YANG MASIH PANAS...

MAULANA MUHAMMAD ILYAS DAN TABLIGH.*

Muqaddimah.

Mungkin jauh sudah kita telah mendengar dan mengenal sosok manusia yang menafkahkan hidup dan matinya demi tegaknya tonggak agama, dan mengajak manusia hingga tidak lalai dari menjalankan kewajibannya sebagai manusia yang beragama,Islam. Dan dengan usahanya yang tiada kenal kata henti hingga tetes darah penghabisan, tersebarlah pergerakan yang cukup mulia yakni dengan manusia untuk kembali pada agama dan taat pada sang Kholiq. Dialah Maulana Muhammad Ilyas.

Maulana Muhammad Ilyas, adalah pendiri jama`ah tabligh di sub-kontinen Asia Selatan, dia adalah salah seorang yang sangat berpengaruh dan sosok yang sangat masyhur pada abad ke 21 Islam. Disamping kontribusi dia yang sangat besar terhadap perkembangan pergerakan da`wah Islam, maulana Ilyas tidak menaruh banyak perhatian terhadap literatur pergerakan islam moderen.

Lebih khusus, dalam pembahasa ini kita akan melihat sejauh mana usaha yang telah dilakukannya. Dan dengan usaha yang telah dilakukan itu, maka tumbuhlah satu pergerakan yang kita kenal dengan sebutan Tabligh.

Pengetahuan orang-orang barat, bahkan orang Islam, tetap terkontaminasi dengan manisfestasi ion-ion yang spectakuler dan dramatic dari kebangkitan Islam yang meluap-meluap. Literatur yang ada tentang Maulana Ilyas dan pergerakan Tablighnya hampir semuanya dalam bahasa urdu dan ini juga mengandung inspirasi kerja para pemimpin-pemimpinnya dan tulisan-tuisan sebagai kebaktian para pengikut-pengikut dan
pendukung-pendukungnya.

Sejarah Singkat Maulana Ilyas.

Maulana Muhammad Ilyas lahir pada tahun 1885 di sebuah kota kecil di United Province of British India dalam sebuah keluarga yang relijius. Mula-mula dia mendapatkan pendidikan keagamaan di rumah dan selanjutnya pergi ke pusat pendidikan yang cukup terkenal yakni di Deoband dimana dia belajar Quran, Hadits, Fiqh dan pengetahuan Islam lainnya dibawah asuhan orang-orang terkenal Deoband kala itu. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Deoband, maulana Ilyas beralih posisi sebagai pengajar di Madrasah Mazharul `Ulum di Saharanpur (U.P.India).

Problematika Mewat.

Pada masa hidupnya, maulana Ilyas sadar akan “situasi Islam yang muram” di wilayah Mewat dekat New Delhi, dimana mayoritas umat Islam tinggal disana, namun sangat sedikit sekali yang mengamalkan ajaran Islam dan praktek-prakteknya. Maulana Ilyas mengirim sebagian muridnya untuk mensurvei situasi disana, selanjutnya beliau sendiri langsung terjun melakukan beberapa perjalanan untuk berdakwah ketempat tersebut. Maulana Ilyas bertemu dengan orang-orang Islam Mewati yang sama sekali tidak dapat mengucapkan syahadat bahkan tidak pernah sholat walau sekali dalam hidupnya karena mereka tidak mengetahui bagaimana cara melakukan sholat. Beliau menyaksikan umat Islam yang memberi salam antar satu dengan yang lainnya seperti mana cara orang-orang Hindu. Bahkan sebagian lainnya telah mengadopsi ketuhanan Hindu dan mengunjungi tempat-tempat ibadah mereka dan berpartisipasi dalam melakukan ibadah.

Maulana Ilyas secara utuh betul-betul mengetahui dan sadar akan sulitnya permasalahan yang dihadapi oleh Mewati, walaupun demikian, beliau tetap memutuskan untuk membawa mereka kembali kepada lipatan Islam yang hakiki. Pada awal tahun 1920-an, beliau telah menyiapkan sebuah tim dari para pemuda lulusan madrasa Deoband dan Saharanpur kemudian mengirim mereka ke Mewat untuk membangun network mesjid-mesjid dan madrasah-madrasah di seluruh wilayah tersebut. Kemudian dia menyadari, bagaimanapun juga, bahwa ulama Madrasa yang ditreining dalam tradisi Deoband secara simpel telah memperlihatkan sifat asli mereka dan tidak ada kesan istimewa pada masyarakat secara umum. Maulana Ilyas menyimpulkan bahwa madrasa madrasa tersebut telah kekurangan persiapan untuk mencetak para da`i yang memiliki keinginan pergi dari pintu ke pintu (door to door) dan mengingatkan manusia dari kewajiban-kewajiban mereka. Institusi-institusi ini hanya baik untuk mencetak petugas-petugas keagamaan, bukan pekerja Da`wah.

Lahirnya gerakan Tabligh.

