” perhimpunan BERSIH sebagai usaha menghidupkan fahaman komunis, malah di dalangi oleh agen asing!

Hanya Tuhan sahaja tahu apa yang akan dilakukan oleh polis pada 9 Julai ini. JAWI bagaimanapun sudah pun menjangka peserta BERSIH akan bertindak ganas dan sanggup mencederakan pasukan keselamatan!

Hari ini pula Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak cuba membakar sentimen keagamaan oleh Melayu apabila mendakwa Ambiga adalah musuh Islam kerana terbabit dalam kes Lina Joy.

Hanya Najib boleh menjawab bagaimana tindakan Ambiga membela Lina Joy boleh membahayakan Islam dan dasar 1Malaysia yang dibawanya.

Begitu juga JAWI harus menjelaskan bagaimana martabat dan syiar Islam boleh dipertingkatkan menerusi tuduhan dan tohmahan tidak berasas terhadap penganjur dan peserta BERSIH.

Jika khutbah Jumaat tajaan JAWI semalam dibiarkan berlalu begitu sahaja, maka ia akan membuka pintu untuk Umno selaku pemerintah memperalatkan masjid setiap kali parti itu dalam keadaan terdesak untuk memenuhi agenda politiknya.


ULASAN ini adalah pendapat peribadi penulis dan tidak semestinya mencerminkan pendirian sidang pengarang Malaysiakini.
Wira Arjuna adalah nama samaran seorang wartawan dan editor kanan yang berpengalaman luas dan pernah menerajui beberapa media arus perdana sebelum bersara menjadi pemerhati politik.

sumber : MALAYSIAKINI

Profesor AS terus membisu tentang video seks

Andrea Vittorio

Dua profesor Amerika yang melakukan analisis pengiktirafan wajah ke atas video seks lelaki mirip ketua pembangkang Datuk Seri Anwar Ibrahim, menjauhkan diri daripada pihak media selepas perbicaraan trio Datuk T berakhir dengan mereka mengaku bersalah menayangkan video tersebut bulan lepas.

Profesor sains komputer dari Dartmouth College di Hanover, New
Hampshire itu, dilaporkan telah mendapati 99.99 peratus padanan
antara lelaki dalam video itu dengan gambar pemimpin umum PKR itu, tetapi profesor tersebut tidak menjawab permintaan berulangkali
untuk mengulas mengenai subjek tersebut.

Lorenzo Torresani, seorang penolong profesor sains komputer, telah menulis beberapa kertas kerja mengenai 3-D modeling, klasifikasi objek dan gaya pergerakan.

Penerima anugerah Yayasan Sains Kebangsaan itu sebelum ini bekerja di beberapa makmal penyelidikan industri, termasuk Microsoft Research Cambridge, Like.com dan Digital Persona.

Sebagai sebahagian daripada kumpulan penyelidikan pembelajaran visual di Dartmouth, Torresani mengkaji cara-cara untuk mewujudkan model sebenar model data visual.

Hany Farid - yang penyelidikannya tertumpu kepada forensik digital, analisis imej, visi komputer dan persepsi manusia - telah mengajar sains komputer selama lebih satu dekad.

Farid juga pernah bertugas sebagai ketua pegawai teknologi dan pengasas bersama syarikat forensik foto Fourandsix Technologies.

sumber : malaysiakini

SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT

Sila gunakan browser firefox untuk melayari blog ini dengan sempurna. terima kasih


Assalamualaikum.. bismillahirahmanirahim.

" Segala bahan didalam blog ini di ambil, di olah dan ditulis dari pelbagai sumber. Kepada yang ingin mengambil apa2 jua bahan dalam blog ini dengan niat untuk mengembangsebarkan ilmu, tidak perlu meminta izin atau menyertakan link blog ini. Sebarkan dan panjangkanlah kepada semua demi kebaikkan ummah. Semoga info yang ada dapat memberi manfaat walaupun sedikit cuma, dan semoga dengan usaha sekecil ini pastinya tidak akan terlepas dari pandangan Allah.. insyaAllah.. Jika ada kesilapan dari setiap posting, tolong berikan nasihat dan komen. Maaf andai terlancar bahasa tersasar kata-kata. Saya hanya insan biasa yang tidak sunyi dari kesilapan. wallahualam."

PERHATIAN!!! BLOG INI TIDAK MEWAKILI MANA-MANA PARTI , NGO DAN SEBAGAINYA. SEGALA TULISAN DI ISI MENGIKUT CITARASA HAMBA SENDIRI DAN HAMBA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN DAN KERUGIAN PEMBACA DISEBABKAN BLOG INI..... SEKIAN

PERHATIAN !!!!!!

Sebarang artikle yang termaktub di dalam blog ini tidak semestinya menunjukkan sikap pengendali blog ini. Ambillah yang berfaedah dan tinggalkanlah yang sia - sia........

MENGAPA AKU BERKATA SYIAH RAFIDAH KAFIR ?

Sesungguhnya Allah telah memilih sahabat-sahabat untuk ku, Dia menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabatku, mertua-mertuaku dan menantu-menantuku. Nanti akan muncul satu golongan selepas aku akan memburuk-buruk dan memaki hamun mereka.Sekiranya kamu menemui mereka, janganlah kamu mengahwini mereka, janganlah kamu makan dan minum bersama mereka, janganlah kamu berjemaah bersama mereka dan jangan kamu menyembahyangkan jenazah mereka. [Ali al-Muttaqi, Kanz al-‘Ummal, jil 11, m.s : 540 ]

Sabda Rasulullah S.A.W:

Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).



Al - Hadis

DARIPADA Abu Said katanya:
Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim).

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU
Hadis nabi saw : apabila matinya anak adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga... yaitu sadhoqah jariah , ilmu yang memberi manfaat dengannya , doa anak yang soleh.

WAKTU SOLAT


Membangun Bersama Islam

Kisah Sahabat

About Me


Banner Tukar Link
SPEEDCOUNTER.NET - Kostenloser Counter!

"tegakkanlah islam dalam dirimu,nescaya kamu akan melihat islam tertegak di tanah airmu" - Imam As-Syahid Hassan Al-Banna (Pengasas&Mursyidul Am Pertama Ikhwanul Muslimin)

berwaspada dari fitnah moden

berwaspada dari fitnah moden

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Haji saleh

Tok guru Haji saleh

Recent Comments

Footer 2

Photobucket

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate