YANG MASIH PANAS...

Wangi Syuhada Di Tanah Jihad Afghanistan

Beberapa waktu lalu, seorang pemuda berusia 16 tahun lari dari rumahnya untuk memimpin peperangan di Afghanistan. Orangtuanya berharap ia dapat kembali menemui keluarganya ketika ia sedikit dewasa dan tangguh, namun ia sangat keras kepala dan menolak untuk kembali.


Mujahidin telah berbicara kepada orang tua pemuda itu dan memberitahunya bahwa ayah dan ibunya berharap ia kembali ke rumah. Namun pemuda itu kemudian berkata jika siapapun di antara Mujahidin bisa menjamin bahwa Allah akan mengampuni semua kesalahannya dan memasukkannya ke surga di hari akhir nanti, maka ia akan kembali.

Tentu saja semuanya terdiam. Waktu perlahan berlalu dan setelah beberapa bukan dalam Pelatihan Jihad, ia terpilih untuk melaksanakan sebuah misi. Mujahidin berhasil menciptakan kerusakan yang luar biasa bagi pihak musuh dalam misi ini, meskipun Mujahidin dihadang oleh para munafikin dan sekutunya, dan pertarungan tidak sesuai rencana. Setelah pertarungan dengan para munafikin selesai, hanya pemuda itu yang syahid. Mujahidin harus mengembalikan jenazah pemuda itu.

Panglima provinsi merasa sedih atas syahidnya pemuda ini, bukan karena pengorbanan/kesyahidannya tapi karena memikirkan apa yang akan ia katakan terhadap orang tuanya.

Jenazahnya terbujur di atas rumput selama dua hari, darahnya masih segar dan tidak ada tanda-tanda bahwa jenazah itu akan membusuk.Hari ketiga, mereka menyediakan van untuk mengangkut jenazah pemuda itu dan menyerahkannya kepada orangtuanya dan mereka memutuskan untuk memberitahukan kedatangan mereka menuju desa.

Perjalanan menghabiskan waktu satu hingga dua hari, untuk itu hingga kedatangan mereka ke rumah pemuda yang syahid itu, diperlukan waktu lima hari dan tidak ada bau busuk maupun darah mengering sama sekali.

Mereka membawa jenazah pemuda itu keluar dari van dan menempatkannya di halaman rumahnya. Warga mulai berdatangan dan bertanya-bertanya, dan Mujahidin berusaha keras untuk menjelaskan dan menguatkannya dengan ayat al Quran dan Hadist, meskipun tak seorangpun mau mendengarkan mereka.

Tiba-tiba saja mujahidin diminta meninggalkan halaman karena ibu pemuda itu ingin menyaksikan jenazah anaknya dengan mata kepalanya sendiri. Untuk itu, mereka pergi dan menunggu di depan gerbang, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kecuali berdoa kepada Allah dalam hati.
Salah seorang mujahidin mendengar tangisan dari perempuan itu. Ibu pemuda itu duduk di samping jenazah, kepalanya bersandar di dada jenazah anaknya sembari menangis. Kemudian, cerita mulai berubah, semua orang diam dan Mujahidin meneriakkan takbir, "Allaahu Akbar!"


Sang ibu menegakkan kepalanya dan melihat ke arah perempuan-perempuan yang duduk di sekeliling pemuda syahid itu dan berkata:
"Kalian semua menangis karena kalian kehilangan
keponakan atau anak asuh kalian...Aku menangis karena aku telah kehilangan tiket ke surga. Anakku yang syahid ini, ingin pergi berperang dan aku tidak mengizinkannya, hingga aku selalu menghubungi dan memintanya kembali. Tapi anak ini lebih memilih untuk membuat Tuhannya bahagia dan sekarang aku tak lagi memiliki saham dalam perjuangan dan kematiannya,
dimana anakku yang lain? Bawalah ia padaku!"

Kemudian perempuan itu pergi dan mendatangi anak lainnya yang masih berusia 11 tahun. Kemudian ibu dan anak itu berjalan menuju ke gerbang tempat para Mujahidin menunggu, dan berkata:
"Kalian, orang-orang yang telah membawa anakku yang syahid. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan semoga Allah menjaga kalian dalam jalan jihad ini. Anakku yang sekarang syahid pergi tanpa izin dariku dan ia meraih kesyahidan dan aku tidak mendapatkan satupun kebaikan darinya. Sejak saat ini, melalui anakku yang lain, satu-satunya anakku yang bersisa. Ia masih berusia 11 tahun, untuk itu aku memohon kepada kalian, wahai para pemberani, tanganilah ia. Dan jika saatnya para pemimpin kalian syahid, bawalah anak ini ke garis terdepan dan biarkan ia tercabik-cabik oleh roket hingga aku bisa mengatakan pada Allah swt di hari kiamat nanti bahwa aku telah menyerahkan salah seorang anakku hanya untuk Allah dan Islam."