Karena adanya ketidakpuasan terhadap madrasa maka maulana Ilyas mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai pengajar di madrasa Mazaharul Uloom di Saharanpur dan kemudian kembali ke Basti Nizamuddin yang terletak di kawasan Delhi lalu memulai da`wahnya. Gerakan Tabligh terlahirkan di tempat tersebut pada tahun 1926. Basti Nizamuddin menjadi tempat tinggalnya sekaligus sebagai markaz besar gerakan Tabligh.
Pergerakan yang baru ini sukses secara dramatik pada waktu yang relatif singkat, dengan adanya usaha keras dari maulana Ilyas, berusaha tanpa letih dan dengan tujuan yang suci. Dan hasilnya banyak orang-orang Islam yang telah mengikuti usaha Maulana Ilyas untuk menda`wahkan ajaran Islam kesetiap kota dan kampung di Mewat. Kesuksesan yang begitu cepat dari hasil usaha Maulana Ilyas dapat kita saksikan dari fakta yang ada bahwa Ijtima` Tabligh untuk pertama kalinya pada November 1941 di Mewat, telah dihadiri oleh 25,000 orang yang kebanyakan dari mereka telah berjalan dari 10 sampai 15 mil untuk menghadiri Ijtima`. Sayyid Abul A`la Maududi, pendiri Jama`at Islam memberikan penghargaan yang indah atas kesuksesan yang spektakuler dari usaha da`wah yang dilakukan oleh maulana Ilyas di Mewat dan sekitar India. Sayyid Abul A`la Maududi juga menggambarkan gerakan Tabligh ini sebagai langkah yang mulia untuk Islamisasi dikalangan masyarakat muslim India.

Misi perjuangan.

Maulana Ilyas bukanlah seorang pemimpin yang karismatik seperti Maulana Mohammad Ali Jauhar pimpinan “Khilafat Movement”, bukan seorang `alim yang terkemuka seperti Abul kalam Azad, pimpinan “the Indian National Congress”. Dia bukan pula orang yang pandai dalam “Public Speaker” seperti Ataullah Shah Bukhari pimpinan “The Ahrar movement”. Tidak juga seperti Abul A`la Maududi Pimpinan Jamaat-e-Islami yang sangat produktif dalam menulis dan pemikir yang cerdas, maulana Ilyas tidak memiliki satu karangan pun dalam hidupnya.

Layaknya missionaris sejati, dia gigih, dan tak henti-henti. Diantara salah satu missi perjalanannya ke mewat, sekali dia pernah dipukul tongkat oleh petani yang coba untuk dipengarungi tentang pentingnya agama dalam kehidupan. Maulana, yang memang sudah lemah fisiknya, jatuh dan tersungkur kelantai.

Keinginannya yang kuat dan ketetapan hatinya yang tak tergoyahkan untuk mencapai setiap muslim dan mengingatkannya tentang kewajiban-kewajibannya sebagai orang yang beriman. Kuat hasratnya mengenai kekayaan rohani terhadap muslim-muslim pengikutnya menyebabkan dia menderita batin yang sangat. Suatu hari seorang teman datang menjenguknya ketika dia berada diatas pembaringan menanti maut. Maulana Ilyas menyambut temannya dengan mengatakan. “orang-orang diluar sana sedang terbakar oleh api pengabaian dan kamu menghabiskan waktu disini hanya untuk mengetahui kesehatanku!”.

Dia menginginkan setiap muslim mengikuti tapaknya, menyampaikan pesan Islam kepada yang lainnya. Dia menyemangati teman-teman dan pengikut-pengikutnya untuk mempersembahkan hidup mereka dalam urusan ini (da`wah). Suatu saat, ketika dia mencoba memeriksa dengan teiliti para pendengarnya untuk melakukan missi secara sukarelawan ke Kanpur, U.P.India, tak seorang pun yang merespon ajakannya. Ketika tampak salah seorang temannya di antara para hadirin, maulana Ilyas bertanya padanya apa yang mencegahnya untuk tidak berangkat ke Kanpur. Temannya menderita penyakit yang serius dan tentunya perjalanan akan menghabiskan waktu selama berminggu. Dia memberitahu maulana Ilyas bahwa sebenarnya dia “hampir mati” dan tak ada jalan baginya untuk melakukan perjalanan. Lalu maulana mengatakan, “jika kamu sedianya sudah mati, maka kamu alangkah baiknya mati di Kanpur.”

Tetap menjaga hubungan antar sesama.

