YANG MASIH PANAS...

Tak Semua Mengikuti Tradisi Kafir itu Tasyabbuh

Tidak semua mengikuti orang2 kafir itu adalah Tasyabbuh dgn orang2 kafir.
 
Contohnya Abu Jahal dan Abu Lahab pakai gamis. Kalau kita pakai gamis, apakah kita tasyabbuh dgn mereka?
Kaum Yahudi dan Nasrani memanggil ummatnya untuk beribadah dgn terompet dan bel. Apakah ummat Islam memanggil ummatnya dgn Azan itu artinya Tasyabbuh?
Kaum Kafir Quraisy sya’i di Shafa dan Marwah. Apakah saat ummat Islam melakukan itu artinya Tasyabbuh?
Kaum kafir Quraisy dan Yahudi puasa Asyura, apakah ummat Islam melakukan itu artinya Tasyabbuh?
Kaum Yahudi dan Nasrani bikin penanggalan/kalender Yahudi dan Masehi. Apakah ummat Islam bikin Kalendar Hijriyah itu artinya Tasyabbuh / Menyerupai orang2 kafir?
Kaum Nasrani kumpul2 dgn pendetanya tiap minggu dan Yahudi tiap Sabtu. Apakah saat ada Muslim kumpul2 dgn ustad/syekhnya Tasyabbuh?
Sekarang banyak orang Islam pakai mobil, pakai komputer, dan Fesbukan. Apakah itu artinya Tasyabbuh?
Orang2 Yahudi dan Nasrani melakukan pembukuan (menjilid) Kitab Sucinya jadi buku cetak. Saat ummat Islam di zaman Khalifah Abu Bakar dan Usman melakukan itu, apakah itu tasyabbuh?
Jadi jangan perhatikan hari2nya. Coba perhatikan silaturrahim, zikir Tahlil, doa, bacaan Al Qur’an, dsb. Apa iya orang Hindu melakukan itu? Beda bukan? Jadi itu bukan Tasyabbuh.
Dalam beragama kita selain merujuk pada Al Qur’an dan Hadits, juga harus menggunakan akal agar bisa memahaminya. Sebab hanya orang berakal yang bisa memahami petunjuk Allah:
“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,” [Ar Ra'd 19]
“…Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.” [Ar Ruum 28]
Kaum Nasrani memakai lonceng, kaum Yahudi dengan terompet, sementara ummat Islam dengan azan:
Ibnu Umar berkata, “Ketika kaum muslimin datang di Madinah, mereka berkumpul. Lalu, mereka menentukan waktu shalat, sedang belum ada panggilan untuk shalat (azan). Pada suatu hari mereka memperbincangkan hal itu. Sebagian dari mereka berkata, ‘Ambillah lonceng seperti lonceng (gereja) orang-orang Kristen.’ Sebagian mereka berkata, ‘Bahkan, terompet saja seperti terompet orang-orang Yahudi.’ Umar berkata, ‘Apakah kalian tidak mengutus seorang laki-laki yang memanggil untuk shalat? Rasulullah saw. bersabda, ‘Hai Bilal, berdirilah, panggilah (azanlah) untuk shalat!’” [HR Bukhari]
Mengubah Tradisi Orang Kafir Menjadi Syiar Islam
Mengubah Tradisi Orang Kafir jadi Satu Tradisi Islam bukan berarti Tasyabbuh atau Bid’ah. Bisa jadi itu adalah Syiar Islam. Ini Nabi lakukan dgn mengubah Puasa Asyura yang biasa dilakukan kaum kafir jadi Puasa Sunnah. Begitu pula dengan mengelilingi Ka’bah yang biasa dilakukan orang kafir dengan Thawaf:
“Orang2 Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah pun melakukannya pada masa jahiliyyah.
Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.” (HSR Bukhari 3/454, 4/102, 244, 7/ 147 Muslim 2/792, dll)
“Nabi tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari asyura. Beliau bertanya:”Apa ini?” Mereka menjawab:”Sebuah hari yg baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur.
Maka beliau (rasulullah) menjawab:”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” (HSR Bukhari 4/244, 6/429)
Jadi terhadap tradisi 7 Hari atau pun Maulid, jangan kita menuduhnya Bid’ah. Itu adalah satu Syiar Islam sehingga orang2 yang tidak biasa mengaji pun bisa diberi ceramah soal Islam.
Apakah kita bisa seenaknya membuat bid’ah? Tidak juga.
Kita harus paham bahwa tradisi 7 hari atau pun Maulid itu bukan ibadah qoth’i yang jelas rukun-rukunnya seperti sholat atau pun puasa. Boleh dikata, itu bukan ibadah. Tapi muamalah. Jadi tak bisa dikatakan bid’ah.
Menjenguk orang sakit atau pun melayat orang yang meninggal dan keluarganya itu ada dalilnya. Begitu pula menyambung silaturahmi itu ada perintahnya. Jadi kita tak bisa menganggap tradisi 7 hari sebagai bid’ah dan melarangnya.
