YANG MASIH PANAS...

Ensiklopedi Hukum Islam: Bunuh Diri

Ensiklopedi Hukum Islam: Bunuh Diri (1)
Bunuh diri (ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Syariat Islam melarang segala macam tindakan membunuh atau menghilangkan nyawa, baik nyawa orang lain maupun diri sendiri melalui bunuh diri.

Yang berhak dan berwenang mematikan dan (begitu juga) menghidupkan seseorang adalah Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam beberapa ayat Alquran, diantaranya dalam Surah Al-Hajj (22) ayat 66, "Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu benar- benar sangat mengingkari nikmat.”

Kemudian Surat Al-Jasiyah (45) ayat 26, “Katakanlah, 'Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat, yang tidak ada keraguan pada- Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Allah SWT secara tegas melarang tindakan bunuh diri, apa pun alasannya. Larangan itu disebutkan antara lain dalam Surah An-Nisa' (4) ayat 29 yang artinya, “... janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Mahapenyayang kepadamu.”

Selanjutnya, Allah SWT pun berfirman bahwa siapa saja yang melakukan bunuh diri maka kelak akan dimasukkan ke dalam neraka. (QS. 4: 30).

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ad-Dahak disebutkan, “Barangsiapa terjun dari sebuah bukit untuk menewaskan dirinya, maka kelak ia akan masuk neraka dalam keadaan terlempar jasadnya. Ia kekal dalam neraka selama-lamanya."

"Barangsiapa yang meneguk racun, dan racun itu menewaskan dirinya, maka racun itu akan tetap dalam genggaman tangannya sambil meneguknya di dalam neraka jahanam, la juga kekal di dalamnya selama-lamanya."
"Barangsiapa membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka besi itu tetap berada di tangannya, lalu di dalam neraka jahanam ia tikamkan ke perutnya, la juga kekal di dalam neraka itu selama-lamanya."
Dalam hadis lain yang juga diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jundub bin Abdillah, disebutkan bahwa ada seorang lelaki yang mendapat luka, yang membuat dirinya gelisah.

Lalu ia memotong tangannya dengan pisau dan darahnya terus mengalir sampai akhimya ia mati. Maka Allah SWT pun berfirman, "Hambaku telah menyegerakan kematiannya sebelum aku mematikannya. Aku mengharamkan surga baginya.”

Bunuh diri merupakan tindakan yang bertentangan dengan tujuan diturunkannya syarak yang daruriyah (yang mesti ada). sebagaimana terangkum dalam maqasidal-khamsah (tujuan syarak yang lima), yaitu hifz ad-din (memelihara agama), hifz an-nafs (memelihara jiwa), hifz an-nasl (memelihara keturunan), hifz al-aql (memelihara akal pikiran), dan hifz al-mal (memelihara harta kekayaan).

Para ahli fikih, sebagaimana dikatakan Imam Asy-Syatibi—ahli usul fikih Mazhab Maliki—sepakat menyatakan bahwa semua ajaran yang ditetapkan oleh Islam adalah untuk menjaga kemaslahatan yang lima itu.

Berdasarkan dalil-dalil di atas jelas bahwa bunuh diri merupakan perbuatan yang dilarang dan bertentangan dengan perintah agama. Karena besarnya dosa akibat perbuatan tersebut, maka tempat kembali orang yang melakukannya adalah neraka jahanam.

Dengan bunuh diri, seseorang akan merasakan penderitaan tiga kali, yaitu penderitaan di dunia yang mendorongnya berbuat seperti itu, penderitaan menjelang kematiannya, dan penderitaan yang kekal di akhirat nanti.

Dalam hadis dari Jabir bin Samrah yang diriwayatkan Abu Dawud dijelaskan bahwa suatu ketika Nabi SAW menceritakan seorang lelaki yang melakukan bunuh diri, lalu sabdanya, "Aku tidak mendirikan shalat untuknya.”

Mengingat beratnya risiko yang akan ditanggung oleh pelaku bunuh diri, Nabi SAW mengupayakan tindakan preventif agar umat Islam tidak boleh sekali-kali mengharapkan kematian karena suatu beban kesulitan yang menimpanya (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Tindakannya adalah dengan cara menghilangkan angan-angan kematian, sehingga seseorang terhindar dari keinginan untuk bunuh diri, karena bila angan-angan itu dibiarkan muncul, maka seseorang akan memiliki keberanian untuk melakukan perbuatan bunuh diri itu.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT

Sila gunakan browser firefox untuk melayari blog ini dengan sempurna. terima kasih


Assalamualaikum.. bismillahirahmanirahim.

" Segala bahan didalam blog ini di ambil, di olah dan ditulis dari pelbagai sumber. Kepada yang ingin mengambil apa2 jua bahan dalam blog ini dengan niat untuk mengembangsebarkan ilmu, tidak perlu meminta izin atau menyertakan link blog ini. Sebarkan dan panjangkanlah kepada semua demi kebaikkan ummah. Semoga info yang ada dapat memberi manfaat walaupun sedikit cuma, dan semoga dengan usaha sekecil ini pastinya tidak akan terlepas dari pandangan Allah.. insyaAllah.. Jika ada kesilapan dari setiap posting, tolong berikan nasihat dan komen. Maaf andai terlancar bahasa tersasar kata-kata. Saya hanya insan biasa yang tidak sunyi dari kesilapan. wallahualam."

PERHATIAN!!! BLOG INI TIDAK MEWAKILI MANA-MANA PARTI , NGO DAN SEBAGAINYA. SEGALA TULISAN DI ISI MENGIKUT CITARASA HAMBA SENDIRI DAN HAMBA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN DAN KERUGIAN PEMBACA DISEBABKAN BLOG INI..... SEKIAN

PERHATIAN !!!!!!

Sebarang artikle yang termaktub di dalam blog ini tidak semestinya menunjukkan sikap pengendali blog ini. Ambillah yang berfaedah dan tinggalkanlah yang sia - sia........

MENGAPA AKU BERKATA SYIAH RAFIDAH KAFIR ?

Sesungguhnya Allah telah memilih sahabat-sahabat untuk ku, Dia menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabatku, mertua-mertuaku dan menantu-menantuku. Nanti akan muncul satu golongan selepas aku akan memburuk-buruk dan memaki hamun mereka.Sekiranya kamu menemui mereka, janganlah kamu mengahwini mereka, janganlah kamu makan dan minum bersama mereka, janganlah kamu berjemaah bersama mereka dan jangan kamu menyembahyangkan jenazah mereka. [Ali al-Muttaqi, Kanz al-‘Ummal, jil 11, m.s : 540 ]

Sabda Rasulullah S.A.W:

Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).



Al - Hadis

DARIPADA Abu Said katanya:
Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim).

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU
Hadis nabi saw : apabila matinya anak adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga... yaitu sadhoqah jariah , ilmu yang memberi manfaat dengannya , doa anak yang soleh.

WAKTU SOLAT

Membangun Bersama Islam

Blog Archive


"tegakkanlah islam dalam dirimu,nescaya kamu akan melihat islam tertegak di tanah airmu" - Imam As-Syahid Hassan Al-Banna (Pengasas&Mursyidul Am Pertama Ikhwanul Muslimin)

berwaspada dari fitnah moden

berwaspada dari fitnah moden

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Haji saleh

Tok guru Haji saleh

Recent Comments

Footer 2

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ikut Melalui Email

Translate