YANG MASIH PANAS...

Yang Benar Saja… Masa kata “Sayyidina” ketika bershalawat atas Nabi dibilang bid’ah sesat…!!

.oleh Abou Fateh pada pada 22hb Oktober 2009 pukul 1.24 ptg.

Kelompok yang membawa jargon "Berantas TBC" yang belakangan semakin menyebar di masyarakat benar-benar tidak dapat ditolerir. Masa orang yang membaca "Sayyidina" dalam bacaan shalawat mereka klaim sebagai ahli bid'ah, sesat?!!! Ya kalau begitu namanya bukan memberantas TBC, tapi membuat TBC-TBC baru. Pengakuan bahwa mereka sebagai "Salafiyyah" jauh panggang dari api, mereka lebih cocok disebut "Talafiyyah" (Kaum Perusak).

Menambah kata "sayyid" sebelum menyebut nama Nabi jelas adalah perkara yang dibolehkan, karena kenyataannya Rasulullah memang Sayyid al 'Alamin ; penghulu dan pimpinan seluruh makhluk. Jika Allah dalam al Qur'an menyebut Nabi Yahya dengan firman-Nya:

... وَسَيّدًا وَحَصُوْرًا وَنَبِيًّا مِنَ الصّالِحِيْنَ

Padahal Nabi Muhammad lebih mulia daripada Nabi Yahya. Ini berarti mengatakan sayyid untuk Nabi Muhammad juga boleh, bukankah Rasulullah sendiri pernah mengatakan tentang dirinya:

أنَا سَيّدُ وَلدِ ءَادَم يَوْمَ القيامَة وَلا فَخْر (رواه الترمذي)

Maknanya : "Saya adalah penghulu manusia di hari kiamat" (H.R. at-Turmudzi)
Jadi boleh mengatakan " اللهم صل على سيدنا محمد " meskipun tidak pernah ada pada lafazh-lafazh shalawat yang diajarkan oleh Nabi (ash-Shalawat al Ma'tsurah). Karena menyusun dzikir tertentu; yang tidak ma'tsur boleh selama tidak bertentangan dengan yang ma'tsur. Oleh karenanya sahabat Umar ibn al-Khattab, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, menambah kalimat talbiyah atas apa yang sudah diajarkan oleh Rasulullah. Kalimat talbiyah yang diajarkan Rasulullah adalah:

" لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك ، لا شريك لك "

Semantara Umar menambahkannya menjadi:

" لبيك اللهم لبيك وسعديك ، والخير في يديك، والرغباء إليك والعمل "

Kemudian pula sahabat Abdullah Ibn Umar, menambah kalimat tasyahhud menjadi:

" أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له "

Ibn Umar berkata: “Wa Ana Zidtuha…”, artinya; “Saya yang menambahkan “Wahdahu La Syarika Lah…” (H.R. Abu Dawud)
Karena itulah al Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al Bari , Juz. II, hlm. 287 ketika menjelaskan hadits Rifa'ah ibn Rafi', Rifa'ah mengatakan: “Suatu hari kami shalat berjama'ah di belakang Rasulullah shallallahu 'alayhi wasallam. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku' beliau membaca: سمع الله لمن حمده , salah seorang makmum mengatakan: " ربنا ولك الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه " ,maka ketika sudah selesai shalat Rasulullah bertanya: "Siapa tadi yang mengatakan kalimat-kalimat itu?" , Orang itu lalu menjawab: “Saya”. Lalu Rasulullah berkata:

" رأيت بضعة وثلاثين ملكا يبتدرونها أيهم يكتبها أول"

Maknanya : "Aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berlomba untuk menjadi yang pertama mencatatnya".

al Hafizh Ibn Hajar mengatakan : "Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan;
• Kebolehan di dalam shalat untuk menyusun dzikir yang tidak ma'tsur selama tidak menyalahi yang ma'tsur.
• Kebolehan mengeraskan suara dzikir selama tidak mengganggu orang di dekatnya.
• Dan bahwa orang yang bersin ketika shalat boleh baginya untuk mengucapkan al Hamdulillah tanpa ada kemakruhan sedikitpun".

Dengan demikian maka mengucapkan" اللهم صل على سيدنا محمد " dalam bacaan shalawat, dengan menambahkan kata ”Sayyidina”, adalah perkara yang boleh, sesuai dengan dasar syari’at dan tidak bertentangan dengannya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT

Sila gunakan browser firefox untuk melayari blog ini dengan sempurna. terima kasih


Assalamualaikum.. bismillahirahmanirahim.

" Segala bahan didalam blog ini di ambil, di olah dan ditulis dari pelbagai sumber. Kepada yang ingin mengambil apa2 jua bahan dalam blog ini dengan niat untuk mengembangsebarkan ilmu, tidak perlu meminta izin atau menyertakan link blog ini. Sebarkan dan panjangkanlah kepada semua demi kebaikkan ummah. Semoga info yang ada dapat memberi manfaat walaupun sedikit cuma, dan semoga dengan usaha sekecil ini pastinya tidak akan terlepas dari pandangan Allah.. insyaAllah.. Jika ada kesilapan dari setiap posting, tolong berikan nasihat dan komen. Maaf andai terlancar bahasa tersasar kata-kata. Saya hanya insan biasa yang tidak sunyi dari kesilapan. wallahualam."

PERHATIAN!!! BLOG INI TIDAK MEWAKILI MANA-MANA PARTI , NGO DAN SEBAGAINYA. SEGALA TULISAN DI ISI MENGIKUT CITARASA HAMBA SENDIRI DAN HAMBA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN DAN KERUGIAN PEMBACA DISEBABKAN BLOG INI..... SEKIAN

PERHATIAN !!!!!!

Sebarang artikle yang termaktub di dalam blog ini tidak semestinya menunjukkan sikap pengendali blog ini. Ambillah yang berfaedah dan tinggalkanlah yang sia - sia........

MENGAPA AKU BERKATA SYIAH RAFIDAH KAFIR ?

Sesungguhnya Allah telah memilih sahabat-sahabat untuk ku, Dia menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabatku, mertua-mertuaku dan menantu-menantuku. Nanti akan muncul satu golongan selepas aku akan memburuk-buruk dan memaki hamun mereka.Sekiranya kamu menemui mereka, janganlah kamu mengahwini mereka, janganlah kamu makan dan minum bersama mereka, janganlah kamu berjemaah bersama mereka dan jangan kamu menyembahyangkan jenazah mereka. [Ali al-Muttaqi, Kanz al-‘Ummal, jil 11, m.s : 540 ]

Sabda Rasulullah S.A.W:

Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).



Al - Hadis

DARIPADA Abu Said katanya:
Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim).

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU
Hadis nabi saw : apabila matinya anak adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga... yaitu sadhoqah jariah , ilmu yang memberi manfaat dengannya , doa anak yang soleh.

WAKTU SOLAT

Membangun Bersama Islam

Blog Archive


"tegakkanlah islam dalam dirimu,nescaya kamu akan melihat islam tertegak di tanah airmu" - Imam As-Syahid Hassan Al-Banna (Pengasas&Mursyidul Am Pertama Ikhwanul Muslimin)

berwaspada dari fitnah moden

berwaspada dari fitnah moden

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Haji saleh

Tok guru Haji saleh

Recent Comments

Footer 2

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ikut Melalui Email

Translate