YANG MASIH PANAS...

Awasilah Diri Kita Dari Melakukan Perkara Yang Merusakkan Pahala Puasa

Apa saja hal-hal dan penyebab hilangnya pahala puasa ? Sebenarnya banyak , semua itu tergantung pada prilaku kita pada saat sedang berpuasa, baik puasa pada bulan Ramadhan maupun puasa sunnah. Orang yang berpuasa dan tidak memperoleh pahala tidak berarti puasanya batal. Puasanya tetap sah hanya saja tidak dapat pahala puasa (sia-sia)

Hadits :
Kam min shooimin Laisa Lahuu illal-Juu’i Wal-Athsyi

Bayak Orang-orang yang berpuasa, tapi tidak ada bagi nya (pahala) kecuali Haus dan Lapar. Artinya puasanya sia-sia tidak dapat pahala tapi puasanya tidak batal dengan kata lain hanya gugur kewajiban saja.

Nilai dan pahala puasa itu sangat besar, karena ibadah puasa itu tindakan individual dengan Allah swt dan tingkat pahalanya pun menjadi urusan Allah
Dalam Hadits Qudsi disebutkan ( hadits Qudsi adalah Firman allah yang di sampikan pada Rasullah dan tidak tertulis dalam Alqur’an)

Shumu li wa ana Ajzibihi
Puasa itu tertuju hanya untuk aku dan aku lah yang akan memberi pahalanya.

Dari hadits Qudsi tersebut dapat kita lihat bahwa puasa itu khusus untuk Allah dan nilainya juga hanya allah yang bisa mengukur . Orang yang berpuasa bisa saja sah asal tidak makan dan dan minum, bersetubuh, memasukkan sesuatu melalui lubang yang ada pada anggota tubuh ( Pokoknya tidak melanggar hal-hal yang membatalkan puasa lah) tapi tidak dapat apa-apa kecuali haus dan lapar saja (tidak berpahala)

Apa saja yang menyebabkan hilangnya pahala puasa ?

Hal-hal yang yang dapat menghilangkan pahala puasa di antaranya :
Menceritakan atau membicarakan orang lain alias gossip, baik itu yang terjadi atau fakta maupun yang tidak terjadi termasuk juga.

Dalam Kitab Hidayatus sholihin, ada sepuluh perkara yang dapat menghapus pahala puasa, semua itu berhubungan dengan hati kita diantaranya: Iri (tidak senang melihat orang lain ), Dengki ( berbuat sesuatu agar orang lain itu jadi rugi atau jelek seperti menfitnah, merusak barangnya dll), Berbohong ( tidak jujur), cinta akan makan, saba`at , tamak, orang yang suka iri biasanya cendrung ingin berbuat dengki atau membuat orang lain rugi dan mendorong kita menceritakan/mengorek-ngorek keburukan orang lain tersebut. (Na’udzubillah)

Dalam sebuah Kitab disebutkan : Tinggkatan orang berpuasa ada 3 yaitu :
Puasanya Orang Awam, Puasanya para Khawwas, Puasanya Khawwasul Khawwas

Puasa merupakan riyadhah yang lebih ultim dari sekedar laku tapa, karena puasa memantik nalar rasional sekaligus menyuluh rasa cinta yang meluap-luap dari seorang insan. Kesadaran rasional terpantik untuk melawan bengkalai diri yang paling berpotensi menghadang jalannya hijrah kemanusiaan. Itulah hawa nafsu yang mengarahkan manusia pada bu’dul bahimi (Kecenderungan syaitaniyah) yang dehumanis. Puasa menekankan manusia untuk mengendalikan keliaran hawa nafsu, sehingga akal dapat menjadi penunggang yang baik yang mampu mengontrol diri untuk hantarkan jiwa berjalan pada jalannya.

Pada level awwam, puasa adalah sebuah pergulatan batin antara manusia dengan hawa nafsunya. Hal ini ditujukan untuk mengendalikan hawa nafsu agar manusia tak terseret pada kesia-siaan dan tidak terjebak pada kecenderungan pada bayang-bayang fatamorgana dunia. Pada level yang khusus, puasa adalah sebuah proses refleksi kedirian manusia untuk mendengar suara-suara kebenaran dari kedalaman nuraninya.

Itulah sebabnya, bagi kaum khawwas, puasa tidak sekedar menahan hasrat instingtif jasmaniyah secara fisikal semata, tapi juga mengendalikan kecenderungan-kecenderungan ragawiyah yang terbetik di pikiran dan dihatinya. Bagi kaum khawwas, puasa tak sekedar menahan lapar dan dahaga, tapi puasa adalah proses “membunuh” segala potensi-potensi bengkalai kejiwaan.