Tanpa kebijakan Wali Songo yg mengubah tradisi rakyat Indonesia 7 hari yg diubah jadi tahlilan/syiar Islam dgn mengucapkan 2 kalimat syahadat, bisa jadi rakyat Indonesia masih beragama Hindu sampai sekarang karena tak ada Syiar Islam yang dilakukan….
Memperingati kelahiran Nabi dengan Maulid Nabi juga bukan bid’ah karena itu bukan ibadah. Tapi muamalah. Nabi sendiri pernah memperingati hari kelahirannya, yaitu dengan berpuasa di hari Senin (puasa Senin Kamis) karena beliau lahir hari senin.
Lalu kenapa kita tidak puasa hari Senin saja seperti Nabi untuk memperingati hari lahir Nabi? Itu bisa dilakukan dan sebagian Muslim memang mengerjakan puasa Senin Kamis. Namun jika mengadakan acara Maulid Nabi juga tidak bisa itu dikatakan bid’ah karena itu bukan ibadah. Tapi Muamalah.
Sultan Salahuddin Al Ayyubi dan mayoritas ulama Islam di seluruh dunia sepakat merayakan Maulid Nabi. Mereka mengisinya dengan Syiar Islam dan pembacaan sejarah perjuangan Nabi mulai dari lahir hingga wafatnya. Dengan cara itu, ummat Islam mengenal Nabi Muhammad dan bangkit semangat juangnya sehingga bisa mengalahkan pasukan Salib.
Para sahabat sempat enggan melakukan sya’i di Shafa dan Marwa karena takut berdosa mengingat Shafa dan Marwa adalah bekas tempat berhala dan orang-orang kafir dulu biasa Sya’i di situ. Mereka takut tasyabbuh/meniru kebiasaan orang kafir. Namun itu adalah 1 Syiar Islam sehingga Allah menurunkan ayat di bawah:
“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah 158]
‘Ashim bin Sulaiman bertanya kepada Anas tentang Shafa dan Marwah. Anas berkata: “Kami berpndapat bahwa thawaf antara Shafa dan Marwah adalah upacara di jaman Jahiliyyah, dan ketika Islam datang, kami tidak melakukannya lagi.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 158) yang menegaskan hukum Sa’i dalam Islam (Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari ‘Ashim bin Sulaiman.)
Ibnu Abbas menerangkan bahwa syaitan-syaitan di jaman Jahiliyyah berkeliaran pada malam hari antara Shafa dan Marwah. Dan di antara kedua tempat itu terletak berhala-berhala mereka. Ketika Islam datang, berkatalah kaum Muslimn kepada Rasulullah SAW: “Ya Rasulullah kami tidak akan berthawaf antara Shafa dan Marwah, karena upacara itu biasa kami lakukan di jaman Jahiliyyah.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 158). (Diriwayatkan oleh al-Hakim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
Apa itu tidak tasyabbuh/menyerupai orang-orang kafir? Tidak! Beda! Karena jika kaum kafir mereka menyembah berhala, sementara Islam menyembah Allah. Itu adalah perbedaan yang besar.
Kaum Nasrani punya Kalender/Penanggalan Masehi. Saat para sahabat membuat Kalender Hijriyah, itu bukan tasyabbuh yang diharamkan. Tapi memang untuk mempermudah kehidupan.
Kalau kita baca hadits tentang asal muasal azan juga begitu. Panggilan ibadah untuk umum sudah dilakukan oleh kaum Nasrani dan Yahudi. Jika ummat Islam melakukan panggilan ibadah juga, itu bukan tasyabbuh. Karena tetap ada perbedaannya. Kaum Nasrani memakai lonceng, kaum Yahudi dengan terompet, sementara ummat Islam dengan azan:
Ibnu Umar berkata, “Ketika kaum muslimin datang di Madinah, mereka berkumpul. Lalu, mereka menentukan waktu shalat, sedang belum ada panggilan untuk shalat (azan). Pada suatu hari mereka memperbincangkan hal itu. Sebagian dari mereka berkata, ‘Ambillah lonceng seperti lonceng (gereja) orang-orang Kristen.’ Sebagian mereka berkata, ‘Bahkan, terompet saja seperti terompet orang-orang Yahudi.’ Umar berkata, ‘Apakah kalian tidak mengutus seorang laki-laki yang memanggil untuk shalat? Rasulullah saw. bersabda, ‘Hai Bilal, berdirilah, panggilah (azanlah) untuk shalat!’” [HR Bukhari

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT

Sila gunakan browser firefox untuk melayari blog ini dengan sempurna. terima kasih


Assalamualaikum.. bismillahirahmanirahim.