Penting untuk dicatat bahwa ketika maulana Ilyas menjauhkan dirinya dari urusan politik dalam keseharian dan menfokuskan diri pada program secara eksklusif dalam pembentukan muslim yang sadar akan kewajiban-kewajiban agama, dia tidak mengkritisi kelompok-kelompok Islam yang telah menyibukkan diri mereka kedalam dunia politik secara aktif. Sebaliknya, dia tetap menjaga hubungan kordialnya (mesra) terhadap ulama disekolahan Deoband yang berada dalam organisasi politik, Jamiat Ulama-e-Hind, dan Pro-Indian National Congress group, yang kesemuanya aktif dalam politik India. Maulana Ilyas memiliki hubungan yang sama hangatnya terhadap sebagian kelompok di sekolahan Deoband yang pro-Pakistan yang dipimpin oleh Maulana Ashraf Ali Thanvi dan Maulana Shabbir Ahmad Usmani. Bagaimanapun juga dia tetap menolak untuk mengambil posisi pada The Issue of united India vs.a separate Muslim state of Pakistan dengan alasan yang sangat jelas bahwa hal ini akan melenturkan atau mengganggu pergerakan dia dari permasalahan yang mendasar yaitu persoalan agama, dan juga akan menciptakan perselisihan didalam susunan tarafnya. Maulana Ilyas dengan pandangannya bahwa gerakan Tabligh dan kelompok-kelompok Islam yang berorientasi politik, meskipun beroperasi pada dua sisi, namun saling melengkapi kerja antar satu sama lainnya dan dengan demikian tidak seharusnya ada suatu kompetisi dan persaingan diantara mereka.

Penutup.

Suatu ketika seseorang menunjukkan bahwa gerakan maulana Ilyas adalah “dengan focus yang sangat sempit” dan tidak ditujukan kepada issu yang luas tentang pembaharuan socio-politik dalam masyarakat Islam, Maulana meresponnya bahwa fokus yang sempit ini pada fase permulaan pergerakan telah dikehendaki oleh adanya manpower dan bahwasanya pergerakan ini dapat tumbuh mencakup program yang luas dan lengkap pada masa yang akan datang. Hal ini sangat disayangkan bahwa mereka yang menggantikan posisi maulana Ilyas tidak menyadari pandangannya yang luas dan memandang model da`wah Mewat sebagai suatu hal yang sudah ditetapkan untuk selamanya. Sekalipun demikian, buah dari usaha Mualana Ilyas dapat kita saksikan hingga kepenjuru dunia hari ini.

Sumber:
1. Life and Mission of Maulana Mohammad Ilyas, by Syed Abdul Hasan Ali Nadwi.

2. And By Mumtaz Ahmad, Ph.D.

* Makalah ini telah disampaikan dalam forum diskusi Al-Qolam, Islamabad

sumber : darulaman.wirdpress

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT

Sila gunakan browser firefox untuk melayari blog ini dengan sempurna. terima kasih


Assalamualaikum.. bismillahirahmanirahim.

" Segala bahan didalam blog ini di ambil, di olah dan ditulis dari pelbagai sumber. Kepada yang ingin mengambil apa2 jua bahan dalam blog ini dengan niat untuk mengembangsebarkan ilmu, tidak perlu meminta izin atau menyertakan link blog ini. Sebarkan dan panjangkanlah kepada semua demi kebaikkan ummah. Semoga info yang ada dapat memberi manfaat walaupun sedikit cuma, dan semoga dengan usaha sekecil ini pastinya tidak akan terlepas dari pandangan Allah.. insyaAllah.. Jika ada kesilapan dari setiap posting, tolong berikan nasihat dan komen. Maaf andai terlancar bahasa tersasar kata-kata. Saya hanya insan biasa yang tidak sunyi dari kesilapan. wallahualam."

PERHATIAN!!! BLOG INI TIDAK MEWAKILI MANA-MANA PARTI , NGO DAN SEBAGAINYA. SEGALA TULISAN DI ISI MENGIKUT CITARASA HAMBA SENDIRI DAN HAMBA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN DAN KERUGIAN PEMBACA DISEBABKAN BLOG INI..... SEKIAN

PERHATIAN !!!!!!

Sebarang artikle yang termaktub di dalam blog ini tidak semestinya menunjukkan sikap pengendali blog ini. Ambillah yang berfaedah dan tinggalkanlah yang sia - sia........

MENGAPA AKU BERKATA SYIAH RAFIDAH KAFIR ?

Sesungguhnya Allah telah memilih sahabat-sahabat untuk ku, Dia menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabatku, mertua-mertuaku dan menantu-menantuku. Nanti akan muncul satu golongan selepas aku akan memburuk-buruk dan memaki hamun mereka.Sekiranya kamu menemui mereka, janganlah kamu mengahwini mereka, janganlah kamu makan dan minum bersama mereka, janganlah kamu berjemaah bersama mereka dan jangan kamu menyembahyangkan jenazah mereka. [Ali al-Muttaqi, Kanz al-‘Ummal, jil 11, m.s : 540 ]

Sabda Rasulullah S.A.W:

Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).



Al - Hadis

DARIPADA Abu Said katanya:
Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim).

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU
Hadis nabi saw : apabila matinya anak adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga... yaitu sadhoqah jariah , ilmu yang memberi manfaat dengannya , doa anak yang soleh.

WAKTU SOLAT

Membangun Bersama Islam

Blog Archive


"tegakkanlah islam dalam dirimu,nescaya kamu akan melihat islam tertegak di tanah airmu" - Imam As-Syahid Hassan Al-Banna (Pengasas&Mursyidul Am Pertama Ikhwanul Muslimin)

berwaspada dari fitnah moden

berwaspada dari fitnah moden

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Haji saleh

Tok guru Haji saleh

Recent Comments

Footer 2

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ikut Melalui Email

Translate