Bagi kaum khawwasul khawwas, puasa adalah proses untuk menyingkap kebenaran sejati dari bisik sirr al-asrar dari kedalaman kalbu yang paling sublim. Oleh karena itu, puasa bagi kaum khawwasul khawwas adalah proses “peniadaan” dari segala selain DIA, agar dalam pikiran dan hati kita hanya ada DIA dan hanya tertuju padaNYA, tidak untuk selain DIA. Puasa adalah pertarungan primordial sekaligus kelana diri manusia pada kediriannya. Dan dalam kelana itu manusia harus berhadapan dengan “makhluk-makhluk” penggoda yang akan menghalangi jalannya.

Ada Juga hal yang seringkali tidak pernah kita sadari dalam melakukan ibadah bisa menghilangkan nilai ibadah kita yaitu:

Perbuatan Riya’ ( bahasa kampungnya aleman atau ingin di puji orang agar kelihatan, baik, kelihatan pintar, kelihatan alim, kelihatan khusu’ , kelihatan pintar dll) kecuali ada nilai nasehat atau pengajaran buat orang lain dll
( Wallahu A’lam ) Karena hanya allah yang tahu gerak hati manusia.

Tapi saya pernah dengar, Bagaimana orang yang berpuasa hanya ingin di puji (aleman atau riya’) misalnya supaya kelihatan alim sama mertua atau calon bini ? Jawabannya, tetap dapat pahala puasa asal tidak bertentangan dengan hal yang menyebabkan hilangnya pahala puasa,

Hal ini sama dengan orang yang suka baca atau bersenandung dengan bacaan sholawat seperti “ Allahumma Sholli A’la Muhammad ya robbi sholli A’alaihi wasallim” biasanya sering dinyanyikan orang-orang jika sedang santai dirumah sambil gendong anak, sambil nyapu, dll meskipun riya’ tetap dicatat dan dibalas pahala oleh allah.

Beda dengan Sholat dan shodaqoh yang didorong perasaan Riya’/aleman bisa menyebabkan syirik dan tidak punya nilai apa-apa. Mohom maaf jika ada yang salah silahkan tanyakan pada guru-guru disekitar anda

Semoga bermanfaat.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT

Sila gunakan browser firefox untuk melayari blog ini dengan sempurna. terima kasih


Assalamualaikum.. bismillahirahmanirahim.

" Segala bahan didalam blog ini di ambil, di olah dan ditulis dari pelbagai sumber. Kepada yang ingin mengambil apa2 jua bahan dalam blog ini dengan niat untuk mengembangsebarkan ilmu, tidak perlu meminta izin atau menyertakan link blog ini. Sebarkan dan panjangkanlah kepada semua demi kebaikkan ummah. Semoga info yang ada dapat memberi manfaat walaupun sedikit cuma, dan semoga dengan usaha sekecil ini pastinya tidak akan terlepas dari pandangan Allah.. insyaAllah.. Jika ada kesilapan dari setiap posting, tolong berikan nasihat dan komen. Maaf andai terlancar bahasa tersasar kata-kata. Saya hanya insan biasa yang tidak sunyi dari kesilapan. wallahualam."

PERHATIAN!!! BLOG INI TIDAK MEWAKILI MANA-MANA PARTI , NGO DAN SEBAGAINYA. SEGALA TULISAN DI ISI MENGIKUT CITARASA HAMBA SENDIRI DAN HAMBA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN DAN KERUGIAN PEMBACA DISEBABKAN BLOG INI..... SEKIAN

PERHATIAN !!!!!!

Sebarang artikle yang termaktub di dalam blog ini tidak semestinya menunjukkan sikap pengendali blog ini. Ambillah yang berfaedah dan tinggalkanlah yang sia - sia........

MENGAPA AKU BERKATA SYIAH RAFIDAH KAFIR ?

Sesungguhnya Allah telah memilih sahabat-sahabat untuk ku, Dia menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabatku, mertua-mertuaku dan menantu-menantuku. Nanti akan muncul satu golongan selepas aku akan memburuk-buruk dan memaki hamun mereka.Sekiranya kamu menemui mereka, janganlah kamu mengahwini mereka, janganlah kamu makan dan minum bersama mereka, janganlah kamu berjemaah bersama mereka dan jangan kamu menyembahyangkan jenazah mereka. [Ali al-Muttaqi, Kanz al-‘Ummal, jil 11, m.s : 540 ]

Sabda Rasulullah S.A.W:

Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).



Al - Hadis

DARIPADA Abu Said katanya:
Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim).

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU
Hadis nabi saw : apabila matinya anak adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga... yaitu sadhoqah jariah , ilmu yang memberi manfaat dengannya , doa anak yang soleh.

WAKTU SOLAT

Membangun Bersama Islam

Blog Archive


"tegakkanlah islam dalam dirimu,nescaya kamu akan melihat islam tertegak di tanah airmu" - Imam As-Syahid Hassan Al-Banna (Pengasas&Mursyidul Am Pertama Ikhwanul Muslimin)

berwaspada dari fitnah moden

berwaspada dari fitnah moden

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Haji saleh

Tok guru Haji saleh

Recent Comments

Footer 2

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ikut Melalui Email

Translate