" Segala bahan didalam blog ini di ambil, di olah dan ditulis dari pelbagai sumber. Kepada yang ingin mengambil apa2 jua bahan dalam blog ini dengan niat untuk mengembangsebarkan ilmu, tidak perlu meminta izin atau menyertakan link blog ini. Sebarkan dan panjangkanlah kepada semua demi kebaikkan ummah. Semoga info yang ada dapat memberi manfaat walaupun sedikit cuma, dan semoga dengan usaha sekecil ini pastinya tidak akan terlepas dari pandangan Allah.. insyaAllah.. Jika ada kesilapan dari setiap posting, tolong berikan nasihat dan komen. Maaf andai terlancar bahasa tersasar kata-kata. Saya hanya insan biasa yang tidak sunyi dari kesilapan. wallahualam."

PERHATIAN!!! BLOG INI TIDAK MEWAKILI MANA-MANA PARTI , NGO DAN SEBAGAINYA. SEGALA TULISAN DI ISI MENGIKUT CITARASA HAMBA SENDIRI DAN HAMBA TIDAK BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN DAN KERUGIAN PEMBACA DISEBABKAN BLOG INI..... SEKIAN

PERHATIAN !!!!!!

Sebarang artikle yang termaktub di dalam blog ini tidak semestinya menunjukkan sikap pengendali blog ini. Ambillah yang berfaedah dan tinggalkanlah yang sia - sia........

MENGAPA AKU BERKATA SYIAH RAFIDAH KAFIR ?

Sesungguhnya Allah telah memilih sahabat-sahabat untuk ku, Dia menjadikan mereka sebagai sahabat-sahabatku, mertua-mertuaku dan menantu-menantuku. Nanti akan muncul satu golongan selepas aku akan memburuk-buruk dan memaki hamun mereka.Sekiranya kamu menemui mereka, janganlah kamu mengahwini mereka, janganlah kamu makan dan minum bersama mereka, janganlah kamu berjemaah bersama mereka dan jangan kamu menyembahyangkan jenazah mereka. [Ali al-Muttaqi, Kanz al-‘Ummal, jil 11, m.s : 540 ]

Sabda Rasulullah S.A.W:

Sabda Rasulullah S.A.W:“Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?” Jawab mereka: “Orang yang muflis dalam kalangan kami ialah sesiapa yang tiada dirham dan tiada harta”. Sabda baginda: “Orang yang muflis dalam umatku ialah sesiapa yang datang pada Hari Kiamat nanti bersama solat, puasa, zakat, juga dia pernah memaki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpah darah seseorang dan memukul seseorang. Lalu diberikan kepada orang ini dan itu pahalanya. Jika pahala-pahalanya habis sebelum sempat dilangsaikan kesalahannya, maka diambil dosa-dosa mereka dicampakkan ke atasnya lantas dicampakkan dia ke dalam neraka” (Riwayat Muslim).



Al - Hadis

DARIPADA Abu Said katanya:
Aku mendengar Rasulullah (s.a.w.) bersabda: siapa yang melihat (dan tahu) sebarang kemungkaran, maka hendaklah diubahkannya dengan tangannya (kuasanya), kalau tidak berkuasa, maka (ubahlah) dengan lidahnya, dan kalau tidak mampu juga, maka ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman (HR Muslim).

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU

KUTIPAN DANA BAGI PEMBANGUNAN SRIBU
Hadis nabi saw : apabila matinya anak adam maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga... yaitu sadhoqah jariah , ilmu yang memberi manfaat dengannya , doa anak yang soleh.

WAKTU SOLAT

Membangun Bersama Islam

Blog Archive


"tegakkanlah islam dalam dirimu,nescaya kamu akan melihat islam tertegak di tanah airmu" - Imam As-Syahid Hassan Al-Banna (Pengasas&Mursyidul Am Pertama Ikhwanul Muslimin)

berwaspada dari fitnah moden

berwaspada dari fitnah moden

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Nik Aziz

Tok guru Haji saleh

Tok guru Haji saleh

Recent Comments

Footer 2

linkwithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ikut Melalui Email

Translate