Mendengar berita ini, Mujahidin langsung menggemakan takbir dan tiba-tia dari setiap rumah, bapak-bapak dan ibu-ibu membawa anaknya untuk menyerahkannya di jalan Allah swt, meskipun Mujahidin telah menolak mereka karena mereka tidak memiliki cukup ruang dan yang kedua hal ini akan membuat organisasi itu terbongkar.

Dari sebuah rumah, seorang ibu menyerahkan anaknya yang masih kecil berusia lima tahun dengan pesan yang terdengar seperti ini:
"Gunakanlah anakku yang lima tahun ini, ikatlah badannya dengan bom, dan biarkan dia ada di jalanan, ketika orang-orang Amerika bertemu dengannya, melihat dan mendekatinya, ia akan meledak dan membunuh banyak musuh-musuh itu!"



Semoga Allah memberkahi kita dengan putra dan putri yang banyak, insya Allaah, amiin, kemudian mereka datang ke medan peperangan, ambil bagian dan bergembira karena membunuh dan mengancam musuh-musuh Allah swt! (Althaf/arrahmah/tum/jhdmgz)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT

Sila gunakan browser firefox untuk melayari blog ini dengan sempurna. terima kasih


Assalamualaikum.. bismillahirahmanirahim.

" Segala bahan didalam blog ini di ambil, di olah dan ditulis dari pelbagai sumber. Kepada yang ingin mengambil apa2 jua bahan dalam blog ini dengan niat untuk mengembangsebarkan ilmu, tidak perlu meminta izin atau menyertakan link blog ini. Sebarkan dan panjangkanlah kepada semua demi kebaikkan ummah. Semoga info yang ada dapat memberi manfaat walaupun sedikit cuma, dan semoga dengan usaha sekecil ini pastinya tidak akan terlepas dari pandangan Allah.. insyaAllah.. Jika ada kesilapan dari setiap posting, tolong berikan nasihat dan komen. Maaf andai terlancar bahasa tersasar kata-kata. Saya hanya insan biasa yang tidak sunyi dari kesilapan. wallahualam."

PERHATIAN!!! BLOG INI TIDAK MEWAKILI MANA-MANA PARTI , NGO DAN SEBAGAINYA. SEGALA TULISAN DI ISI MENGIKUT CITARASA HAMBA SENDIRI DAN HAMBA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN DAN KERUGIAN PEMBACA DISEBABKAN BLOG INI..... SEKIAN

PERHATIAN !!!!!!

Sebarang artikle yang termaktub di dalam blog ini tidak semestinya menunjukkan sikap pengendali blog ini. Ambillah yang berfaedah dan tinggalkanlah yang sia - sia........

MENGAPA AKU BERKATA SYIAH RAFIDAH KAFIR ?

Sesungguhnya Allah telah memilih sahabat-sahabat untuk ku, Dia menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabatku, mertua-mertuaku dan menantu-menantuku. Nanti akan muncul satu golongan selepas aku akan memburuk-buruk dan memaki hamun mereka.Sekiranya kamu menemui mereka, janganlah kamu mengahwini mereka, janganlah kamu makan dan minum bersama mereka, janganlah kamu berjemaah bersama mereka dan jangan kamu menyembahyangkan jenazah mereka. [Ali al-Muttaqi, Kanz al-‘Ummal, jil 11, m.s : 540 ]

Sabda Rasulullah S.A.W:

Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).



Al - Hadis

DARIPADA Abu Said katanya:
Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim).

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU
Hadis nabi saw : apabila matinya anak adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga... yaitu sadhoqah jariah , ilmu yang memberi manfaat dengannya , doa anak yang soleh.

WAKTU SOLAT

Membangun Bersama Islam

Blog Archive


"tegakkanlah islam dalam dirimu,nescaya kamu akan melihat islam tertegak di tanah airmu" - Imam As-Syahid Hassan Al-Banna (Pengasas&Mursyidul Am Pertama Ikhwanul Muslimin)

berwaspada dari fitnah moden

berwaspada dari fitnah moden

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Haji saleh

Tok guru Haji saleh

Recent Comments

Footer 2

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ikut Melalui Email

Translate